Inilah Golongan Manusia yang Tidak akan Allah Ajak Bicara pada Hari Kiamat

Inilah Golongan Manusia yang Tidak akan Allah Ajak Bicara pada Hari Kiamat
Inilah Golongan Manusia yang Tidak akan Allah Ajak Bicara pada Hari Kiamat

Seruni.id – Pernahkah kamu merasa sangat ingin berbicara dengan seseorang, namun seseorang tersebut justru memalingkan wajahnya dari kita. Bagaimana rasanya, menyakitkan bukan? Bayangkan saja, jika sosok yang ingin kita ajak berbicara tersebut adalah Sang Khalik pencipta alam dan seluruh isinya. Tahukah kamu, bahwa sebenarnya terdapat beberapa golongan manusia yang tidak akan Allah ajak bicara pada hari kiamat kelak. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berikut ini,

“Ada tiga golongan, yang tidak akan Allah ajak bicara pada hari kiamat, tidak akan Allah lihat, dan tidak akan Allah sucikan, serta baginya adzab yang pedih. Rasulullah mengulang sebanyak tiga kali. Abu Dzar bertanya: Siapa mereka wahai Rasulullah? Sabda beliau: Al musbil (lelaki yang menjulurkan pakaiannya melebihi mata kaki, al mannaan (orang yang suka menyebut-nyebut sedekah pemberian), dan pedagang yang bersumpah dengan sumpah palsu,” (HR. Muslim: 106).

Inilah Golongan Manusia yang Tidak akan Allah Ajak Bicara pada Hari Kiamat
Inilah Golongan Manusia yang Tidak akan Allah Ajak Bicara pada Hari Kiamat

Lantas siapakah mereka yang termasuk ke dalam golongan manusia yang tidak akan Allah ajak berbicara saat hari kiamat?

1. Lelaki yang Menjulurkan Pakaiannya Melebihi Mata Kaki

Yang dimaksud dengan menjulurkan pakaiannya melebihi mata kaki bukan hanya karena celanannya kepanjangan, atau jubahnya kebesaran, melainkan pakaian yang sengaja dijulurkan karena keangkuhan dan kesombongannya agar terlihat lebih tinggi di mata manusia.

Lihatlah betapa banyaknya orang yang gemar berlebihan dengan pakaian yang dikenakannya, niat mereka adalah agar mengesankan hati bagi siapapun yang memandangnya. Padahal, hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Selain karena berlebihan, juga karena kesombongan hanyalah milik Allah. Maka hanya Dialah yang pantas somobong dan besar dengan asma-Nya, Al Mutakabbir (pemilik segala kebesaran).

2. Orang yang Kerap Menyebut-nyebut Pemberiannya

Seseorang yang gemar menyebut atau mengungkit sedekah yang telah ia berikan. Bahkan, sampai tega merendahkan atau menyakiti hati si penerimanya. Maka sesungguhnya, bukan surga Allah yang ia terima atas kedermawanannya, malainkan azab yang sangat pedih dikarenakan sifat pamer (riya) yang dimilikinya.

Menyebut-nyebut pemberian merupakan sebuah sikap yang tidak disuai Allah dan justru akan merugikan kita sendiri pada hari kiamat kelak. Sebab, pahala sedekah yang kita lakukan sesungguhnya tidak memiliki pahala di sisi Allah. Maka dari itu, marilah kita menata hati dan menjaga lisan dari perkataan-perkataan buruk, sehingga kita bisa terhindari dari sikap menyebut-nyebut perbuatan baik yang kita lakukan.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghindari diri dari menyebut-nyebut amal kebaikan:

• Menata hati dan senantiasa membersihkan diri kita dari sikap ujub dan sombong dengan memperbanyak berzikir dan mengingat Alloh SWT.

• Melupakan semua kebaikan-kebaikan yang kita lakukan tanpa harus mengingat-ngingatnya sehingga kita terhindar dari menyebut-nyebut kebaikan yang kita lakukan.

• Kita harus menjaga syahwatul kalam (syahwat berbicara) kita dengan cara memperbanyak diam atau tidak berkata-kata kecuali untuk perkataan yang baik.

3. Orang yang Melariskan Dagangannya dengan Sumpah Palsu

Terkadang ketika melakukan perniagaan, atau jual beli, banyak dari mereka yang kerap melakukan sumpah palsu demi melariskan dagangannya. Hal ini sangat dilarang oleh Allah SWT. Allah berfirman,

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah meraka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat pada hari Kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih,” (Ali’Imran: 77).

Bahaya dari melakukan sumpah palsu demi melariskan dagangan akan menyebabkan hilangnya keberkahan dari perniagaan tersebut. Hal ini seperti yang telah disabdakan Rasulullah Shallalahu’alaihi wa sallam dan riwayat Muslim yang berbunyi,

“Dari Abu Qatadah al-Anshaari bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Hindarilah banyak bersumpah dalam jual beli. Memang sumpah itu dapat melariskan barang dagangan namun kemudian akan menghilangkan berkahnya.”

Dalam melakukan perniagaan sebaiknya kita mengedepankan kejujuran dan tidak terlalu mudah untuk mengucapkan sumpah hanya untuk melariskan atau memuluskan usaha perniagaan yang kita lakukan. Karena jujur merupakan sifat yang terpuji.

Allah menyanjung orang-orang yang mempunyai sifat jujur dan menjanjikan balasan yang berlimpah untuk mereka. Termasuk dalam jujur adalah jujur kepada Allah, jujur dengan sesama dan jujur kepada diri sendiri. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits yang shahih bahwa Nabi bersabda,

“Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga. Seseorang yang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur, akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang yang selalu jujur. Dan jauhilah kedustaan karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan selalu berdusta, hingga akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta.”

Itulah beberapa golongan manusia yang tidak akan Allah ajak bicara pada hari kiamat kelak. Semoga kita bukanlah salah satu dari golongan tersebut. Dan semoga Allah memberikan naungan kepada kita semua disaat tidak ada naungan selain naungan Allah SWT. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.