12 Urutan Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah dan Keutamaannya

  • Bagikan
12 Urutan Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah dan Keutamaannya
freepik.com

Seruni.id – Banyak dari kita yang mungkin sudah tahu bahkan hafal dengan nama-nama bulan yang ada dalam kalender Masehi. Namun, apakah kalian sudah hafal apa saja nama bulan dalam kalender Hijriyah? Kalau belum, yuk segera dihafalkan, dengan membaca ulasan berikut ini sampai selesai.

Daftar Isi

Pengertian Kalender Hijriyah

12 Urutan Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah dan Keutamaannya
freepik.com

Kalender Islam atau kalender Hijriyah adalah penanggalan yang berkaitan dengan ibadah dan hari penting umat Muslim. Jumlah hari pada kalender Hijriyah tidak jauh berbeda dari kalender Masehi, dalam satu bulannya terdapat 29 hingga 30 hari, dan 354 atau 355 dalam setahun.

Bulan yang terdapat di dalam kalender Hijriyah bukanlah sekadar bulan biasa. Sebab, di setiap urutannya memiliki makna dan keutamaannya masing-masing, khususnya bagi umat Muslim. Salah satu nama bulan dalam kalender Hijriyah yang istimewa terdapat pada bulan kesembilan atau Ramadhan, di mana seluruh umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh. Untuk lebih jelasnya, yuk simak urutan nama bulan dalam kalender Hijriah berikut ini:

1. Muharram (محرم)

Dalam kalender Masehi bulan yang pertama adalah Januari, sedangkan nama bulan dalam kalender Hijriyah yang pertama adalah Muharram. Tepat tanggal 1 Muharram diperingati sebagai tahun baru Islam, bulan ini pun terdiri dari 30 hari. Muharram sendiri memiliki arti ‘diharamkan’ atau yang tidak diperbolehkan.

Hal ini bermula lantaran sebuah kepercayaan, bahwa pada bulan ini merupakan awalan baru dan setiap dari kita harus menghindari peperangan. Dalam sejarah pun disebutkan bahwa bulan ini sangat ditaati, di Arab pun hampir tidak pernah terjadi perang ketika memasuki bulan Muharram.

Keutamaan Bulan Muharram

Salah Satu Bulan Haram

Muharram merupakan salah satu bulan haram, bersama dengan tiga bulan lainnya, yakni Dzulqa’dah, Dzuldijjah, dan Rajab. Adapun keutamaan bulan Muharram ini dijelaskan dalam salah satu hadis yang berbunyi,

“Dalam satu tahun ada 12 bulan, di antaranya ada 4 bulan haram, 3 bulan secara berurutan adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajabnya Mudhor yang berada di antara Jumada dan Sya’ban.” (HR. Bukhori).

Mendapat Pahala yang Berlipat

Di bulan Muharram setiap pahala yang diraih akan dilipatgandakan. Pada bulan tersebut pula, segala dosa yang diperbuat akan menjadi lebih berat dan amal sholeh yang dikerjakan pun akan mendapat pahala yang berlipat. Terkait dengan keutamaan bulan Muharram ini, ahli tafsir bernama Qatadah bin Di’amah, atau Imam Qatadah pernah berkata,

“Amal sholeh lebih besar pahalanya jika dikerjakan di bulan-bulan haram sebagaimana kezholiman di bulan-bulan haram lebih besar dosanya dibandingkan denagn kezholiman yang dikerjakan di bulan-bulan lain meskipun secara umum kezhaliman adalah dosa yang besar.”

Anjuran Berpuasa

Keutamaan yang selanjutnya, yaitu puasa pada bulan ini disebut lebih baik setelah puasa Ramadhan. Keutamaan ini juga disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah,

“Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadhan adalah pada bulan Allah yang bernama Muharram.” (HR. Muslim).

2. Safar (صفر)

Nama bulan dalam kalender Hijriyah yang kedua adalah Safar atau Shofar. Jumlah hari dalam bulan ini pun sama seperti bulan kedua pada kalender Masehi, yakni terdiri dari 29 hari. Secara sederhana Safar memiliki arti kosong, yang mana menunjukkan peringatan untuk para pemuda Arab agar pergi merantau dari perkampungannya.

Keutamaan Bulan Safar

Bulan yang Menguji Keimanan

Bulan Safar menjadi bulan yang menguji keimanan kita. Terutama bagi yang tinggal di lingkungan yang masih menerapkan amal-amal khurafat, yang sebaiknya tidak kita ikuti.

