7 Alasan Pentingnya Berhenti Curhat di Media Sosial

7 Alasan Pentingnya Berhenti Curhat di Media Sosial
hipwee.com

Seruni.id – Media sosial kerap dijadikan tempat untuk saling berbagai informasi maupun mengekspresikan diri. Akan tetapi, tak sedikit orang yang memanfaatkannya untuk mengumbar masalah, alias curhat di media sosial. Meskipun tidak ada yang melarang seseorang untuk mencurahkan isi hatinya di sosial media. Namun, kita harus bisa lebih bijak dan menibang setiap postingan yang dibagikan.

7 Alasan Pentingnya Berhenti Curhat di Media Sosial
hipwee.com

Mungkin, banyak orang yang berpikir, dengan cara membagikan curhatannya di media sosial menjadi solusi terbaik untuk meluapkan kekesalan. Padahal sesungguhnya, ini bukanlah cara yang bijak. Agar kamu bisa lebih yakin, Seruni akan membagikan beberapa alasan pentingnya untuk segera berhenti curhat di media sosial. Semoga ulasan berikut ini dapat memberikanmu sedikit pencerahan agar bisa lebih bijak lagi memfilter postingan seperti apa yang seharunya dibagikan.

1. Masalah untuk Diselesaikan Bukan Dipublikasikan

Setiap manusia memiliki masalahnya hidupnya masing-masing, namun cara mereka menyelesaikannya tentu tidaklah sama. Masalah yang menerpa kita, hendaknya bisa segera diselesaikan. Namun, dengan cara bijak dan tidak membagikannya di sosial media. Akan tetapi mencari sumber penyebabnya lalu menemukan solusi terbaik untuk mengatasinya.

2. Terlihat Kurang Professional

Alasan berikutnya mengapa kita harus segera berhenti curhat di media sosial yakni, kita menjadi terlihat kurang professional. Bagaimana jika nantinya curhatanmu tesebut dilihat oleh rekan kerjamu? Pastinya mereka akan berpikir bahwa kamu kurang professional, karena mengumbar sesuaty yang sifatnya privasi.

Kita memang perlu menjadi orang yang apa adanya, namun tetap harus memiliki filter dan menimbang-nimbang postingan yang akan dibagikan. Jika sekiranya hal tersebut sangat pribadi, apalagi menyangkut aib diri sendiri, lebih baik jangan dipublikasikan karena hanya akan membuat malu diri sendiri saja. Jadi, biarkan masalahmu menjadi rahasiamu dan orang terdekat saja yang tahu.

Atau jika memang ingin tetap mempublikasikannya, kamu bisa mengatur privasi pada media sosialmu. Mana saja yang boleh dan tidak boleh melihat. Hal ini untuk berjaga-jaga agar tidak semua orang tahu masalah pribadi yang kamu publikasikan di media sosial terutama bagi kamu yang sudah bekerja dan memiliki banyak hubungan profesional dengan orang-orang penting.

3. Orang Tidak Perlu Tahu Tentang Masalahmu

Apa alasanmu menuliskan curhat di media sosial? Apakah agar semua orang tahu kalau kamu sedang dilanda masalah? Atau kamu ingin teman-temanmu menaruh simpatinya terhadapmu? Jika benar, maka siap-siap saja untuk merasa kecewa. Sebab, tak semua orang ingin tahu perihal apa yang sedang orang lain alami. Mungkin sahabatmu akan memberikan perhatiannya, tapi belum tentu teman-temanmu yang lain sama.

4. Tidak Perlu Merasa Menjadi Orang yang Paling Menderita

Yakinlah bahwa kamu tidak sendirian. Banyak orang di luaran sana yang tengah dilanda masalah dan mungkin apa yang mereka alami lebih berat dari apa yang kamu rasakan. Namun, mereka memilih untuk mencari solusi ketimbang berkelakar di dunia maya. Jadi, jangan sampai kamu merasa menjadi orang paling menderita di dunia ini ya, apalagi sampai bertindak gegabah dan membeberkan kesedihanmu, agar semua orang tahu. Ayolah, jangan cengeng.

5. Orang Lain Akan Bosan dengan Sikapmu

Setiap diterpa masalah, selalu dibagikan di media sosial. Padahal, belum tentu orang yang bermasalah denganmu akan membacanya, loh. Apalagi jika postingan berupa sindiran itu kamu tujukan untuknya. Alhasil, banyak orang yang tahu dan justru menganggapmu berksikap kekanak-kanakan. Alih-alih menanggapi, justru mereka akan menilaimu sebagai orang yang membosankan.

6. Masalah Akan Semakin Rumit

Memperlihatkan kegalauanmu di Instagram Story dan dilihat oleh banyak orang justru membuat masalah yang tadinya sepele, menjadi jauh lebih rumit. Bahkan, tak menutup kemungkinan, beberapa temanmu di dunia maya, justru menjadikan persoalan itu sebagai bahan obrolan mereka. Sehingga bisa saja, orang yang tadinya tidak tahu, jadi mengerti dan mulai bergosip di belakangmu.

7. Berpotensi Tindakan Cyber Bullying

Setiap orang pasti memiliki alasannya masing-masing mengapa ia mempublikasikan atau curhat masalah pribadi di media sosial. Ada yang memiliki motif agar mendapatkan perhatian dan dukungan, ada juga yang bermaksud menyindir, atau adapula yang bermaksud ingin memotivasi orang lain lewat masalah pribadinya tersebut.

Namun sayangnya, bukannya perhatian dan dukungan yang kamu dapatkan, justru apa yang kamu tampilkan di media sosial bisa memancing orang untuk melakukan cyber bullying karena merasa terganggu dengan postinganmu. Dampaknya, kamu bisa saja mendapatkan komentar atau balasan yang akan menyakitkan hati. Bukannya masalah akan selesai, justru malah menambah masalah baru.

Baca Juga: 10 Postingan curhat bocah di bawah umur ini bikin geregetan sendiri

Maka dari itu, sebelum bertindak untuk curhat di media sosial, lebih baik dipikirkan terlebih dahulu akibatnya, ya. Apakah pantas masalah tersebut dipublikasikan? Apa perlu orang lain tahu masalamu, atau lebih baik disimpan sendiri saja? Selain rahasia dijamin lebih aman, itu juga menandakan kalau kamu punya pemikiran yang dewasa dan bijak dalam mengambil tindakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.