Di Depan Sebuah Teater di Paris
AKU dengar suara tepuk tangan. Mungkin itu untuk akhir yang tragis sebuah cerita jenaka. Lalu orang-orang dengan mantel dan syal […]
AKU dengar suara tepuk tangan. Mungkin itu untuk akhir yang tragis sebuah cerita jenaka. Lalu orang-orang dengan mantel dan syal […]
Aku seperti pengembara, dengan sedikit waktu malam, dan ingin masuk, mungkin untuk sebuah peran sebagai kucing jenaka, bernyanyi untuk Cinderalla […]
ENGKAU mungkin ada di museum tentang keju, seni kaca, sejarah sepeda, atau riwayat tas kayu. Tak menunggu apa-apa. Dan aku […]
Vemale.com650 × 325Search by image /1/ RAMBUT paling permadani adalah rambut ibu. Ujungnya selalu menyentuh pundakku ketika ia menyisir rambutku. […]
Wadezig! AKU malam, yang tak sempat mengancing dada. Hatiku hanggar kosong. Tubuhku landas pacu. Kau, penerjun liar, jatuh di seberang, […]
sensasiphoto.com AKU bertanya para professor, yang mengajar arti kehidupan, beritahu, aku apakah bahagia itu. Dan aku temui dia, eksekutif ternama, […]
SEPERTI jemari hujan memainkan bunyi di dedaunanmu, mendentingkan kesunyian yang terlalu kental kukenali. Aku pernah punya keberanian yang ternyata menakutkan. […]
VIVA.co.id663 × 382Search by image DIA berhadapan dengan cermin, memainkan sisir. Diakrabinya lagi wajah itu: bocah berambut basah itu. Di […]
WAKTU itu tidak ada. Tapi ada. Pada garis-garis lipatan di sekeliling leherku, misalnya. Itu berbaris seperti tangga. Aku berjalan di […]
Citizen6 JENGUKLAH, kawan jauh, aku belum lagi mau mati! Di blok ini – begitulah di sini, lama tahun-tahun ini – […]