Tips Hamil di Usia 40 Lebih

usia 40

Seruni.id – Hamil di usia 40 tahun atau bahkan lebih? Bukan hal mustahil. Hamil dan memiliki keturunan dalam kehidupan berumah tangga merupakan keinginan semua orang yang berumah tangga tanpa batas usia.

Hamil adalah keadaan di mana terjadinya pembuahan selama seorang wanita atau seorang Ibu masih memiliki sklus haid atau siklus kesuburan. Namun, kerap terdapat keadaan di mana kehamilan juga menjadi resiko pada kesehatan, terutama resiko hamil di usia 40 tahun atau bahkan kehamilan di atas 45 tahun.

Bagi seorang perempuan yang sangat mendambakan kehadiran anak, tentu akan siap dengan konsekuensi serta mencari cara terbaik untuk hamil pada usia tersebut. Oleh karena itu, simak tips berikut ya agar tetap sehat saat hamil di usia 40 tahun dan lebih.

Pertama-tama, yang penting kita pahami bahwa kehamilan merupakan suatu proses yang membutuhkan banyak energi dari ibu, dan penyesuaian tubuh dengan fluktuasi hormon-hormon kehamilan serta pertumbuhan bayi.

Baca juga: Manfaat Membaca Al-Quran Saat Hamil

Seperti yang telah menjadi rahasia umum, tiap kehamilan juga unik dan tidak sama dengan kehamilan sebelum atau setelahnya. Terkadang ibu merasa berenergi, namun kadang juga merasa sangat mudah lelah dan pusing, dan keluhan tersebut wajar selama tidak didapatkan kelainan pada pemeriksaan fisik ibu dan janin.

Pada kondisi yang ibu alami, kehamilan di atas usia 40 tahun, di mana kebugaran tubuh tidak lagi seperti disaat muda, maka keluhan mudah lelah memang wajar dirasakan. Hal ini mengindikasikan bahwa saat itu, ibu memang butuh lebih banyak istirahat.

Jika memungkinkan, maka ibu bisa mengambil cuti sewaktu-waktu dari pekerjaan. Jika tidak, maka komunikasikanlah kepada atasan dan kolega ibu untuk memberikan beban pekerjaan yang lebih ringan agar ibu lebih mudah mengerjakannya.

Selain itu, ibu bisa meminta suami atau anggota keluarga lain untuk membantu mengurus rumah dan anak-anak sehingga ketika ibu tiba di rumah, ibu bisa punya waktu lebih banyak untik beristirahat.

Baca juga: Ini Lho Aturan Minum Kopi Bagi Ibu Hamil

Lakukan konsultasi awal merupakan langkah paling pertama yang perlu dilakukan oleh Ibu yang sedang hamil di usia 40 tahun dan lebih. Mengingat tingkat risiko kehamilan di usia 40 dapat terjadi pada janin dan Ibu. Oleh karenanya dengan berkonsultasi pada dokter, Ibu dapat dibuatkan gambaran hal-hal penting yang perlu diperhatikan seputar proses kehamilan di usia 40 tahun. Selain itu, dokter juga dapat lebih awal mendeteksi bila adanya gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi kehamilan. Apabila ada masalah, maka tentu dokter akan berusaha memberikan penanganan atau terapi, agar tubuh Ibu kembali terjaga dan siap untuk hamil.

Perlu diperhatikan, risiko ibu berusia lebih dari 40 tahun yang telah mengalami kehamilan sebelumnya mungkin lebih kecil dibanding mereka yang baru pertama kali hamil di usia tersebut. Namun hendaknya hal ini tidak menjadi beban pikiran dan menjadikan diri ibu stress. Jadikan itu motivasi bagi Ibu untuk tetap perhatian pada kehamilan ibu, berdo’a kepada Allah Ta’ala agar dihindarkan dari keburukan bagi ibu dan janin.

Baca juga: Doula Si Pendamping Ibu Hamil

Secara tidak langsung, menjaga diri agar tidak stres dapat menjaga daya tahan tubuh dan juga menjaga fungsi sistem hormonal tubuh. Ibu yang ingin hamil tentu harus menjaga kesehatan fisik dan mental. Sebab untuk siap hamil dan nantinya menjaga seorang anak, kedua hal tersebut sangat dibutuhkan. pikiran yang terhindar dari stres membantu mencegah terjadinya gangguan kehamilan.

Jangan lupa menjalani pemeriksaan antenatal dengan rutin dan cermat, serta menjaga asupan nutrisi dan kebugaran demi mengoptimalkan proses kehamilan dan persalinan kelak, serta menghindari risiko yang mungkin terjadi.

Selanjutnya dari sisi medis, beberapa hal yang dapat ibu lakukan untuk menjaga level energi sepanjang hari adalah:

  • Senam ringan dan latihan relaksasi rutin. Teknik ini bisa dipelajari melalui video, internet, bidan, maupun kelas hamil yang ibu ikuti.
  • Pemijatan untuk ibu hamil yang bisa membantu melancarkan peredarah darah ke seluruh tubuh.
  • Konsumsi makanan kecil berkarbohidrat dan protein beberapa kali di sela-sela waktu makan.
  • Konsumsi air putih minimal 2 L perhari, lebih jika ibu beraktivitas di luar rumah.

Semoga bermanfaat ya Ladies.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.