Kisah Para Pekerja Freeport Salat Tarawih di Masjid ‘Perut Bumi’

google.com

Seruni.id – Selama bulan Ramadhan, kaum muslim akan berpuasa dan melakukan salat tarawih selepas isya. Salat tarawih berjamaah biasanya dilakukan di surau ataupun masjid terdekat. Namun, lain cerita bila ibadah salat tarawih dilakukan di lokasi yang tak lumrah, di perut bumi misalnya.

google.com

Inilah yang dilakukan oleh para pekerja Freeport Indonesia, mereka melaksanakan salat, baik salat lima waktu ataupun tarawih di tempat yang tak biasa. Ya, mereka mendirikan salat di sebuah masjid yang berada di dalam perut bumi. Masjid tersebut bernama Baabul Munawwar, yang bermakna ‘pintu tempat cahaya’.

Masjid yang telah berdiri kurang lebih 3 tahun itu, memiliki kedalaman 1.700 meter dari permukaan bumi di Tembagapura, Mimika, Papua. Tak hanya dipakai untuk salat tarawih saja, ternyata masjid tersebut juga digunakan untuk berbuka puasa bersama.

“Adapun untuk kegiatan selama bulan Ramadhan, kita usahakan setiap hari Jumat itu paling tidak seminggu sekali kami adakan buka bersama di Masjid Baabul Munawwar,” ujar Budi Sutrisna, karyawan PT Freeport Indonesia yang juga merupakan pengurus Masjid Baabul Munawwar, dalam keterangannya, Selasa (28/5/2019).

google.com

Dalam kesehariannya, pria yang juga merupakan pengurus masjid itu, pertugas sebagai general foreman di Deep Mill Level Zone (DMLZ) atau tambang bawah tanah PT Freeport. Karyawan yang aktif mengikuti kegiatan di masjid kebanyakan berasal dari bagian operasi tambang bawah tanah, seperti bagian mekanik, konstruksi, operator, elektrik, instrumen dan lainnya.

Budi juga menjelaskan, bahwa pasa saat tiba waktu berbuka puasa, biasanya mereka bergegas menghentikan sejenak pekerjaan mereka untuk membatalkan puasa, sekaligus menunaikan salat magrib. Setelah itu, mereka akan kembali ke posnya masing-masing untuk kemudian berkumpul kembali di dalam masjid dan menunaikan salat isya dan tarawih berjamaah.

“Di sela waktu antara Magrib dan Isya, para karyawan biasanya mengikuti safety meeting di bagian masing-masing. Meeting ini dilakukan untuk mengingatkan para pekerja terkait keselamatan kerja, karena bagaimanapun keselamatan kerja merupakan prioritas utama,” terang Budi.

“Jadi, setelah mereka selesai pembagian tugas, sekitar setengah jam, mereka kembali ke masjid untuk melaksanakan shalat Isya secara berjamaah dan dilanjutkan tarawih. Setelah itu mereka kembali ke pekerjaan masing-masing, melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawabnya,” katanya lagi.

Dan khusus pada hari Jumat, para karyawan yang Bergama muslim akan mendapatkan menu berbuka puasa yang berbeda dari biasanya. Selain itu, pihak dari masjid juga akan mendatangan ustaz untuk member tausiah, yang didatangkan dari Yayasan Masyarakat Muslim (YMM).

“Kami mengundang ustaz dari Yayasan Masyarakat Muslim (YMM) untuk jadi imam sekaligus penceramah di kultum. Di samping itu, kita mengagendakan berbagai kegiatan lainnya yang bisa mengeratkan silaturahmi di antara jemaah. Alhamdulillah, mereka cukup gembira, cukup ramai, dan akan menyambut positif dari kegiatan ini,” lanjut Budi.

Sementara itu, Riza Pratama sekalu Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia, menyebutkan bahwa menajeman perusahaan memang sengaja mendirikan Masjid Baabul Munawar sebagai bentuk komitmen perusahaan atas kehidupan beragama para karyawannya.

PT Freeport memiliki karyawan lebih dari 28 ribu personel, tentunya perusahaan tersebut menjadi tumah bagi banyak individu dengan keyakinan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kenyamanan karyawan dalam beribadah menjadi prioritas paling utama yang perusahaan berikan.

“Dengan jumlah karyawan yang begitu besar, tentu saja kenyamanan mereka dalam menjalankan ibadah sesuai kepercayaan merupakan prioritas kami. Karena itulah pada bulan yang suci ini, kami juga memastikan para karyawan kami yang beragama muslim untuk dapat menjalankan ibadah dengan maksimal,” Kata Riza.

Untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan spiritual karyawannya, PT Freeport juga menyediakan fasilitas gereja bagi karyawan yang beragama Kristiani. Uniknya, gereja yang diberi nama Oikumene Soteria itu terletak berdampingan dengan masjid. Pada tahun 2017 lalu, keduanya pun sempat mendapatkan piagam rekor dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai masjid dan gereja terdalam di Indonesia, bahkan di dunia.

“Selain untuk memenuhi kebutuhan karyawan, keberadaan rumah ibadah secara berdampingan ini juga merupakan bentuk toleransi antar umat beragama dan simbol keberagaman karyawan PT Freeport Indonesia,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.