Melatih Diri untuk Menjadi Pribadi yang Berpendirian

Keutamaan berikutnya, bulan Safar dapat melatih kita untuk menjadi pribadi yang memiliki pendirian dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-sunnah.

Meningkatkan Ketakwaan

Bulan Safar juga dapat meningkatkan ketakwaan setiap hamba-Nya. Yakni dengan senantiasa menjalani apa yang diperintahkan Allah SWT serta menjauhi larangannya, termasuk percaya pada hari sial, tentu harus dihindari.

3. Rabi’ul Awal (ربىع الأول)

Nama bulan dalam kalender Hijriyah yang ketiga adalah Rabi’ul Awal. Bulan ini menjadi bulan yang dimuliakan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Sebab, di bulan inilah Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Tepatnya pada Senin, 12 Rabi’ul Awal di tahun Gajah. Rabi’ul Awal memiliki arti kembalinya para pemuda yang sebelumnya merantau.

Keutamaan Rabi’ul Awal

Disunnahkan Memperbanyak Sholawat

Bulan ketiga dalam kalender Islam ini, kerap dimanfaatkan umat Islam untuk bersholawat dan memberi salam kepada Rasulullah SAW. Terutama sholawat Nariyyah yang bermanfaat untuk membuat hidup menjadi lebih baik, dan InsyaAllah akan mendapatkan syafa’at dari Rasulullah SAW.

Banyak Berkah

Di bulan ini pula sering dimanfaatkan untuk berkumpul sesama Muslim di masjid ataupun majelis-majelis, dengan tujuan untuk menanamkan rasa cinta atau mahhabah kepada Rasulullah SAW.

Kecintaan kepada Rasulullah SAW

Keutamaan bulan Rabi’ul Awal menjadi bulan untuk mengungkapkan akan kecintaan kepada Rasulullah. Bahkan, orang kafir sekalipun akan mendapatkan manfaat dengan kegembiraan tersebut.

Melakukan Amal Kebaikan

Bulan Rabi’ul Awal menjadi bulan untuk melakukan amal kebaikan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Abu Lahab untuk memerdekakan Suwaibah. Amal kebaikan yang mudah dilakukan di antaranya membaca Al-Qur’an, bersholawat kepada Nabi, dan memperbanyak sedekah.

4. Rabi’ul Akhir (ربىع الأخر)

Nama bulan dalam kalender Hijriyah berikutnya adalah Rabi’ul Akhir, yang merupakan bulan keempat dari hitungan kalender Hijriyah umat Islam. Mengapa disebut Rabi’ul Akhir? Hal ini lantaran bulan ini menandai musim mekarnya bunga dan tumbuhnya tumbuhan di akhir. Terdapat beberapa peristiwa yang terjadi pada bulan Rabi’ul Akhir, di antaranya yakni diturunkannya surah Al-Hasyr, percobaan pembunuhan Rasulullah SAW oleh Bani Nadzir, perang Al-Ghabah dan Al-Ghamar, perang Damsyik, hingga terjadinya perang Jamal.

Keutamaan Bulan Rabi’ul Akhir

Melaksanakan Segala Perintah yang Wajib dengan Lebih Giat

Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah pada surat Ar Ro’du ayat 11 yang artinya,

“Allah tidak akan merubah suatu kaum kecuali kaum itu merubah dirinya sendiri.”

Yang dimaksud adalah bahwa meningkatkan diri dalam melaksanakan perintah wajib, seperti shalat wajib, puasa Ramadhan, zakat, dan lainnya adalah datang dari diri sendiri. Untuk diri sendiri yaitu memenuhi kewajiban serta menjauhkan diri dari yang kufur, “Sesungguhnya shalat menjauhkan dari kufur.” (al hadis).

Memperbanyak Sodaqoh

Di bulan ini banyak sekali peristiwa bersejarah, yang paling sering terjadi adalah peperangan. Maka dari itu, sebaiknya mulailah membangun rasa cinta kepada sesama dengan meningkatkan sodaqoh amal jariyah kita. Adapun sodaqoh sebaiknya kita berikan kepada fakir miskin, anak yatim, orang yang berjuang di jalan Allah, orang yang terlilit hutang, dan orang yang sedang bepergian. Selain itu, kita juga bisa menyumbangkan sebagian harta kita untuk jariyah. Sebab, jariyah merupakan salah satu ibadah yang nilai pahala akan terus mengalir meskipun kita telah meninggal dunia.

Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah SWT

Adapun takwa yang dimaksud adalah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Menjauhi larangan Allah terasa sulit apabila kita tidak terbiasa melakukannya, seperti menghindari zina dalam Islam. Tak heran jika ada berbagai macam tipe manusia. Ada yang melaksanakan perintah-Nya dan tidak menjauhi larangan-Nya, ada yang tidak melaksanakan perintahnya dan tidak menjauhi larangn-Nya, dan ada pula yang melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah.

5. Jumadil Awal (جمادى الأول)

Bulan Jumadil Awal atau Jumadil Ula merupakan bulan kelima dalam kalender Islam. Dalam satu bulan, terdapat 30 hari. Bulan ini memiliki arti mulainya kekeringan. Arti tersebut berasal dari kejadian sulit bertanam dan beternak pada awal penggunaan sistem kalender Hijriyah.

Keutamaan Bulan Jumadil Awal

Bulan Baik untuk Mendisiplinkan Diri

Biasanya Jumadil Awal dimanfaatkan oleh umat Muslim untuk mendisiplinkan diri, misalnya dengan melakukan puasa. Sebab, dengan berpuasa kita akan terlatih untuk makan dan minum pada waktu yang sudah ditentukan yakni sahur dan berbuka. Puasa di bulan Jumadil Awal, akan membuat hidup semakin disiplin dalam melakukan segala hal.

Mengajarkan Kesungguhan Beribadah

Bulan Jumadil Awal juga menjadi bulan yang baik untuk lebih memperlihatkan kesungguhan dalam beribadah. Ada banyak ibadah yang bisa kita lakukan, misalnya membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an atau setidaknya kita dapat memperoleh manfaat membaca Al-Qur’an satu juz dalam sehari sehingga dalam satu bulan kita dapat mengkhatamkannya.

Bulan Memohon Ampunan

Sama halnya dengan bulan lainnya, Jumadil Awal juga menjadi waktu yang tepat untuk memohon taubat kepada Allah SWT. Oleh karena itu, perbanyaklah berdoa dan memohon ampunan atas dosa yang kita perbuat pada bulan tersebut.

6. Jumadil Akhir (جمادى الأخر)

Nama bulan dalam kalender Hijriyah yang keenam adalah Jumadil Akhir atau bisa juga disebut dengan Jumadil Tsaniyah, dalam satu bulan terdiri dari 29 hari. Bulan ini menjadi akhir dari kekeringan. Meski demikian, bulan ini terjadi pada musim dingin, loh.

Keutamaan Bulan Jumadil Akhir

Ada banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan ini. Salah satunya adalah keyakinan bahwa pada bulan ini, malaikat Jibril turun untuk menemani Rasulullah SAW. Selain itu, Jumadil Akhir juga dipercaya sebagai bulan kelahiran putri Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah.

Di bulan Jumadil Akhir juga pasukan Islam berhasil meraih kemenangan dalam menundukkan kekuasaan Byzantium atau Roma. Kemenangan tersebut diketuai oleh Khalid bin Walid, seorang tentara Islam yang tersohor pada masa itu. Namun, berkat kecerdikan dan strategi yang ia miliki, Khalid bin Walid berhasil mengalahkan tentara Byzantium yang jauh lebih banyak daripada tentara Islam.

7. Rajab (رجب)

Bulan ketujuh dalam kalender Hijriyah atau Rajab merupakan bulan suci yang memuat 30 hari. Bulan ini diartikan sebagai mulia dan menahan diri. Pada bulan ini, bangsa Arab melepas tombok dari besi tajam untuk menahan diri dari perang. Pada 27 Rajab, umat Islam akan merayakan hari Isra’ Mi’raj, di amana Nabi Muhammad menjalankan kegiatan Isra’ Mi’raj.

Keutamaan Bulan Rajab

Bulan Kemuliaan

Bulan Rajab adalah salah satu bulan yang mulia dan juga termasuk ke dalam bulan haram bersama tiga bulan lainnya, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharam. Merujuk Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 36, pada bulan ini, umat Islam dilarang menganiaya diri sendiri. Selain itu, juga tidak boleh melakukan peperangan. Sehingga dianjurkan untuk memperbanyak amalan agar memperoleh pahala yang besar.

