Pernah Mengalami Kesemutan? Waspadalah!

Seruni.id – Pernah mengalami kesemutan? Mungkin Anda pernah merasakan kaki kesemutan saat duduk, bersila terlalu lama, atau ketika kaki tertindih, kesemutan yang seperti ini adalah normal karena tekanan yang terjadi pada saraf dan pembuluh darah, sehingga apabila kaki kembali diluruskan dan tekanan hilang maka kesemutan pun akan segera menghilang. Tanda dari kaki kesemutan yakni telapak kaki yang berasa sangat tebal atau membengkak. Bahkan sampai ada yang mengalami rasa panas seperti banyak semut yang menggigit kaki kita.

Kesemutan sementara terjadi karena ada anggota tubuh yang mengalami tekanan dalam waktu lama. Kondisi ini menyebabkan pasokan darah ke saraf di daerah itu menjadi terhambat. Kaki kesemutan bisa terjadi setelah duduk bersila atau memakai sepatu terlalu kecil. Sementara tangan yang kesemutan bisa terjadi karena ketika tidur posisi kepala menindih lengan.

Karena bersifat sementara, tangan maupun kaki kesemutan bisa mereda dengan sendirinya bila kamu membebaskan kedua area tersebut dari tekanan, seperti meluruskan kaki setelah duduk bersila atau melepaskan tangan yang tertindih. Dengan begitu aliran darah akan kembali lancar. Kesemutan sementara bukan  hanya terjadi karena dua hal itu saja, melainkan bisa disebabkan oleh dehidrasi dan penyakit Raynaud. Penyakit ini berpengaruh pada pasokan darah ke area tertentu pada seperti jari-jari tangan dan kaki. Penyakit Raynaud biasanya menyerang saat pengidap sedang berada di ruangan bersuhu dingin, gelisah, atau mengalami stres.

Namun, jika kesemutan yang kita alami itu datangnya berkepanjangan, maka bisa jadi ada penyakit yang kita derita, seperti :

  1. Diabetes

Biasanya kesemutan pada kedua kaki, ujung-ujung jari. Disertai dengan gejala diabates seperti sering buang air kecil, terutama malam hari saat tidur, sering merasa haus, sering merasa lapar, banyak makan tapi badan lemas. Diabetes bisa menjadi penyebab kaki kesemutan karena gula darah yang tinggi dapat merusak saraf-saraf tepi. Untuk mengetahui kita harus melakukan pemeriksaan gula darah. Untuk mengatasi kesemutan akibat diabetes ini, maka gula darah harus terkontrol agar selalu berada pada level normal dengan obat-obatan yang diberikan dokter, disamping itu harus rajin olah raga seperti senam diabetes, serta suplementasi vitamin neurotropik.

2. Saraf Terjepit

Kesemutan akibat saraf terjepit terjadi pada salah satu kaki atau bagian kaki tertentu sesuai saraf mana yang terjepit. Contohnya pada sciaticaa, dimana terjadi jepitan pada saraf sciatic yang membentang dari pinggul hingga tungkai kaki. Sebagai akibatnya daerah yang dipersarafi itu tadi mengalami kesemutan, rasa kebas atau baal, serta nyeri yang luar biasa pada pinggul hingga kaki. Untuk mengatasi kesemutan akibat saraf terjepit ini maka perlu berobat ke dokter, terapi berupa obat-obatan, fisioterapi, bahkan operasi sesuai dengan kasus yang pasien alami.

3. Malnutrisi

Gejala kaki kesemutan yang disebabkan oleh malnutrisi yaitu kesemutan pada kedua kaki, tapi tidak ada gejala diabetes seperti telah disebutkan sebelumnya. Yang dimaksud dengan malnutrisi disini yaitu kekurangan vitamin B, terutama B1, B6, dan B12. Solusi mengatasinya yaitu dengan suplementasi vitamin kompleks (B1, B6, dan B12).

4. Stroke

Kesemutan dapat jadi tanda stroke ringan. Biasanya disebabkan sumbatan pada pembuluh darah di otak, yang mengakibatkan kerusakan saraf setempat. Gejala lain yang muncul: rasa kebas separuh badan, lumpuh separuh badan, buta sebelah mata, sukar bicara, pusing, penglihatan ganda dan kabur.

Gejala berlangsung beberapa menit atau kurang dari 24 jam. Biasanya terjadi waktu tidur atau baru bangun. Kondisi ini harus ditangani karena bisa berkembang menjadi stroke berat.

5. Penyakit jantung

Kesemutan tak hanya akibat neuropati tekanan, tetapi karena komplikasi jantung dengan sarafnya. Pada pasien jantung yang sedang menjalani operasi pemasangan klep, terdapat bekuan darah yang menempel. Bekuan itu bisa terbawa aliran darah ke otak, sehingga terjadi serebral embolik.

Bila sumbatan di otak mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Jika daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan disertai kelumpuhan.

6. Infeksi tulang belakang

Ini menyebabkan bagian tubuh dari pusar ke bawah tak dapat digerakkan. Penderita tak dapat mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dinamakan mielitis (radang sumsum tulang belakang). Tingkat kesembuhan tergantung pada kerusakannya. Bisa sembuh sebagian, tetapi ada juga yang lumpuh.

7. Rematik

Penyakit ini bisa menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Dalam hal ini saraf terjepit akibat sendi pada engsel, misalnya sendi pergelangan tangan, berubah bentuk. Gejala kesemutan biasanya hilang sendiri bila rematik sembuh.

Kebanyakan kasus tangan dan kaki kesemutan yang terjadi biasaya bersifat sementara. Namun bila kondisi kesemutan terjadi secara terus menerus bahkan berdampak negatif, diiringi pusing, disertai kemunculan ruam, kehilangan kesadaran, kejang otot atau gejala lain yang tidak biasa, sering buang air kecil, timbul rasa nyeri di leher, tubuh terasa lemah atau tidak bisa bergerak, sebaiknya segera tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

Semoga bermanfaat.

-dari berbagai sumber-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.