Kisah Fisikiawan Muslim Pakistan yang Terlupakan Diangkat dalam Film Dokumenter

  • Bagikan
Kisah Fisikiawan Muslim Paskitan yang Terlupakan Diangkat dalam Film Dokumenter
Kisah Fisikiawan Muslim Paskitan yang Terlupakan Diangkat dalam Film Dokumenter

Seruni.id – Sejak 1 Oktober 2019 lalu, Netflix sebuah platform streaming film ini telah menggarap sebuah film dokomenter yang mengangkat tentang kisah seorang fisikiawan Muslim Pakistan yang terlupakan.

Kisah Fisikiawan Muslim Paskitan yang Terlupakan Diangkat dalam Film Dokumenter
Kisah Fisikiawan Muslim Paskitan yang Terlupakan Diangkat dalam Film Dokumenter

Film Fisikiawan Muslim Pakistan

Disutradarai oleh sutradara film yang berbasis di Brooklyn Anand Kamalakar dan diproduksi di bawah bendera Kailoola Productions, film dokumenter panjang itu berkisar pada kehidupan yang luar biasa dari fisikawan Pakistan, Dr Abdus Salam.

“Salam adalah Muslim pertama yang memenangkan hadiah sains Nobel,” ungkap Zakir Thaver, salah satu produser film, kepada BBC Culture.

Salam adalah kunci untuk menjelaskan teori fisika partikel yang hingga kini masih digunakan. Selain itu, ia meletakkan dasar untuk penemuan Higgs boson 2012 – partikel yang bertanggung jawab untuk memberikan semua massa partikel lainnya.

40 tahun berlalu, ia pernah menorehkan prestasi dengan mendapatkan Hadiah Nobel untuk Fisika, dan dirinya menjadi sosok yang jenius yang saat ini hampir dilupakan banyak orang. Namun akhirnya, salah satu penyedia layanan media streaming itu menangkat kisahnya.

“Dia sangat berkomintmen pada jati dirinya dan memperbaiki nasib rakyatnya sehingga dia mengenakan sorban di Stockholm untuk menerima hadiah dari Raja Swedia. Bahkan, selama pidato penerimaan penghargaan, Salam mengutip Alquran.” urai Thaver.

Film dokumenter tersebut, menggambarkan tentang bagaimana perjuangan Salam yang tak tergoyahkan, dalam menghadapi situasi pengujian, untuk tiga hal: fisika, keyakinan, dan kebangsaannya.

Semasa hidupnya, pria kelahiran Pakistan 29 Januari 1926 itu merupakan sosok Muslim yang sangat berdedikasi. Dia kerap mendengarkan lantunan ayat Alquran ketika tengah bekerja di kantornya yang juga rumahnya di London.

Ia tak pernah memandang agama sebagai hambatan dalam ilmu sains. Uniknya, dia berjuang untuk teori terpadu yang akan menjelaskan semua fisika partikel, yang sejalan dengan kepercayaan agamanya.

“Kami (fisikawan teoretis) ingin memahami seluruh kerumitan benda mati dalam hal konsep dasar sesedikit mungkin,” katanya suatu ketika.

Siapa Salam?

Salam yang wafat pada 21 November 1996, adalah seorang ahli fisika teori dari Pakistan. Dia adalah orang Pakistan pertama yang menerima Hadiah Nobel dalam sains. Sekaligus orang kedua dari negara Islam yang menerima Hadiah Nobel (setelah Anwar Sadat dari Mesir).

  • Bagikan
seruni.id