Azab Bagi Pelaku Bullying

konsultasisyariah.com

Seruni.id – Banyak dalil yang menjelaskan dan melarang kita untuk tidak berlaku dzalim terhadap sesama. Baik secara fisik, lisan, pun perasaan. Namun, yang terjadi di masyarakat, aksi tersebut dianggap hal yang biasa. Tak jarang korbannya akan merasakan sakit hati, mereka sangat geram, namun tidak ada kemampuan untuk membalas. Hanya diam dan menangis yang mereka lakukan. Lantas, adakah azab yang akan diterima bagi pelaku bullying?

[read more]

 

Hasil gambar untuk pelaku pembullyan
merkeda.com

Tradisi Bullying Sama dengan Tradisi Dzalim

Korban bullying yang hanya diam dan tidak membalas ketika dirinya terdzalimi, bisa saja akan menuntutnya ketika di akhirat. Sesungguhnya Allah tidak akan pernah melupakan kedzaliman antar sesama hambanya. Allah telah berfirman,

“Janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak karena melihat siksa.” (QS. Ibrahim: 42).

Kita sering melupakan tindakan kedzaliman yang kita kepada orang lain, padahal Allah selalu menghitungnya, sekecil apapun kedzaliman tersebut. Jika tidak selesai di dunia, maka akan berlanjut sampai ke akhirat kelak. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pernah bercerita mengenai orang yang bangkrut,

“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?”

Para sahabat Nabi pun menjawab, “Orang yang bangkrut di tengah-tengah kita adalah orang yang tidak memiliki uang dan tidak memiliki harta.”

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,

“Orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat nanti dengan membawa pahala salat, puasa, dan zakat, (namun) ia telah menghina si A, menuduh berzina si B, memakan harta si C, menumpahkan darah si D, dan memukul si E. Maka si A diberi pahala kebaikannya dan si B, si C… diberi pahala kebaikannya. Apabila amal kebaikannya habis sebelum terbayar (semua) kedzalimannya, dosa-dosa mereka yang dizalimi itu diambil lalu dilemparkan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim 2581).

Tidak Ada Hijab untuk Doa yang Menghampirinya

Doa orang yang terdzalimi senantiasa akan dikabulkan oleh Allah SWT. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pernah mengingatkan,

“Takutlah kalian terhadap doanya orang yang didzalimi. Karena tidak ada tabir antar dia dengan Allah.” (HR. Bukhari 2448).

Itulah sebab mengapa dulu para ulama ketakutan ketika mendzlimi orang lain. Karena, jangan-jangan orang yang terdzalimi akan mendoakan keburukan untuknya.

Berhasil mempermalukan orang lain, bukanlah sebuah prestasi yang hebat. Karena sesungguhnya kita diciptakan bukan untuk bertanding ataupun saling menghina. Melainkan kita diciptakan untuk saling mengasihi antar sesama.

Membully bisa menjadi dosa yang tidak kita sadari, meskipun kita sering menganggap hal tersebut membahagiakan atau sekedar candaan.

[/read]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.