Ingin Merekrut Pengasuh di Tengah Pandemi? Ini Tips Amannya!

Ingin Merekrut Pengasuh di Tengah Pandemi? Ini Tips Amannya!
cnnindonesia.com

Seruni.id – Kehadiran pengasuh di rumah sepertinya sangat dibutuhkan untuk sebagian orangtua, untuk meringankan tugas rumah tangga. Terlebih, jika seorang ibu tersebut juga bekerja di luar rumah. Namun, di tengah pandemic saat ini, pastinya tidak mudah bagi kamu untuk merekrut pengasuh maupaun asisten rumah tangga baru. Jika memang sangat perlu mempekerjakan pangasuh selama masa pandemic, berikut Seruni berikan beberapa tips yang mesti diperhatikan.

Ingin Merekrut Pengasuh di Tengah Pandemi? Ini Tips Amannya!
kanya.id

1. Periksa Riwayat Pejalanan Calon Pekerja

Jika dipikir secara teori, para pengasuh maupun asistem rumah tangga jarang sekali pebergian ke luar daerah maupun luar negeri. Terkecuali jika mereka diajak pergi oleh majikannya untuk berlibur ke luar negeri atau ke tempat-tempat yang berisiko Covid-19. Untuk itu, sebelum merekrut pengasuh, tak ada salahnya untuk memerhatikan riwayat perjalanan mereka ya, Moms. Jika tidak ada riwayat perjalan sama sekali, maka 50% kecemasanmu sudah teratasi.

2. Memilih Calon Pengasuh di Luar Zona Episentrum Covid-19

Penting sekali untuk memilih calon pengasuh baru yang berada di luar zona episentrum Covid-19. Hal ini, guna meminimalisir rasa khawatirmu terhadap penularan Covid. Apalagi, nantinya mereka akan bersama dengan buah hatimu dalam waktu yang cukup lama. Sebagai referensi sebagaimana yang dilansir dari popmama, kamu bisa mengecek daftar 138 wilayah zona kuning Covid-19 yang bersiap masuk new normal. Wilayah ini mungkin bisa jadi pertimbangan untuk merekrut calon pengasuh.

3. Melakukan Wawancara di Luar Ruangan atau Melalui Telepon

Sebelum merekrut pengasuh, tentunya kita membutuhkan informasi tentang orang tersebut, kan? Itulah pentingnya melakukan wawancara sebelum menerimanya bekerja. Mengingat situasi yang cukup mengkhawatirkan, jika kamu ingin mewawancarai langsung calon pengasuh, maka sebaiknya lakukanlah di lular ruangan karena risiko penyebaran Covid-19 lebih kecil. Selain itu, jangan lupa lakuakn social distancing. Begitu pun jika terpaksa mewawancarai di dalam ruangan.

Usahakan wawancara dilakukan dengan cepat dan tepat. Akan lebih baik lagi, jika calon pengasuh barumu itu, melek teknologi sehingga kamu bisa melakukan wawancara melalui alat komunikasi baik lewat panggilan telepon atau video. Ingat untuk mendiskusikan soal kepatuhan terhadap protokol kesehatan sehingga Mama dan calon pengasuh sepakat dan disiplin ketika melakukannya.

4. Lakukan Tes Kesehatan Kepada Calon Pengasuh

Apabila kamu sudah merasa yakin untuk menerimanya sebagai pengasuh untuk anakmu, tak ada salahnya untuk memberikannya fasilitas berupa tes kesehatan atau bahkan rapid test. Meski memakan biaya yang cukup besar, tapi dengan cara ini kamu akan sedikit lega ketika sudah mengetahui haslnya.

Dengan begitu, kamu bisa melanjutkan tahap perekrutan. Namun, apabila hasilnya positif, segera hentikan proses rekrutmen. Kamu pun sebaiknya lakukan karantina selama 14 hari karena sudah berinteraksi dengan seseorang yang dinyatakan positif meski hanya lewat rapid test.

5. Isolasi Pekerja Selama 14 Hari

Meskipun hasilnya negatif dan tidak menunjukkan gejala-gejala sakit apapun, ada baiknya kamu tetap menjaga jarak dengannya, setidaknya selama 14 hari. Jika perlu, atur agar beban pekerjaannya seminim mungkin dan minta yang bersangkutan untuk mengisolasi diri di kamarnya selama beberapa hari. Bila dalam waktu tersebut, dia sehat-walafiat saja (tanpa gejala batuk, bersih, dan lain-lain), maka dapat dianggap dia sudah steril dari virus.

6. Antar Jemput Pengasuh Sebelum Ia Menginap di Rumah

Jika pengasuh baru tidak bisa tinggal bersama untuk sementara waktu, maka ada beberapa alternatif yang bisa dicoba untuk bisa hadir di rumah. Contohnya, bersepeda, naik taksi, atau menggunakan mobil sendiri untuk menjemput dan mengantar pengasuh baru. Hal tersebut dapat menghindari pengasuh baru naik angkutan umum yang lebih berisiko bagi keluargamu.

7. Lengkap Fasilitas

Jika kamu telah memastikan calon pengasuh dalam kondisi sehat, maka kamu juga perlu memberikan pengetahuan cukup tentang bagaimana menjaga kebersihan dan kesehatan, khususnya selama masa pandemi Covid-19 ini. Jangan segan untuk mengajarkannya untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun, terutama setelah ke luar rumah.

Jangan lupa untuk menyediakan fasilitas yang mendukung seperti masker, sabun cuci tangan, hingga hand sanitizer di rumah. Untuk menjaga kesehatannya, kamu perlu menyediakan makanan bergizi serta multivitamin untuk pengasuh barumu itu. Kamu juga perlu memperhatikan kesehatan pengasuh jika ia mulai terlihat menunjukkan gejala sakit, seperti demam, batuk, flu, atau terlihat lemas dan lesu.

8. Instruksikan untuk Selalu Menerapkan Protokol Kesehatan

Terkahir, jangan lupa instruksikan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan selama 20 detik setiap usai beraktivitas, memakai hand sanitizer, memakai masker, serta pemeriksaan suhu harian. Usahakan agar pengasuh baru hanya bekerja di rumahmu.

Baca Juga: Ingin Membawa Bayi Keluar Rumah Setelah Masa PSBB? Ikuti 6 Tips Ini!

Itulah beberapa tips aman merekrut pengasuh di tengah pandemic saat ini. Semoga kamu segera mendapatkan pengasuh baru yang tepat, sehingga tenang jika meninggalkan anak saat kembali bekerja. Meskipun tampak sulit, tapi demi kebaikan keluarga tak ada salahnya melakukan hal ini diawal.