Cara Mudah Deteksi Gejala Happy Hypoxia

Cara Mudah Deteksi Gejala Happy Hypoxia
kompas.com

Seruni.id – Di tengah ramainya kasus Covid-19, ada istilah baru muncul yang membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaannya. Yakni Happy Hypoxia. Diketahui, masalah ini dapat menyerang pasien Covid-19 dan bisa berakibat fatal.

Cara Mudah Deteksi Gejala Happy Hypoxia
health.detik.com

Seperti yang dikutip dari laman Popmama, Happy Hypoxia merupakan sebuah kondisi di mana darah dalam tubuh kekurangan oksigen karena terus menurun. Normalnya saturasi oksigen dalam darah berkisar antara 95-99%. Apabila berada di bawah angka tersebut, maka kita perlu waspada.

Akibat kurangnya oksigen dalam darah akan sangat fatal sekali, karena organ0organ tubuh bisa kekurangan oksegen sehingga bisa terjadi disfungsi. Organ-organ dalam tubuh manusia ini akan mati, dan dalam kasus terburuk, mereka dapat merenggut nyawa penderitanya. Untuk mencegah hal ini, kamu bisa mengambil beberapa tindakan, berikut Seruni telah merangkum informasi selengkapnya!

Gejala Happy Hypoxia

Penderita Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG) dapat mengalami Happy Hypoxia. Akan tetapi, hal ini biasanya muncul pada pasien yang sudah bergejala. Penyakit yang satu ini kerap membuat penderitanya seperti tidak sakit. Bahkan, mereka yang memiliki saturasi oksigen di bawah 80% bisa tampak baik-baik saja. Pada sejumlah kasus, ketika saturasi oksigen sudah di bawah 60% ada yang masih sadar. Namun, sebagian juga mengalami pingsan tanpda terduga. Adapun ciri-ciri pasien dengan Happy Hypoxia adalah sebagai berikut:

  • Batuk
  • Berkeringat
  • Detak jantung luar biasa (bisa lambat atau cepat)
  • Kebingungan
  • Pernapasan cepat
  • Perubahan warna pada kulit
  • Sesak Napas

Cara Mendeteksi

Umumnya, pasien Covid-19 yang mengalami Happy Hypoxia sangat tiba-tiba dan langsung merasakan sesak. Apabila hal ini terjadi, maka mereka akan sangat membutuhkan oksigen. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi sesak hingga pingsan. Ada beberapa cara untuk mendeteksi dini Happy Hypoxia, yakni:

  • Tarik napas dalam-dalam 2-3 kali. Jika timbul rangsangan batuk, waspadailah risiko hypoxia.
  • Atau bisa menggunakan alat Pulse Oxymeter di ujung jari, untuk mengukur saturasi oksigen. Oximeter memiliki ukuran kecil sehingga mudah dibawa. Alat ini bekerja dengan pemasangan di ujung jari dan mengecek seberapa baik oksigen mengikat sel darah merahmu. Pada orang sehat, angka saturasi pada oximeter akan berada pada 95-100 persen. Kamu bisa memilikinya sendiri di rumah.

Sebagaimana yang dikutip dari akun YouTube BeritaSatu, pasien positif Covid-19 di Banyumas mengalami hal yang cukup mengerikan ini. Tiga pasien tersebut bahkan menunjukkan gejala Happy Hypoxia. Meski mereka tidak mengalami batuk, pilek, dan demam. Namun, saturasi oksigen dalam darah berangsur menurun. Sampai akhirnya pasien meninggal dunia tanpa merasakan gejala sama sekali.

Hal-hal yang Harus Diwaspadai

Terkait gejala Happy Hypoxia, ada beberapa hal yang patut diwaspadai. Sebab, pasien dengan Happy Hypoxia sangat berbahaya hingga meninggal dunia. Bukan hanya waspada saja, ada tanda-tanda pasien Covid-19 yang kemungkinan memiliki saturasi oksigen sangat rendah. Pasien tidak merasakan sesak, tapi ia menunjukkan hal-hal yang patut diwaspadai:

  • Ada rasa berat di dada ketika bernapas
  • Cepat lelah
  • Frekuensi napas semakin cepat jika diukur per menit

Jadi, itulah yang dapat Seruni uraikan mengenai gejala, serta cara untuk mendeteksinya. Untuk kalian semua di mana pun berada, diharapkan tetap waspada dengan pandemi Covid-19 ini. Jangan keluar rumah jika memang tidak perlu, ya! Namun, apabila terpaksa harus keluar, pastikan kamu dalam keadaan fit, jangan lupa pakai masker, cuci tangan, dan hindari kerumunan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.