Mark Zuckerberg, Sang Milyarder yang Tetap Hidup Sederhana, Bagaimana dengan Kamu?

Seruni.id – Siapa yang tak kenal dengan sang milyarder Mark Zuckerberg, CEO Facebook yang terkenal itu? Nah, majalah finansial Forbes tahun 2017 lalu mencatat Mark Zuckerberg sebagai orang kelima terkaya di dunia. Pada tahun tersebut kekayaannya diperkirakan sebesar Rp 700 triliun. Berkat situs media sosial ciptaannya, lelaki 34 tahun ini pun bergelimang harta.

Meski begitu, sosok Zuckerberg justru lebih dikenal dengan kesederhanaannya. Ia selalu terlihat hanya mengenakan kaos polos abu-abunya di berbagai kesempatan. Milyarder satu ini jadi contoh bahwa tingginya penghasilan tidak harus diikuti dengan pengeluaran yang semakin besar.

Bukan hanya keandalannya menghasilkan banyak uang yang perlu ditiru, caranya mengelola dan menggunakan uang juga gak kalah menarik buat disimak. Berapa pun gajimu, cara Zuckerberg menggunakan uangnya ini layak kamu terapkan.

1. Barang-barang sederhana

Ternyata bukan cuma urusan busana, Zuckerberg memang menjalani hidup sehari-hari dengan sederhana. Dalam hal belanja,, Zuckerberg juga cenderung memilih barang dengan harga terjangkau. Saat bulan madu bersama istrinya, Priscilla Chan, Zuckerberg juga gak segan-segan makan di restoran McDonald.

Alih-alih mengendarai mobil mewah, Zuckerberg memilih mobil Acura TSX, Volkswagen, dan Honda Fit yang harganya gak lebih dari USD 30.000 atau sekitar Rp 400 jutaan. Tentu gak ada apa-apanya dibanding mobil Raffi Ahmad yang miliaran.

2. Investasi Properti

Alih-alih menghabiskan uang untuk gaya hidup mewah, Zuckerberg lebih memilih menyisihkan uangnya untuk bisnis properti. Ia menghabiskan uangnya untuk membeli beberapa rumah di beberapa lokasi. Bahkan, hampir tiap tahun ada hunian yang ia beli.

Pada Mei 2011, ia membeli rumah di Palo Alto seharga USD 7 juta. Setahun kemudian, ia membeli 4 rumah lain di sekitar rumahnya dan menghabiskan sekitar USD 30 juta. Pada 2013,  Zuckerberg kembali membeli rumah berkonsep townhouse di San Fransisco. Setahun kemudian, ia membeli dua perkebunan di Pulau Kauai, Hawaii.

3. Beramal

Mark Zuckerberg juga mengalokasikan sebagian hartanya untuk beramal. Bersama sang istri, mereka membangun lembaga amal bernama The Chan Zuckerberg Initiative pada tahun 2015.

Lembaga ini berfokus pada kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Zuckerberg berencana menjual sahamnya di Facebook dan menggunakan uangnya untuk dialirkan ke The Chan Zuckerberg Initiative.

Pada 2017 lalu, mereka menginvestasikan uang hingga USD 3 miliar untuk dana riset penyembuhan sejumlah penyakit. Di tahun yang sama, Zuckerberg juga menyumbangkan 5 juta dolar AS untuk membantu 60 guru di California membeli rumah.

4. Biaya Keamanan

Untuk urusan keamanan, biaya yang Mark Zuckerberg keluarkan gak main-main, yakni sekitar USD 7,3 juta atau sekitar Rp 100 miliar. Pada beberapa kesempatan, Zuckerberg juga sering menggunakan pesawat pribadi dengan alasan keselamatan.

Hal ini tentu bukan tanpa sebab. Sebagai pendiri sekaligus CEO media sosial terbesar, Zuckerberg sering mendapatkan ancaman dan perlakukan yang gak menyenangkan. Perlindungan tinggi pada para pemimpin perusahaan besar bukanlah hal yang aneh. Hal yang sama dilakukan juga oleh CEO Apple, Tim Cook. Ia menghabiskan USD 317 ribu untuk biaya keamanan dalam setahun.

Meski begitu, angka yang dihabiskan Zuckerberg untuk keamanan jauh lebih fantastis dari CEO Apple tersebut. Ia menghabiskan USD 20 juta atau sekitar Rp 286 miliar.

Tapi, angka ini tentu gak sebanding dengan keselamatan Zuckerberg. Betul gak?

Selain hidup sederhana, Zuckerberg juga memiliki prioritas pada pengeluarannya. Contohnya, ia memprioritaskan pos pengeluaran pada investasi properti dibanding pakaian. Jadi, ia pun tidak mengeluarkan banyak dana untuk urusan busana.

Cara Mark Zuckerberg menghabiskan uangnya harusnya sih gak sulit untuk kamu tiru. Sebagai langkah awal, sudah tahukah apa yang ingin kamu prioritaskan pada pos pengeluaranmu?

Sumber : www.moneysmart.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.