Analisis Terbaru: Apakah Harga Solana akan Jatuh di Bawah $100?

Saat ini, prediksi harga Solana (SOL) menunjukkan kemungkinan penurunan akibat tekanan pasar yang sedang berlangsung. Meskipun harga SOL sempat naik 10% setelah adanya pengajuan ETF baru, tren bullish ini tidak bertahan lama, dan harga kembali turun. Para analis tetap optimistis mengenai masa depan Solana, namun prediksi jangka pendeknya terlihat kurang realistis. Harga SOL IDR hari ini turun sekitar 9.12% dalam 24 jam terakhir, berada di kisaran Rp2.152.194 hingga Rp2.331.543.

Indeks kekuatan relatif (RSI) pada grafik harian menunjukkan tren menurun, yang mengindikasikan kemungkinan penurunan lebih lanjut. Pedagang dan analis memprediksi harga Solana berdasarkan skenario bearish, baseline, dan bullish jika ETF Solana disetujui, dengan potensi kenaikan harga SOL hingga $1,192 dalam jangka panjang. Namun, saat ini, SOL berada dalam fase Wait and See Cumulative Volume Delta (CVD), dengan tekanan jual yang signifikan di pasar.

Selain itu, pola cup and handle terbalik serta rounding top pada grafik harian memperkuat tren bearish yang berkelanjutan. Ini dapat menyebabkan penurunan harga hingga mencapai $126.94. Namun, jika tekanan beli meningkat, harga mungkin kembali naik ke $145.25. Meskipun ada kemungkinan kenaikan harga yang lebih tajam di pasar, sangat tidak mungkin harga SOL menembus level $6 dan turun hingga di bawah $120.

Menurut artikel dari Galaxy Research, SEC AS mungkin tidak akan menyetujui ETF Solana karena ketiadaan ETF berjangka dan pelabelan token sebagai sekuritas sebelumnya. Hal ini meningkatkan tekanan pada harga Solana setelah dorongan harga beberapa hari yang lalu. Fokus utama investor dan analis saat ini adalah pada prediksi harga Solana dalam jangka pendek, terutama mengingat ketidakpastian regulasi dan dinamika pasar saat ini.

Press Release ini juga sudah tayang diĀ VRITIMES