Mengalami Diare Saat Puasa? Ternyata ini Penyebabnya

Mengalami Diare Saat Puasa? Ternyata ini Penyebabnya
grid.id

Seruni.id – Mengalami diare saat puasa, tentu akan menganggu kenyamanan kita ketika beribadah di bulan Ramadhan. Agar tidak terjadinya lagi, ketahui lebih dulu yuk apa saja yang bisa menyebabkan diare saat puasa berikut ini.

Mengalami Diare Saat Puasa? Ternyata ini Penyebabnya
liputan6.com

Diare saat puasa kenapa, ya? Kondisi ini biasanya terjadi pada minggu pertama menjalani ibadah puasa. Sebenarnya kondisi ini wajar terjadi, karena tubuh sedang menyesuaikan perubahan bola makan yang berbeda dari biasanya. Diare adalah peningkatan jumlah buang air besar atau penurunan konsistensi dari tinja menjadi cair dalam waktu 24 jam. Mungkin kamu bingung mengapa bisa mengalami diare saat puasa. Namun, faktanya ada beberapa penyebab diare saat puasa yang telah Seruni rangkum berikut ini:

1. Mengonsumsi Makanan Tertentu

Penyebab paling umum yang bisa mengakibatkan seseorang mengalami diare saat puasa adalah karena mengonsumsi makanan tertentu. Biasanya makanan yang kamu konsumsi ketika berbuka maupun sahur, bisa menjadi faktor penyebab kamu mengalami diare saat puasa. Jika tidak ingin hal ini terjadi di kemudian hari, maka kamu harus memperhatikan apa yang dikonsumsi, ya. Sebisa mungkin hindarilah makanan berlemak seperti gorengan atau bersantan, makanan pedas, atau makanan dengan bumbu tajam.

2. Adanya Infeksi Saluran Pencernaan yang Berasal dari Bakteri

Ketika kamu mengonsumsi makanan atau minuman yang kurang higienis saat berbuka puasa, ini menjadi salah satu faktor penyebab diare akibat infeksi, loh. Infeksi ini dapat terjadi lantaran makanan yang dikonsumsi tidak higienis, sehingga infeksi bisa berasal dari bakteri. Sedangkan periode inkubasi atau lama waktu antara memakanan makanan dan mulai timbulnya gejala diare bisa mencapai 3-4 hari. Artinya, hal ini dapat terjadi karena bakteri yang menyebabkan diare adalah bakteri patogen yang berbeda dari bakteri yang berasal dari makanan busuk.

3. Stres

Mengalami diare saat puasa, ternyata tidak hanya disebabkan oleh pola makanan yang kurang baik saja, loh. Bisa juga disebabkan karena stres atau terlalu banyak pikiran. Tak dimungkiri, bahwa stres memang dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, salah satunya menyebabkan diare. Nah, di bulan Ramadhan ini, maka fokuslah untuk beribadah dan menenangkan diri agar kamu tidak mengalami stres yang dapat memicu diare.

4. Mengonsumsi Makanan Terlalu Manis

Apa yang kita makan tentu sangat berpengaruh pada sistem pencernaan. Jika kamu penggemar makanan manis, dan selalu mengonsumsinya ketika berbuka puasa, kemungkinan kamu akan lebih rentan mengalami diare. Terlebih buka puasa identik dengan takjil yang rasanya manis. Kamu perlu berhati-hati, ya. Sebab, belum tentu pemanis yang digunakan alami dan sehat. Faktanya, makanan yang tinggi gula mampu memicu air untuk masuk ke dalam usus dan mengakibatkan tinja menjadi cair. Jadi, jika tidak ingin ini terjadi, bijaklah dalam memilih makanan manis.

5. Masuk Angin yang Cukup Parah

Kamu mengalami diare saat puasa? Biasa jadi ini disebabkan karena masuk angin yang cukup parah. Di mana perut terasa sangat mulas dan akhirnya feses yang dikeluarkan tidak bisa dalam bentuk padat. Diare karena masuk angin disebabkan karena kelompok mikroorganisme tertentu yang menyebabkan masalah gastrointestinal dan menjadikan diare sebagai gejala umum.

