Mengenal Rukun Iman dan Maknanya

Mengenal Rukun Iman dan Maknanya
silakem.com

Seruni.id – Rukun iman merupakan landasan kepercayaan yang wajib diyakini oleh seorang muslim. Dalam Islam, rukun memiliki arti sebagai pilar atau tiang. Sedangkan iman memiliki makna kepercayaan. Jika digabungkan, rukun iman berarti pilar yang wajib dipercaya.

Mengenal Rukun Iman dan Maknanya
moondoggiesmusic.com

Kita dapat mewujudkan kepercayaan ini dengan cara membenarkan dan meyakini dalam diri atau hati, mengakui secara lisan atau kata-kata, dan mengamalkannya dalam bentuk tindakan sehari-hari. Namun, keyakinan dalam hati dan pengakuan lisan tersebut harus seiring dan sejalan.

Menurut sejumlah ulama, perbuatan bukan bagian dari iman. Sebab, perbuatan itu timbul dari iman itu sendiri. Iman dan Islam adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, jika seseorang mengaku Islam tapi tidak beriman, kelak ia tidak akan mendapatkan faedah di akhirat. Begitupun sebaliknya, jika ia beriman tapi tidak Islam, dalam agama Islam menyebutkan ia tidak akan selamat dari siksa neraka yang amat pedih.

Rukun iman sendiri terdiri dari enam poin, keenamnya harus kita yakini secara penuh sesuai dengan urutannya. Nah, berikut Seruni akan mengulas mengenai rukun iman beserta maknanya:

1. Iman kepada Allah SWT

Rukun iman yang pertama, yakni kita harus beriman kepada Allah SWT. Dengan cara kita harus meyakini bahwa tiada Tuhan yang layak disembah selain Allah SWT. Kita harus meyakini sepenuh hati bahwa Allah adalah pencipta alam semesta dan seluruh isinya dengan begitu sempurna. Iman kepada Allah berarti kita juga percaya bahwa Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu, percaya kepada semua ketetapannya-Nya, serta 99 sifat yang terdapat di dalam Asmaul Husna.

Meyakini Allah tidak hanya sekadar kata-kata saja, tapi harus dibuktikan dengan tindakan nyata. Mulai dari beramal saleh, melaksanakn segala perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Sebenarnya, untuk beriman kepada Allah SWT bukanlah hal sulit, hanya saja terkadang kita lalai dan kalah dengan hawa nafsu. Bukan hanya manusia saja yang wajib menyembah Allah, melainkan hewan, tumbuhan, jin, hingga malaikat pun wajib menyembah Allah SWT.

2. Iman kepada Malaikat

Selain beriman kepada Allah SWT, sebagai umat muslim, kita juga diwajibkan untuk beriman kepada malaikat. Caranya dengan mempercayai bahwa malaikat itu benar-benar ada. Sekalipun kita tidak pernah melihat wujudnya, mendengar suaranya, atau menyentuh zatnya. Perintah untuk mengimani malaikat ini tertulis dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 285 yang artinya:

“Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya,” (QS. Al-Baqarah [2]: 285).

Malaikat sendiri merupakan makhluk dan hamba Allah SWT yang gaib dan memiliki sifat yang senantiasa taat dalam menjalankan perintah dan kewajibannya. Sebab, malaikat hanya diberi akal oleh Allah dan tidak diberi nafsu. Jumlahnya sebenarnya sangat banyak, hanya saja yang wajib kita ketahui berjumlah 10 dengan tugas dan kewajibannya masing-masing. Adapun nama ke-10 malaikat yang wajib kita ketahui yakni sebagai berikut:

1. Malaikat Jibril, Bertugas Menyampaikan Wahyu

Pertama, ada Malaikat Jibril yang bertugas untuk menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada Rasul-rasul-Nya. Di zaman ini, sudah tidak ada lagi Nabi dan Rasul. Karena Nabi Muhammad SAW merupakan Rasul terakhir dan telah meninggal dunia ribuan tahun silam. Selain menyampaikan wahyu, Malaikat Jibril saat ini memiliki tugas untuk meniupkan ruh ke dalam janin yang ada di dalam kandungan.

2. Malaikat Mikail, Bertugas Memberikan Rezeki

Setiap makhluk yang hidup di bumi, memiliki rezekinya masing-masing. Nah, rezeki tersebut diberikan oleh Allah SWT melalui Malaikat Mikail. Rezeki yang dimaksud tidak hanya untuk manusia saja, tapi juga seluruh makhluk hidup lainnya, seperti hewan dan tumbuhan. Tak hanya memberikan rezeki, atas izin Allah, Malaikat Mikail juga bertugas mengatur panas, hujan, dan tanaman yang ada di muka bumi ini.

