Cambridge Central Mosque Jadi Saksi Bisu Mualafnya Pedro Carvalho

  • Bagikan
Cambride Central Mosque Jadi Saksi Bisu Mualafnya Pedro Carvalho
google.com

Seruni.id – Cambridge Central Mosque atau ‘Masjid Ramah Lingkungan‘ pertama di Eropa ini baru diresmikan oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Masjid yang berlokasi di Cambridge, Inggris ini menjadi saksi bisu mualafnya Pedro Carvalho.

Cambride Central Mosque Jadi Saksi Bisu Mualafnya Pedro Carvalho
google.com

Menjadi Mualaf

Pedro Carvalho resmi menjadi seorang Muslim pada (6/12/2019) kemarin, selepas shalat Jumat. Sebelumnya, ia melakukan percapakan terlebih dahulu di luar masjid dengan seorang imam di Turki bernama Ali Tos.

Dalam percakapan tersebut, mereka membicarakan tentang perlunya dunia Kristen untuk mengenal Islam lebih baik. Menurut Carvalho, bahwa segala hambatan untuk seseorang mempelajari Islam harus segera dihilangkan. Ia mengaku dirinya belajar dan mengenal Islam ketika bekerja bersama dengan orang Muslim.

Dia memberi tahu imam tersebut perihal niatnya yang ingin menjadi mualaf. Hanya saja, dia masih mencari waktu yang tepat. Namun, imam tersebut memberikan jawaban yang sangat menohok. Sebab, jika mencari waktu yang tepat, akankah kita memiliki jaminan untuk bisa hidup di hari esok bahkan sedetik lagi?

“Jika Anda mencari waktu yang tepat, waktu yang tepat adalah sekarang. Kita hidup di dunia, di mana kita tidak memiliki jaminan untuk bisa hidup bahkan sedetik lagi, jadi waktu yang tepat adalah sekarang,” kata imam tersebut.

Mendapatkan jawaban yang sangat menyentuh hatinya, ia lantas meminta sang imam untuk menunjukkan kepadanya bagaimana cara untuk menjadi seorang Muslim. Mereka kemudian pergi ke masjid untuk segera mengikrarkan dua kalimat syahadat. Dan akhirnya, Carvalho resmi menjadi mualaf.

Dilansir dari Andolu pada Sabtu (7/12/2019) Carvalho mengatakan, masuk Islam adalah keputusan batin.

“Perasaan ini adalah bagian dari jiwa saya, ini bagian dari saya, dan suatu hari saya akan bertemu Pencipta saya, dan hari ini saya merasa jauh lebih bahagia,” tambahnya.

Usai dirinya resmi menjadi mualaf, orang-orang yang berada di masjid tersebut terus memberinya selamat sebagai saudara Muslim. Tak hanya ucapan selamat saja yang mengalir untuknya, namun pelukan pun turut ia dapatkan.

Baca Juga: Nur Adiba: “Setelah Menjadi Mualaf Saya Merasa Lebih Dihormati”

Sementara itu, tunangan Carvalho juga ikut masuk Islam. Kedua belah keluarga mereka sangat mendukung keputusan tersebut untuk masuk Islam.

  • Bagikan
seruni.id