Cara Agar Suami Mau Terlibat dalam Mengurus Anak

tabloidbintang.com

Seruni.id – Banyak Ibu muda yang mengeluhkan suami mereka enggan dalam mengurus buah hati. Kebanyakan dari mereka berkata, suami terlalu sibuk mencari uang, atau malah sibuk dengan urusannya sendiri. Sebenarnya, menjalain hubungan rumah tangga perlu adanya kerja sama dari kedua belah pihak, tidak hanya istri yang selalu turun tangan dalam mengelola kehidupan rumah tangga.

republika.co.id

Sebaiknya, libatkan suami dalam membina hubungan rumah tangga. Karena, kehidupan rumah tangga perlu dikelola oleh kedua belah pihak, yaitu mereka yang telah mengikat janji suci pernikahan. Lalu, bagaimana caranya agar suami mau terlibat dalam mengurus anak ataupun rumah tangga? Berikut ulasannya.

Diskusikan dengan Suami

Agar suami mau terlibat dalam mengurus anak, sebaiknya hal ini didiskusikan terlebih dahulu, bahkan di awal pernikahan dengan pasangan. Diskusikan tentang segala hal, jika memang memutuskan ingin memiliki anak. Karena, kebanyakan pasangan muda yang memutuskan menikah, tetapi mereka melewatkan sesi diskusi ini dengan harapan semua akan berjalan dengan baik.

Ajak Suami Berlatih

Setelah didiskusikan dan kedua belah pihak sudah sepakat, kemudian, ajak suami untuk berlatih, dan jalankan kesepakatan tersebut dengan konsisten. Banyak Ibu yang menjadi malas melakukan ini karena merasa suami tidak cekatan, lupa dikerjakan, atau bahkan membiarkan suami tidak mengerjakan apa yang menjadi bagiannya, karena sudah merasa lelah usai pulang bekerja. Jadi, itulah pentingnya untuk mengajak suami berlatih sebelum dia benar-benar terlibat dalam mengurus anak.

Beri Suami Kesempatan dan Tanggung Jawab

Setelah sukses berlatih, cobalah berikan kesempatan pada suami untuk melakukan tugasnya. Jangan hanya karena hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan ekspektasi, Anda langsung menyuruh suami berhenti melakukannya. Padahal, hal tersebut justru membuat suami merasa tidak dipercaya dan tidak memiliki tanggung jawab yang harus dipenuhi.

Jika Anda tidak memberikan kesempatan, suami juga akan merasa tidak perlu melakukan hal tersbut. Untuk itu, Anda perlu belajar memberikan tanggung jawab. Suami yang bersikap ‘maju-mundur’ itu merupakan tantangan yang harus dihadapi. Jika hal ini dapat dilakukan secara konsisten, maka lambat laun, pola saling membantu akan terbentuk di dalam diri suami.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membuat suami mau lebih terlibat mengurus anak dan rumah tangga. Selamat mencoba!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.