3. Malaikat Israfil, Menjaga dan Meniup Sangkakala

Malaikat Israfil memiliki tugas untuk menjaga dan meniup sangkakala di hari kiamat kelak. Sangkakala adalah sejenis terompet sebagai penanda akan berakhirnya dunia. Tidak ada yang tahu kapan sangkakala tersebut akan ditiup. Namun, yang pasti hari kiamat pasti akan terjadi. Jika Allah SWT telah memerintahkan Malaikat Israfil untuk meniup sangkakala, maka terjadilah kiamat dan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi akan mati.

Sangkakala tidak hanya berbunyi satu kali, tapi Allah SWT akan memerintahkan Malaikat Israfil untuk meniupkan kembali sangkakala tersebut untuk yang kedua kali. Tiupkan kedua itu guna membangunkan kembali seluruh makhluk hidup, sebagaimana yang kita ketahui sebagai hari kebangkitan.

4. Malaikat Izrail, Bertugas Mencabut Nyawa

Jika ada Malaikat yang bertugas memberikan ruh atau nyawa kepada janin, maka ada pula Malaikat yang bertugas untuk menyambut nyawa. Tugas tersebut Allah berikan kepada Malaikat Izrail. Bukan hanya manusia, melainkan seluruh makhluk hidup akan didatangi Malaikat Izrail jika waktu kematiannya telah tiba.

5. Malaikat Munkar, Bertugas Menanyakan Orang di Dalam Kubur yang Berbuat Keburukan

Setelah meninggal dunia, maka di dalam kubur manusia akan bertemu dengan Malaikat Munkar, yang bertugas menanyakan soal keimanan dan mendatangi manusia yang kerap melakukan keburuan dalam hidupnya. Di dalam Al-Qur’an telah dijelaskan, bahwa Malaikat Munkar merupakan sosok yang menyeramkan dan membawa palu godam sebagai senjatanya.

Saat di dalam kubur, Malaikat Munkar akan bertanya pada manusia, apabila manusia tersebut tidak bisa menjawab, maka Malaikat Munkar akan memukulnya menggunakan senjatanya hingga hancur. Tak berhenti sampai di situ, manusia itu akan dibangkitkan kembali dan ditanya pertanyaan yang sama. Malaikat Munkar akan memukulkan senjatanya jika manusia tidak bisa menjawab. Begitulah yang terjadi seterusnya hingga hari kebangkitan tiba.

6. Malaikat Nakir, Bertugas Menanyakan Orang di Dalam Kubur Mengenai Kebaikannya

Malaikat Nakir akan datang ke alam kubur dan menanyakan manusia mengenai kebaikannya. Berbeda dengan Malaikat Munkar, di Al-Qur’an tertuliskan, bahwa Malaikat Nakir memiliki wajah yang ramah dan menyenangkan. Jika manusia didatangi oleh Malaikat Nakir, maka orang tersebut akan masuk surga.

7. Malaikat Raqib, Bertugas Mencatat Amal Baik Manusia

Amal kebaikan yang dilakukan oleh manusia semasa hidupnya, akan dicatat oleh Malaikat Raqib. Di dalam Al-Qur’an tertulis, bahwa catatan amal baik yang dibuat oleh Malaikat Raqib ini nantinya akan menjadi penyelamat dan pertimbangan seseorang untuk masuk surga.

8. Malaikat Atid, Mencatat Amal Buruk Manusia

Malaikat Atid memilik tugas yang sebaliknya dari Malaikat Raqib, yakni mencatat segala amal buruk manusia yang dilakukan semasa hidup di dunia. Segala kejahatan dan keburuan sekecil apa pun itu, tak pernah tertinggal dari catatan Malaikat Atid. Dengan begitu, selagi kita masih diberi kesempatan untuk hidup, maka berbuat baiklah sebanyak-banyaknya.

9. Malaikat Malik, Menjaga Pintu Neraka

Kesembilan ada Malaikat Malik yang bertugas untuk menjaga pintu neraka. Dikisahkan di dalam Al-Qur’an, Malaikat Malik merupakan sosok yang kasar dan keras. Tugas yang ia miliki tersebut sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan di dalam Surat At-Tahrim ayat 6:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

10. Malaikat Ridwan, Menjaga Pintu Surga

Dan yang terakhir adalah Malaikat Ridwan dengan tugasnya menjaga pintu surga. Ia akan membukakan pintu surga, kemudian menyambut orang beriman yang datang untuk masuk ke dalamnya jika telah diperintahkan oleh Allah SWT. Surga digambarkan sebagai tempat yang indah dan merupakan hadiah bagi mereka yang beriman kepada Allah SWT semasa hidupnya.

