5 Penyebab Leher Terasa Kaku dan Cara Mengatasinya

  • Bagikan
5 Penyebab Leher Terasa Kaku dan Cara Mengatasinya
halodoc.com

Seruni.id – Leher terasa kaku sering kali dikatikan dengan istilah salah bantal. Padahal, kondisi tersebut tak melulu berkaitan dengan salah bantal, loh. Sebab, beberapa penyakita serius pun, memiliki gejala yang serupa. Agar tidak salah penangangan, kamu harus tahu dulu apa penyebabnya, sehingga kamu dapat mengatasinya dengan cara yang tepat. Berikut ini Seruni telah merangkum penyebab dan cara mengatasinya.

5 Penyebab Leher Terasa Kaku dan Cara Mengatasinya
halodoc.com

Penyebab Leher Terasa Kaku

 

1. Keseleo atau Otot Tegang

Otot levator skapula, merupakan bagian yang membentang sepanjang punggung dan menghubungkan tulang belakang leher ke bahu. Bagian tersebut dapat mengalami ketegangan atau keseleo, loh. Apa penyebabnya?

Bisa karena posisi tidur yang salah, postur tubuh yang buruk, dan aktivitas berulang memutar kepala seperti ketika berenang. Atau bisa juga disebabkan karena terlalu lama menatap layar monitor.

 

2. Meningitis

Leher terasa kaku, juga bisa disebabkan karena infeksi bakteri pada membran cairan otak dan sumsum tulang belakang sehingga menyebabkan peradangan dan kekuan leher, kemudian kondisi tersebut juga diikuti dengan demam tinggi, sakit kepala, dan mual. Jika kondisi ini terjadi pada dirimu, segeralah konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sebab, kemungkinan besar, kondisi tersebut adalah indikasi penyakit meningitis. Infeksi langka tetapi serius lainnya juga dapat menyebabkan gejala leher kaku, seperti penyakit meningokokus atau osteomielitis vertebra yang terjadi pada tulang belakang leher.

 

3. Cedera

Kecelakaan, jatuh, menyentak kepala dengan keras, cedera olahraga dapat menyebabkan cedera pada otot leher. Hal ini bisa menyebabkan gejala utama, seperti leher terasa kaku dan sakit.

 

4. Gangguan Tulang Belakang

Tulang leher terdiri dari tulang-tulang kecil dengan persendian yang begtiu komplesk. Saat salah satu bagian dari tulang tersebut tidak sejajar, maka dapat menyebabkan rasa sakit dan leher terasa kaku. Hal ini karena struktur dan jalur saraf di tulang belakang semuanya saling berkaitan, sehingga jika ada masalah pada satu ruas, dapat menyebabkan kejang otot dan kekakuan pada otot leher.

 

5. Radang Sendiri

Para pakar di American College of Rheumatology berpendapat, bahwa osteoarthritis dapat terjadi pada sendi leher seiring bertambahnya usia, dan dapat menyebabkan kekakuan pada leher, sehingga membatasi pergerakannya.

Sedangkan, rheumatoid arthritis adalah gangguan autoimun yang dapat mempengaruhi sendi leher di bagian atas yang mengakibatkan nyeri leher dan kekakuan yang cukup parah. Bahkan, arthritis juga dapat menyebabkan penyempitan pada saluran tulang belakang, rasa sakit yang menjalar ke lengan, kaki, hingga leher.

 

Cara Mengatasi Leher Terasa Kaku

Untuk mengatasi leher terasa kaku, sebenarnya mudah saja, tapi tergantung dari apa penyebabnya. Jika kekakuannya ringan, beberapa perawatan rumahan ini, mungkin dapat meringankannya.

 

1. Melakukan Peregangan

Cara mengatasi leher terasa kaku yang pertama, maka lakukanlah peregangan. Kamu cukup menggerakkan kepala secara lembut dan perlahan dari satu sisi ke sisi lain. Kemudian, putar bahu ke depan dan belakang hingga kekakuan mereda. Namun, apabila peregangan justru menyebabkan rasa nyeri, lebih baik hentikan dengan segera, ya.

 

2. Mengompres dengan Es Batu

Mengatasi leher terasa kaku bisa dilakukan dengan cara yang murah meriah dan mudah, yaitu kamu cukup mengompresnya dengan menggunakan es batu. Sebab, kompres es batu dapat membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri mati rasa. Es dapat membuat mati rasa, sehingga mampu meredakan nyeri pada leher kaku untuk sementara.

Biasanya, perawatan dengan menggunakan es batu ini, palig efektif dalam 48 jam pertama setelah cedera, ketika pembengkakan cenderung paling signifikan. Kamu bisa menggunakan kantong es sebagai pertolongan pertama, kemudian tutupi kantong tersebut dengan kain untuk menghindari radang dingin. Tempelkan es selama 20 menit setiap kali, lalu istirahatkan selama 20-30 menit.

 

3. Memeriksa Lingkungan Tidur

Kekakuan pada leher, biasanya juga disebabkan oleh kasur yang keras dan ukuran bantal yang kurang tepat. Untuk mengatasi leher terasa kaku dan mencegah kekambuhan, sebaiknya kepala, leher, dan punggung harus dalam keadaan sejajar ketika tidur. Begitupun dengan bantal yang digunakan, pastikan ukurannya sesuai.

Bantal yang keras dan lebih besar, mungkin akan lebih cocok bagi mereka yang tidur menyamping. Namun, bagi kamu yang lebih suka tidur telentang, mungkin memerlukan bantal datar yang mampu menopang kepala dan leher tanpa memaksanya ke posisi depan.

 

4. Memperhatikan Postur Tubuh

Sejumlah postur tubuh, seperti membungkuk dapat menarik otot leher secara bertahap, sehingga menyebabkan leher terasa kaku dan nyeri. Agar kondisi ini tidak berlangsung lama atau selalu kambuh, maka kamu harus fokus untuk menjaga bahu, leher, dan punggung dalam garis lurus sepanjang hari. Dengan menggunakan perangkat pengoreksi postur tubuh, mungkin dapat membantu untuk terhindari dari kekakuan pada leher.

 

5. Pijat

Melakukan pijatan, merupakan salah satu cara mengatasi leher terasa kaku. Namun, ada baiknya pemijatan dilakukan oleh terapis yang memang sudah ahli dalam bidangnya, ya. Meski belum ada penelitian yang membuktikan tentang keefektifan pijatan untuk mengatasi leher kaku, tapi berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 2014 silam, bahwa pijatan dapat mengurangi rasa sakit pada penderita radang sendi leher.

Penelitian lain yang dirilis dalam Jurnal Complementary Therapies in Clinical Practice menemukan bahwa, pijat profesional dapat membantu meredakan stres, yang secara tidak langsung dapat membantu mengatasi leher terasa kaku.

Baca Juga: 7 Cara Menghilangkan Lemak di Leher Paling Efektif

Itulah beberapa hal mengenai kekakuan pada leher. Apabila kamu merasakan gejala tersebut lebih dari seminggu, yang kemudian diiringi dengan gejala lain seperti di atas, dan tak kunjung mereda, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

  • Bagikan
seruni.id