Hemat dan Pelit, Apa Bedanya? Simak Penjelasan ini Yuk!

  • Bagikan
Hemat dan Pelit, Apa Bedanya? Simak Penjelasan ini Yuk!

Seruni.id – Hemat dan pelit adalah dua kata yang sering dianggap sama. Padahal keduanya berbeda, loh. Lantas, apa sih perbedaan tersebut? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Hemat dan Pelit, Apa Bedanya? Simak Penjelasan ini Yuk!
smarteen.co.id

Mengatur keuangan menjadi hal yang paling penting dilakukan. Setiap orang tentunya punya caranya sendiri dalam mengatur budget-nya. Salah satu cara untuk mengatur keuangan adalah dengan berhemat. Hemat adalah sikap di mana seseorang dapat mengontrol keinginan dan menyesuaikan dengan kemampuannya. Ada banyak keuntungan yang dirasakan ketika kita bisa berhemat, terutama bagi keamanan finansial di masa yang akan datang.

Di saming itu, ada pula sikap yang disebut dengan pelit. Pelit adalah salah satu sikap yang perlu dihindari karena memiliki efek buruk yang disebabkan oleh keserakahan. Sangat disayangkan karena karakteristik dan ciri-cirinya yang mirip dengan hemat, banyak orang sering menyalahartikan sikap pelit dam sikap hemat. Jangan sampai kamu salah mengartikat antara sikap hemat dan pelit. Mayoritas sering kali keliru membedakan mana sikap hemat dan mana siakp pelit. Nah, maka dari itu, Seruni telah merangkum beberapa perbedaannya berikut ini:

1. Orang Hemat Memprioritaskan untuk Kebutuhan, Sedangkan Orang Pelit Merasa Rugi dan Berat Hati

Hemat dan pelit tentu saja berbeda, ya. Sikap ini tidak bisa dianggap sama. Sebagai contoh, ketika memasuki bulan baru, tentu saja kita akan menyisihkan uang untuk berbelanja bulanan. Orang hemat biasanya akan menghitung biaya yang dibutuhkan sebelum pergi untuk membeli kebutuhan prioritas. Mereka juga senang jika mengeluarkan uang untuk kebutuhan dirinya sendiri. Sedangkan orang pelit, ia justru mengeluhkan hal tersebut. Bahkan, untuk mengeluarkannya saja hatinya sangat berat sekali.

2. Orang Hemat Menyisakan Uang untuk Masa Depan, Orang Pelit Hanya Mengeluarkan Sedikit Uang

Sekilas sikap hemat dan pelit memanglah mirip. Keduanya sama-sama memilih untuk mengeluarkan uang sedikit. Namun, perlu digaris bawahi, yang menjadi pembeda adalah alasannya. Orang yang sedang berhemat mengeluarkan sedikit uang karena ingin menyisakan untuk berjaga-jaga apabila ada kebutuhan darurat. Sementara orang pelit, ia hanya akan mengeluarkan sedikit uang karena merasa tak ingin uangnya habis.

3. Orang Hemat Suka Berdonasi, Sedangkan Orang Pelit Tidak Mau

Perbedaan antara hemat dan pelit yang berikutnya, bisa dilihat dari caranya berbagi. Saat berdonasi, orang hemat tidak akan merasa keberatan untuk mengeluarkan uangnya. Justru ia begitu senang karena bisa membantu orang lain. Sebab baginya, berdonasi juga menjadi salah satu investasi, yaitu investasi akhirat. Sedangkan orang pelit, mereka akan berat hati untuk mengeluarkan uangnya.

4. Orang Hemat Suka Berbagi

Mengatur keuangan harus dilakukan secara mendetail, sehingga kita benar-benar menyesuaikan dengan kemampuan finansial yang dimiliki. Meski demikian, bukan berarti kita tidak berbagi kepada yang membutuhkan, ya. Begitu yang dipikirkan orang hemat, mereka tidak akan keberatan jika harus berbagi meskipun harus mengeluarkan uang lebih. Sedangkan orang pelit akan bersikap perhitungan jika harus berbagi. Orang pelit akan merasa rugi jika harus mengeluarkan uang lebih untuk berbagi.

5. Orang Hemat Belanja dengan Bijaksana, Orang Pelit Selalu Mencari Harga Termurah

Kita bisa melihat perbedaan kedaua perbedaan tersebut berdarakan caranya berbelanja. Biasanya orang hemat akan memprioritaskan belanja kebutuhan. Saat belanja pun, ia akan melihat kualitas barang tersebut. Jika kualitas barang tersebut baik, artinya barang itu akan awet. Soal harga, asalkan mampu, dia tidak merasa masalah. Sedangkan orang pelit selalu melihat harga termurah. Bahkan, kalau ada, mereka mencari barang gratis dengan kualitas terbaik.

6. Ketika Berbisnis, Orang Hemat Mengeluarkan Modal, Orang Pelit Selalu Mencari Keuntungan Besar

Saat baru memulai usaha makanan ringan, orang hemat mengeluarkan modal secukupnya agar tidak terlalu boros. Kemudian jika hari ini dagangannya laris, barulah esok hari dia akan menambahkan modal lagi. Sedangkan orang pelit selalu mencari cara untuk mengeluarkan modal sedikit dengan banyak untung.

7. Jika Butuh Liburan, Orang Hemat Akan Berbaik Hari pada Dirinya, Orang Pelit Tidak Mau Menyenangkan Hati

Hari-hari kerja membuat stress dan otot-otot terasa tegang. Biasanya sih, orang-orang seperti ini paling butuh yang namanya liburan. Orang hemat sesekali tidak masalah untuk memanjakan dirinya pergi liburan. Sebab, dia juga selama ini rajin menabung. Sedangkan orang pelit masih saja perhitungan dengan diri sendiri dengan mencari liburan termurah.

Baca Juga: 7 Tips Menabung Dana Darurat Meski Penghasilan Minim

Demikianlah tujuh perbedaan dari orang yang bersikap hemat dan pelit. Berhemat sangat baik, tapi jangan sampai membuat dirimu menjadi pelit, ya. Apalagi pelit terhadap diri sendiri.

  • Bagikan
seruni.id