Tips Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga

malajahpama.my

Seruni.id – Banyak orang yang minder menjadi seorang ibu rumah tangga yang “cuma” kerja dirumah saja. Sikap seperti ini sama sekali tidak tepat. Padahal, menjadi ibu rumah tangga adalah sebuah pekerjaan yang sanggat mulia.

Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga pun harus kita jalani dengan perasaan bangga, bukan bangga yang menjurus pada ujub, melainkan bangga yang menunjukkan kesyukuran kita pada Allah SWT.

Bagaimana tidak, sementara banyak perempuan yang tidak beruntung karena harus menjadi tulang punggung keluarga, atau malah ada juga yang meninggalkan kodratnya sebagai seorang ibu karena terlalu asyik berkarir, seorang ibu rumah tangga justru sudah berada pada track yang tepat untuk menuntut jannah Allah.

Simaklah hadits berikut:

Suatu ketika Asma’ mendatangi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya adalah utusan bagi seluruh wanita muslimah yang di belakangku, seluruhnya mengatakan sebagaimana yang aku katakan dan seluruhnya berpendapat sesuai dengan pendapatku. Sesungguhnya Allah mengutusmu bagi seluruh laki-laki dan wanita, kemudian kami beriman kepada anda dan membai’at anda. Adapun kami para wanita terkurung dan terbatas gerak langkah kami. Kami menjadi penyangga rumah tangga kaum laki-laki dan kami adalah tempat menyalurkan syahwatnya. Kamilah yang mengandung anak-anak mereka. Akan tetapi kaum laki-laki mendapat keutamaan melebihi kami dengan shalat Jum’at, mengantarkan jenazah, dan berjihad. Apabila mereka keluar untuk berjihad, kamilah yang menjaga harta mereka dan mendidik anak-anak mereka. Maka apakah kami juga mendapat pahala sebagaimana yang mereka dapat dengan amalan mereka?”

Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh kepada para sahabat dan bersabda, “Pernahkah kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang agama yang lebih baik dari apa yang dia tanyakan?”

Para sahabat menjawab, “Benar, kami belum pernah mendengarnya ya, Rasulullah!”

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kembalilah wahai Asma’ dan beritahukan kepada para wanita yang berada di belakangmu, bahwa perlakuan baik salah seorang di antara mereka kepada suaminya, upayanya untuk mendapat keridhaan suaminya, dan ketundukkannya untuk senantiasa mentaati suami, itu semua dapat mengimbangi seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum laki-laki.”

Maka kembalilah Asma’ sambil bertahlil dan bertakbir merasa gembira dengan apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim)

Maasya Allah, sungguh beruntung para wanita yang bersedia bersabar menjadi ibu rumah tangga. Pahala kebaikan yang diperoleh bahkan setara dengan para laki-laki yang berjihad mencari nafkah.

Jangan menodai kemuliaan ibu rumah tangga dengan mempergunakan lisan kita untuk meributkan wanita lain yang memilih berkarir di luar rumah, sungguh setiap orang memiliki latar belakang berbeda-beda, dan Allah lah hakim yang paling adil, tidak tepat rasanya kita menjudge wanita selain ibu rumah tangga berarti lebih buruk misalnya.

Baca Juga: 5 Kegiatan Positif Ini Bikin Ibu Rumah Tangga Semakin Produktif

Banyak kesulitan yang akan ibu rumah tangga rasakan jika tidak ada wanita yang berkarir di luar rumah, ya kan? Melahirkan dibantu dokter pria, guru-guru seluruhnya pria, mau perawatan kecantikan pun dibantu oleh pria, tentu saja hal seperti itu sesuatu yang tidak kita harapkan.

Maka bersikaplah adil karena Allah telah mengatur dengan baik, yakni adanya wanita-wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga maupun wanita yang berprofesi lainnya. Wallahualam.