Cara Mengatasi Diare Saat Puasa

Mengalami diare saat puasa membuat ibadah yang dijalankan menjadi cukup terganggu. Namun, tenang saja, kamu bisa mengatasinya dengan cara-cara berikut ini:

1. Memperbanyak Minum Air Mineral Saat Berbuka dan Sahur

Diare membuat tubuh akan mengeluarkan cairan dengan jumlah cukup banyak. Ketika puasa kita pun tidak bisa langsung menggantikan cairan tubuh yang hilang tersebut. Oleh karena itu, untuk mengganti dan menyimpan cairan tubuh, perbanyaklah minum air mineral ketika sahur dan berbuka. Atau kamu juga bisa mengonsumsi minuman berelektrolit lainnya guna menggantikan cairan tubuh yang hilang. Larutan oralit sangat dianjurkan untuk dikonsumsi ketika kamu mengalami diare saat puasa.

2. Hindari Makanan Berlemak dan Berminyak

Setelah mengetahui apa penyabab diare saat puasa, tentunya kamu juga tahu harus mengambil tindakan apa nantinya. Salah satu yang bisa kamu lakukan adalah memilih makanan yang aman untuk berbuka dan sahur. Makanan tinggi lemak dapat memperparah diare dan sakit perut, sehingga kamu harus menghindari makanan ini saat berbuka atau sahur. Batasi konsumsi lemak kurang dari 15 gram per hari. Selain itu, jika diare belum membaik, hindari daging merah, mentega, margarin, produk susu, gorengan, makanan cepat saji, makanan kemasan siap santap, dan makanan olahan.

3. Mengonsumsi Obat Diare

Obat anti diare mampu mengurangi gejala yang kamu rasakan, serta mempersingkat lamanya diare sebanyak satu hari. Adapun obat anti diare yang kerap digunakan adalah loperamide. Obat ini terbukti efektif dengan efek samping yang sedikit. Loperamide mampu menjadikan kotoran lebih padat dan mengurangi frekuensi buang air besar. Namun, jika dirasa diare tak kunjung membaik, sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih cepat.

4. Mengosumsi Yoghurt

Mengonsumsi yoghurt secara teratur ternyata bisa meningkatkan imunitas tubuh, loh. Terlebih bagi kamu yang memiliki masalah pencernaan. Menurut sebuah studi, yoghurt dapat mengatasi masalah infeksi pencernaan. Bakteri probiotik di dalamnya mampu melawan bakteri jahat pada sistem pencernaan dan membantu ‘perjalanan’ makanan di saluran cerna.

Untuk mengonsumsinya sebaiknya di lakukan pada malam hari menjelang tidur. Sebaiknya pilihlah yoghurt yang tidak mengandung pemanis buatan, ya. Sebab, yang mengandung pemanis buatan justru hanya akan membuat diare bertambah parah. Namun, jika kamu sering diare atau degan kondisi yang lebih parah ketika mengonsumsi susu atau produk olahan susu, bisa jadi kamu mengalami intoleransi laktosa.

5. Hindari Minuman Manis dan Berkafein

Mengalami diare saat puasa membuat tubuh menjadi dehidrasi. Maka dari itu, hindarilah mengonsumsi minuman manis apalagi yang mengandung kafein. Sebab, mengonsumsi minuman berkafein hanya akan membuat tubuh semakin kehilangan cairan, karena kedua sifat minuman ini adalah menarik cairan. Selain itu, makanan atau minuman manis, dapat memperburuk kondisi diare. Saat berbuka lebih baik konsumsilah air putih terlebih dahulu sampai kondisi pencernaan benar-benar sembuh.

Baca Juga: 5 Jenis Buah-buahan yang Ampuh Mengatasi Diare

Itulah lima penyebab kamu mengalami diare saat puasa dan cara mengatasinya. Jika diare terbilang berat hingga sangat kelelahan karena tubuh kehilangan banyak cairan, maka kamu harus menyegerakan berbuka puasa agar kondisi tersebut tidak berakibat fatal. Semoga bermanfaat, ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.