Brutal! Polisi Inggris Memukuli Seorang Muslim

Seruni.id – Sekumpulan polisi Humberside, Inggris terekam kamera saat melakukan pemukulan pada seorang muslim. Secara brutal, mereka terus memukuli kepala pria tersebut. Video yang tersebar di media sosial ini pertama kali dibagikan oleh Mohammad Ali, melalui akun Twitter pribadinya, @Mohamma96638981, Sabtu (9/3/2019).

Meski sampai saat ini belum diketahui kapan dan di mananya kejadian tersebut terjadi. Namun, perilaku enam orang polisi Inggris itu tetap mendapatkan kecaman dari warganet.

[read more]

@GenesisElijah: Seharusnya, mereka menahan dan menangkapnya (tidak perlu memukul), sesederhana itu, ‘kan?
@Rusty_Rascal: Masalah terbesar di sini adalah ‘menutup pintu’. Mereka tahu mereka sudah melangkah terlalu jauh, tidak ingin itu direkam. Pekerjaan mereka, meskipun diprovokasi, dipukul dan lain-lain, tetap harus di bawah kontrol. Itulah yang dilatih untuk mereka lakukan. Kita perlu polisi untuk mengendali kejahatan. Bukan (justru menjadi) penjahat!

Ali pun menanggapi beragam komentar yang memenuhi unggahannya, “Bukan kah kita masyarakat yang beradab? Saya tidak habis pikir, seseorang akan mengatakan jika dia diserang oleh 5 petugas polisi dengan kekerasan, apalagi (mereka) polisi yang memiliki kewajiban untuk menegakkan hukum dan tidak berperilaku seperti anjing liar,” balasnya pada akun @caulfield7 yang membela perilaku para polisi tidak terpuji itu.

Melansir Hull Daily Mail, Departemen Standar Profesional Kepolisian Humberside, mengaku jika pihaknya sudah melakukan Investigasi internal.

“Diskriminasi, kurangnya kontrol diri dan toleransi, serta perilaku tidak terpuji seperti ini sama saja dengan mendiskreditkan kepolisian. Petugas melanggar Standar Perilaku Profesional yang sudah ditetapkan kepolisian,” jelas pihaknya mengabarkan kasus tersebut.

Kepala Standar Profesional Kepolisian Humberside, Inspektur Matt Baldwin juga sudah memberikan konfirmasi bahwa enam polisi yang bersangkutan sudah dalam proses penyidikan.

“Enam orang polisi sudah di-skors, karena diduga melanggar standar perilaku profesional. Setelah penyidikan internal dilakukan, kami merujuk kasus tersebut ke Kantor Independen, untuk melanjutkan penyidikan di bawah pengawasan mereka,” lanjutnya.

[/read]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.