5 Trik Mengolah Masakan Bersantan Saat Lebaran Agar Minim Kolesterol

5 Trik Mengolah Masakan Bersantan Saat Lebaran Agar Minim Kolesterol
kompas.com

Seruni.id – Ingin menyantap makanan bersantan, tapi takut kolesterol kambuh? Tenang saja, Seruni akan memberikan beberapa trik mengolah masakan bersantan agar aman dan minim kolesterol. Simak baik-baik, ya.

5 Trik Mengolah Masakan Bersantan Saat Lebaran Agar Minim Kolesterol
health.kompas.com

Hari Raya Idulfitri menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim, setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh. Lebaran bukan hanya menjadi momen kumpul keluarga saja, tapi juga identik dengan berbagai masakan khas hari raya. Tentunya, makanan-makanan tersebut disuguhkan untuk menyambut tamu yang berkunjung ke rumah.

Salah satu yang menjadi ciri khas di hari lebaran adalah masakan bersantan. Mulai dari opor, rendang, gulai, dan lain sebagainya. Seperti yang kita ketahui, kalau makanan bersantan dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Lalu, bagaimana agar bisa menikmati sajian masakan bersantan tanpa taku kolesterol menjadi naik? Untuk menjawabnya, berikut Seruni telah merangkum beberapa trik mengolah masakan bersantan agar minim kolesterol di antaranya adalah:

1. Jangan Terlalu Sering Memanaskan Masakan Bersantan

Makanan yang masih hangat memang bisa meningkatkan nafsu makan daripada makanan yang sudah dingin. Tak heran kalau kita sering kali memanaskan kembali masakan demi menjaga kualitasnya agar tetap fresh dan. Namun, hal ini tidak berlaku pada masakan bersantan, ya. Sebab, apabila masakan bersantan terlalu sering dipanaskan, hal ini akan mengubah kandungan lemak di dalamnya menjadi lemak jenuh.

Di mana lemak tersebut dapat meningkatkan kadar LDL (lemak jahat) dalam tubuh. Banyaknya LDL dalam darah dapat menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah, sehingga menyebabkan penyumbatan aliran darah ke otak dan berisiko mengalami penyakit jantung dan stroke. Santan yang dipanaskan berulang kali akan berubah menjadi minyak kelapa yang membahayakan tubuh. Jadi, agar hal ini tidak terjadi, sebaiknya hindari untuk memanaskan masakan bersantan, ya.

2. Hindari Memasak Santan Hingga Mendidih

Trik mengolah masakan bersantan berikutnya adalah, hindari memasak santan hingga mendidih. Seperti yang kita tahu, santan berasal dari perasan kelapa yang diparut. Kelapa kaya akan nutrisi seperti serat, vitamin C, E, B1, B5, B6, besi, selenium, sodium, kalsium, magnesium, dan fosfor. Selain itu, santan kelapa juga tidak mengandung laktosa, sehingga aman dikonsumsi bagi penderita intoleransi laktosa.

Akan tetapi, sederet gizi tersebut dapat hilang seketika kalau kamu salah dalam mengolahnya. Mengapa demikian? Ternyata santan yang dimasak sampai mendidih dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Tak heran, risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah dan berbagai risiko berbahaya lainnya bisa meningkat berlipat ganda. Oleh karena itu, jika kamu tetap ingin mengonsumsinya, penting sekali untuk memperhatikan cara memasaknya agar tidak menimbulkan masalah serius.

3. Tuang Santan Di Proses Akhir Memasak

Kalau trik mengolah masakan bersantan yang satu ini kamu sudah tahu? Ternyata santan tidak boleh dimasak lebih dari tiga menit, loh. Sebenarnya santan termasuk kategori lemak baik, karena mengandung asam lemak dan trigliserida yang mudah dibakar oleh tubuh. Namun, kesalahan dalam memasak santan, justru membuat lemak tersebut berubah menjadi lemak jenuh. Maka dari itu, sangat tidak disarankan untuk memasak santan lebih dari tiga menit, apalagi sampai mendidih. Agar lebih aman untuk dikonsumsi, sebaiknya masukkan santan di bagian akhir saat memasak.

4. Tidak Memasak Makanan Berkolesterol Tinggi Bersamaan dengan Santan

Trik mengolah masakan bersantan berikutnya, yakni hindarilah memasak makanan berkolesterol tinggi bersamaan dengan satan. Karena jika mengolanya secara bersamaan, dapat memicu kolesterol yang lebih tinggi lagi. Adapun jenis makanannya yakni mulai dari telur, daging, dan jeroan.

Sering mengonsumsi santan dengan porsi banyak juga dapat memicu peningkatan berat badan seseorang. Dengan begitu, maka Seruni sangat menyanrakan, sebaiknya membuat makanan bersantan untuk satu kali santap saja, ya. Sehingga hal ini memungkinkan untuk mengurangi risiko pemanasan kembali hingga masuknya kalori yang masih bisa dikendalikan tubuh.

5. Jangan Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Bersantan

Tak ada salahnya kok kalau kamu ingin menyantap makanan bersantan di hari raya nanti. Namun, hal ini juga perlu kamu seimbangkan dengan makanan berserat. Seperti sayur, buah-buahan, gandum, chia seed, kuaci yang membuat pencernaan menjadi lebih lancar. Jangan lupa pula dibarengi dengan pola hidup sehat, ya. Usahakan untuk tetap olahraga dan mengonsumsi air mineral dengan cukup.

Baca Juga: 8 Bahan Alternatif Pengganti Santan, Rasanya Tak Kalah Gurih!

Itulah beberapa trik mengolah masakan bersantan di hari lebaran nanti. Selain minim kolesterol, dengan menerapkan trik mengolah masakan bersantan di atas juga mengingatkan kita untuk makan sesuai dengan porsinya. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa langsung kamu praktikan.