
Seperti burung
dia berharap
ada hinggap
sebuah kecup,
di bingkai bibirnya.
Burung itu menyiulkan
sebuah lagu masa kecilnya,
dengan syair yang berbeda:
“Siapa yang melukis
senyum manis
di bingkai bibirmu itu, Dara?”
(Sumber)

Seperti burung
dia berharap
ada hinggap
sebuah kecup,
di bingkai bibirnya.
Burung itu menyiulkan
sebuah lagu masa kecilnya,
dengan syair yang berbeda:
“Siapa yang melukis
senyum manis
di bingkai bibirmu itu, Dara?”
(Sumber)