Perhatikan 7 Hal ini Sebelum Membeli Tanaman Secara Online

Perhatikan 7 Hal ini Sebelum Membeli Tanaman Secara Online
casaindonesia.com

Seruni.id – Selama pandemi, banyak orang yang menghabiskan waktunya di rumah. Selama itupun banyak dari mereka yang menjadi lebih produktif. Misalnya, jadi lebih sering membersihkan rumah, memasak, hingga bercocok tanam. Tak heran, jika mereka memboyong tanaman ke dalam rumah.

Perhatikan 7 Hal ini Sebelum Membeli Tanaman Secara Online
dekoruma.com

Membeli tanaman secara online, merupakan cara paling praktis dan aman, karena kita tidak perlu mendatangai secara langsung, dan meminimalisir penularan Covid-19. Meskipun memang harganya tentu sedikit lebih mahal. Nah, bagi kamu yang hobi bercocok tanam dan ingin membeli tanaman secara online, pastikan untuk mempertimbangkan tujuh hal berikut ini, ya.

1. Memilih Marketplace Terpercaya

Memilih marketplace terpercaya menjadi langkah penting sebelum kamu memutuskan untuk membeli tanaman secara online. Tak sedikit pedagang tanaman yang menawarkan harga di bawah rata-rata, dengan kualitas yang sesuai pula. Tak jarang, banyak pembeli yang tertipu karena penjual yang kabur atau memblokir akun si pembeli. Meskipun ini memang menjadi risiko si pembeli, jika tak mencaritahu lebih dulu. Maka dari itu, penting sekali untuk mencaritahu siapa dia, di mana lokasinya, serta ulasan dari orang-orang terhadapnya.

2. Membaca Ulasan Pelanggan

Kemudian, setelah kamu sudah memilih marketplace. Jangan lupa untuk membaca ulasannya secara detail, ya. Sebab, dengan cara ini, kamu akan terbantu dalam hal estimasi anggaran, jika memang ulasannya tidak bagus. Jadi, ini merupakan pertimbangan penting yang tak boleh terlewatkan. Sebab, tumbuhan tak seperti barang pada umumnya, pendapat dari pelanggan yang lain sangat penting untuk dibaca.

3. Membaca Keterangan Secara Detail

Biasanya, gambar tanaman yang dilihat secara online tak melulu mirip dengan yang dikirimkan ke rumah, loh. Agar tidak kecewa, untuk itu baca keterangan secara detail terlebih dahulu, ya. Apakah dikirim dengan pot dan tanah, berapa ukurannya, bisa juga dikirim dengan akar telanjang, atau bahkan stek muda. Dengan membaca kebijakan dari si penjual, maka akan mencegah salah membeli.

4. Pertimbangkan Kondisi Rumah

Ketika memutuskan untuk membeli tanaman secara online, jangan hanya mempertimbangkan tampilannya saja, ya. Namun, juga kondisi di rumahmu. Karena beberapa tanaman membutuhkan kondisi udara dan sinar yang mencukupi. Untuk itu, kondisi lingkungan rumah sangat menentukan. Terutama tanaman dengan ukuran besar. Jangan sampai, ketika sudah di rumah, tanaman justru akan mati atau kering hanya dalam hitungan hari.

5. Menyesuaikan Tanaman dengan Opsi Packaging dan Pengiriman

Hal berikutnya, perhatikan spesies tanaman yang akan kamu beli. Selain itu, pastikan pula memilih opsi pengiriman tercepat, jika itu adalah tanaman yang mudah layu atau mati, misalnya tanaman bunga hias dan tanaman tak berkayu. Jika ragu, jangan sungkan untuk menanyakan ke penjual, apakah ia bersedia menambah lebih banyak tanah, member obat anti stress tanaman, membuat packing tambahan kardus kayu, tapi ini dapat memperbesar peluang tanaman tetap dalam kondisi sehat saat proses pengiriman.

6. Biaya Pengiriman Ekstra

Biaya pengiriman tak boleh luput dari perhatian, ya. Jika di sana tersedia layanan antar secara cepat dengan biaya ekstra, akan lebih baik dipilih. Sebab, secara umum, tanaman tidak boleh menghabiskan lebih dari lima hari dalam kotak, tanpa matahari. Lebih cepat sampai rumah akan lebih baik, jangan sampai perjalanan yang terlalu lama justru membuat tanaman kering atau mati.

7. Melakukan Karantian Sesuai Spesies Tanaman

Sering kali pembeli melakukan kesalahan saat paket tanaman mereka tiba, kesalahan tersebut yaitu menanamnya tempat di bawah matahari langsung. Ini merupakan perlakuan yang tidak tepat, dan seharusnya tidak dilakukan. Inilah pentingnya untuk mengkarantina tanaman lebih dulu ketika sampai di rumah, namun harus disesuaikan dengan spesiesnya, ya. Caranya dengan memakai tanah kebun yang gembur dan subuh, menyiram secukupnya, kemudian letakkan di tempat yang teduh selama kurang lebuh 5-7 hari.

Dengan cara tersebut, nantinya tanaman akan menyesuaikan dirinya kembali dengan suhu, tanah, serta lokasi baru secara perlahan. Jika dalam waktu 7 hari dedaunannya kembali menghijau dan menghadap atas seluruhnya, barulah bisa diletakkan dibawah matahari langsung atau tetap berada ditempat teduh.

Baca Juga: 8 Tips Merawat Tanaman Hias di Dalam Rumah Agar Tak Mudah Layu

Sebelum membeli tanaman secara online, pastikan kamu sudah memahami poin-poin di atas, ya. Agar nantinya tidak kecewa ketika tanaman sudah sampai di rumah. Selamat berkebun semoga bermanfaat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.