3. Iman kepada Kitab-kitab-Nya

Rukun iman yang ketiga yakni beriman kepada kitab-kitab Allah SWT. Semua kitab ini berisikan mengenai firman Allah yang diwahyukan kepada Rasul-rasul-Nya, sehingga dapat disampaikan kepada manusia. Adapun kitab-kitab yang telah Allah SWT turunkan, di antaranya yakni:

  • Zabur merupakan kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud AS,
  • Taurat kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa AS,
  • Injil kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa AS,
  • Al-Qur’an kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.

Al-Qur’an adalah kitab penyempurna bagi kitab-kitab sebelumnya dan menjadi pedoman bagi seluruh umat Islam.

4. Iman kepada Nabi dan Rasul

Nabi dan Rasul jumlahnya sangat baik, tapi hanya 25 Nabi yang wajib kita ketahui. Nabi adalah seorang yang menerima wahyu untuk dirinya sendiri tanpa kewajiban menyampaikan kepada umat. Sedangkan Rasul adalah seseorang yang menerima wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri dan juga umat. Rasul memiliki tugas untuk menyampaikan wahyu kepada orang kaum atau umat.

Selain itu, Rasul pun memiliki keistimewaan dengan wahyu berupa syariat serta diperintahkan untuk menyampaikan kepada umat. Perlu kita ketahui, bahwasanya Rasul merupakan manusia pilihan Allah SWT untuk menjadi pembimbing ke arah petunjuk, pembawa agama tauhid, yaitu mengenai ajaran tentang Keesaan Allah SWT.

Rasul juga bertugas untuk menyampaikan hukum dan aturan Allah kepada manusia. Ada bebrapa sifat istimewa yang dimiliki oleh Rasul, mulai dari Shidiq (benar), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan), dan Fatonah (cerdas).

Adapun maknsa beriman kepada Nabi dan Rasul, yaitu memberikan keyakinan bahwa Nabi dan Rasul adalah untuk membahagiakan umat manusia, baik di dunia pun di akhirat kelak, dan mempertebal kecintaan manusia terhadap Allah SWT. Sebab, Allah dengan penuh kasih sayangya selalu mengutus Rasul untuk senantiasa membimbing umat manusia agar tidak tersesat.

5. Iman kepada Hari Akhir

Rukun iman yang kelima adalah iman kepada hari akhir. Hari akhir yang dimaksud adalah hari kiamat, waktu di mana seluruh makhluk hidup di dunia akan mati. Hari kiamat akan tiba apabila sangkakala telah ditiupkan atas izin Allah SWT. Sebagai manusia yang beriman, kita wajib mempercayai bahwa hari kiamat akan datang.

Di hari tersebut, manusia akan dimintai pertanggungjawaban amal ibadahnya selama di dunia. Hari akhir pasti akan datang, Allah SWT berfirman dalam surat Al-A’raf ayat 197 mengenai hari kiamat. Dijelaskan bahwa tidak ada satu orang pun yang mengetahui kapan waktu tersebut akan datang, kecuali Allah SWT.

6. Iman kepada Qadha dan Qadar

Rukun iman yang terakhir yakni iman kepada Qadha dan Qadar. Dua kata ini kerap disandingkan menjadi satu. Sebab, Qadha dan Qadar memang tidak bisa terpisahkan. Namun, menurut arti dan maknanya, dua kata tersebut memiliki perbedaan. Sebagaimana yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an surah Al Hajj ayat 70 yang artinya:

“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.”

Adapun pengertian dari Qadha dan Qadar, yakni sebagai berikut:

Qadha, menurut bahasa, Qadha adalah ketetapan. Jauh sebelum manusia lahir dan terciptanya dunia, Allah sudah punya ketetapan, yang di mana ketetapan tersebut tertuliskan di Lauh Mahfuzh. Baik tentang hidaup, kebaikan, keburukan, hingga kematian.

Qadar, menurut bahasa, Qadar berati ketentuan atau kepastian Allah. Sedengkan menurut istilah, Qadar berarti penentuan yang pasti dan sudah ditetapkan oleh Allah. Termasuk segala hal yang sedang terjadi, akan terjadi, dan belum terjadi.

Keduanya tidak dapat dipisahkan, karena Qadha merupakan rencana dan Qadar adalah bentuk perwujudan atau kennyataan. Qadha dan Qadar sama-sama dikenal sebagai takdir Allah SWT.

Baca Juga: Doa Agar Keimanan Tetap Teguh di Tengah Zaman Penuh Fitnah

Demikianlah penjelasan mengenai rukun iman beserta maknanya yang wajib kita ketahui sebagai seorang muslim. Selain untuk pelajaran diri sendiri, rukun iman juga bisa dikenalkan pada anak sejak usia dini, loh. Agar mereka benar-benar memahami tentang Islam. Semoga bermanfaat, ya. Jangan lupa bagikan artikel ini untuk menambah ilmu pengetahuan bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.