Kesalahan Orangtua Dalam Mendidik Anak

pendidikankarakter.com

Seruni.id – Meskipun banyak orangtua yang mengetahui, bahwa mendidik anak merupakan tanggung jawab yang besar, tetapi sayangnya, masih banyak orangtua yang lalai dan menganggap remeh masalah ini.

Banyak hal yang dilakukan agar anak tersebut menjadi manusia yang berguna, bahkan orangtua selalu mengatakan bahwa anaknya harus lebih baik dari dirinya sendiri dalam berbagai hal, baik ilmunya, pendidikannya, dan dalam segala hal.

Namun kenyataannya, secara sadar ataupun tidak, orangtua sering membuat kesalahan dalam mendidik putra-putrinya. Lantas, apa saja yang menjadi kesalahan parenting yang biasa dilakukan orangtua?

Terlalu Memanjakan Anak

klikdokter.com

Banyak orangtua yang masa kecilnya bisa dibilang kurang bahagia. Dengan apa yang telah dirasakannya itu, dia bertekad akan membahagiakan anaknya, agar anaknya tidak boleh merasakan hal yang sama. Sampai akhirnya, ia memberikan anaknya segala fasilitas, serta semua yang diminta oleh anak lantas mereka penuhi.

Cara tersebut tentu tidaklah baik untuk masa depannya. Padahal, kesulitan dalam hidup akan membangun mental anak menjadi lebih kuat. Ketika anak beranjak dewasa pun ia akan menjadi sosok yang mudah menyerah dan kurang berusaha. Parahnya, ia juga akan menjadi orang yang mudah menyalahkan orang lain apabila apa didapatkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Sering Berteriak pada Anak

haibunda.com

Seringkali orangtua berteriak pada anak ketika mereka melakukan sebuah kesalahan. Mereka berpikir bahwa teriakan adalah sebuah bentuk dari ketegasan. Padahal, sikap ini justru akan membuat mental anak meredup dan menghilangkan rasa percaya dirinya. Selain itu, mereka juga akan merasa tidak dicintai orangtuanya serta depresi.

Gagal Mendengarkan

haibunda.com

Banyak orangtua yang terlalu lelah dalam memberikan perhatian pada anak dan cenderung kurang peduli pada apa yang anak-anak mereka ungkapkan. Misalnya, saat anak laki-lakinya pulang dengan mata yang lebam, pada umumnya orangtua akan khawatir dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuat matanya lebam, mengira-ngira si anak terkena benturan bola atau bekehali. Tetapi faktanya, orangtua tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga anaknya sendiri yang bercerita.

Helicopter Parenting

learningliftoff.com

Helicopter parenting adalah istilah untuk orangtua yang terlalu overprotective alias terlalu mengatur semua sisi kehidupan anak. Beberapa contoh helicopter parenting dalam kehidupan sehari-hari misalnya adalah anak harus selalu bersama orangtuanya, tidak boleh pergi jauh-jauh, ekskul sekolah dan teman bermain dipilih mama, bahkan memilih mainan pun dipilihkan Sang Mama, dengan alasan bahwa pilihan mama adalah yang terbaik untuk anak.

Dalam sebuah studi tahun 2011, Universitas Tennssee di Chattanooga menyatakan bahwa, helicopter parenting berdampak pada masa depannya, ketika dia beranjak dewasa, anak menjadi mudah depresi, sulit menerima ide baru, tidak kreatif dan tidak bisa menyelesaikan masalah dengan baik.

Orangtua yang Terlalu Sibuk dengan Gadget

pondokibu.com

Di zaman yang modern sekarang ini, membuat sikap seseorang menjadi berubah. Bahkan, banyak orangtua yang abai terhadap anaknya, mereka lebih fokus dengan gadget dibanding dengan buah hatinya. Tahukan Anda? Sikap seperti itu, akan membuat anak merasa kurang dicintai oleh orangtuanya. Kenyataannya, orangtua kerap merasa ia punya tugas penting yang berhubungan dengan gadgetnya. Bagaimana jika saat orangtua menua, anak melakukan hal yang sama seperti yang Anda lakukan saat ini?

Terlalu Dingin pada Anak

kumparan.com

Banyak orangtua yang merasa seperti ada jarak dengan anaknya. Entah karena jarang mengobrol bersama, terlalu cuek atau sengaja membuat jarak agar dihormati oleh anak. Padahal, anak yang orangtuanya seperti ini akan rentan mengalami depresi dan gangguan kecemasan saat masuk usia dewasa. Ia akan menjadi sosok yang kurang mendapatkan kasih sayang yang cukup dari orangtuanya.

Apakah ini akan membuat orangtua masa kini menyalahkan orangtua terdahulu karena tidak sukses? Jawabannya adalah, tidak. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah belajar parenting lebih banyak lagi untuk kebahagiaan keluarga dan kesuksesan anak di masa depan.

Segala Diukur dengan Materi

google.com

Anak membutuhkan quality time bersama orangtuanya. Tidak cukup hanya memberi anak berbagai benda dan mainan yang bisa mereka koleksi. Karena, anak juga membutuhkan orangtua untuk mendengarkan mereka dibandingkan dengan Anda memberinya sesuatu dan diam. Hal ini justru akan berdampak kurang baik bagi psikologis anak.

Itulah kesalahan fatal orangtua dalam mendidik anaknya, baik sadar ataupun tidak. Memang masih banyak kesalahan-kesalahan lainnya yang tidak bisa dituliskan. Semoga setelah membaca ini, para orangtua ataupun yang akan menjadi orangtua dapat belajar dari artikel ini, agar buah hati yang mereka cintai tumbuh dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.