Bulan Penuh Ampunan

Keutamaan berikutnya adalah bulan penuh ampunan. Oleh karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak membaca istighfar di bulan Rajab. Ad-Dailami meriwayatkan sebuah hadis melalui Sayyidina Ali bin Abi Thalib di mana Rasulullah pernah bersabda,

“Carilah banyak pengampunan dari Allah di bulan Rajab karena dalam setiap jam (di bulan Rajab) Allah membebaskan orang-orang dari neraka.”

Bertepatan dengan Isra’ Mi’raj

Di bulan Rajab ini terjadi peristiwa penting bagi Nabi Muhammad dan umat Islam. Pada malam ke-27 bulan Rajab, Rasulullah melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj. Dalam perjalanannya tersebut, Rasulullah SAW menuju langit ketujuh atau Sidratul Muntaha. Di sana, Nabi Muhammad SAW menghadap Allah SWT dan mendapatkan perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam.

8. Sya’ban (شعبان)

Bulan selanjutnya adalah Sya’ban yang terdiri dari 29 hari. Sya’ban diartikan sebagai berkelompok, hal ini lantaran sejarahnya pada pada bulan ini orang Arab berpencar untuk membantuk kelompok untuk mempertahankan komunitasnya. Dalam hal tersebut, kegiatan yang dilakukan sekelompok orang Arab itu bisa berupa mencari air, beternak, dan pekerjaan lain yang bermanfaat bagi penduduk komunitas tersebut.

Keutamaan Bulan Sya’ban

Bulan Diangkatnya Amalan Manusia kepada Allah

Hal ini sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW,

“Dari Usamah bin Zaid, beliau berkata, ‘Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, aku melihat Engkau berpuasa dalam sebulan yang tidak aku lihat Engkau berpuasa seperti demikian dalam bulan yang lain.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Bulan Syaban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang banyak manusia melalaikannya.

Dalam bulan Sya’ban diangkat amalan manusia maka aku cintai tidak diangkatkan amalanku kecuali aku dalam keadaan berpuasa.’ Aku berkata, ‘Aku melihat Engkau berpuasa hari Senin dan Kamis dan tidak Engkau tinggalkan keduanya.”

Rasulullah SAW menjawab, ‘Sesungguhnya amalan hamba diangkat dalam kedua hari tersebut, maka aku cintai tidak diangkatkan amalanku kecuali aku sedang dalam keadaan puasa,” (HR Al Baihaqi).

Adanya Malam Nisfu Sya’ban

Nisfu Sya’ban merupakan malam pertengahan bulan Sya’ban yang bertepatan pada tanggal 15 Sya’ban. Malam ini menjadi malam termulia setelah malam Lailatul Qadar. Umat Muslim meyakini pada alam Nishfu Syaban dua malaikat pencatat amal sehari-hari manusia yakni Raqib dan Atid, menyerahkan catatan amalan manusia kepada Allah. Pada malam itu, buku catatan amal yang digunakan tiap tahun diganti dengan yang baru. Para ulama menyatakan nishfu syaban juga dinamakan malam pengampunan karena pada malam itu, Allah SWT menurunkan pengampunan dan mengabulkan permohonan kepada hamba-Nya yang soleh.

Rasulullah SAW Paling Banyak Melakukan Puasa

Aisyah RA meriwayatkan,

“Adalah Rasulullah SAW berpuasa sehingga kami mengatakan bahwa beliau tidak berbuka dan beliau berbuka sehingga kami mengatakan bahwa beliau tidak berpuasa. Dan tidak pernah saya melihat beliau lebih banyak berpuasa dalam sebuah yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban.” (HR. Muslim).

9. Ramadhan (رمضان)

Bulan kesembilan yakni Ramadhan. Si bulan ini seluruh umat Islam dianjurkan untuk menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Arti nama bulan Ramadhan berarti sangat panas. Diartikan demikian karena berasal dari tujuan dirayakannya Ramadhan, yaitu untuk membakar dosa kita selama hidup.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Penuh Keberkahan

Di bulan Ramadhan akan dipenuhi dengan keberkahan. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda,

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh keberkahan. Allah SWT telah mewajibkan kepada kalian berpauasa di dalamnya, di bulan itu pintu-pintu langit akan dibuka dan pintu-pintu neraka akan ditutup, di bulan itu setan-setan akan diikat, di bulan itu ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa terhalang mendapatkan kebaikannya maka sungguh ia telah terhalang.” (HR. An-Nasai).

Diampuni Dosa

Dosa-dosa yang telah lalu juga akan diampuni sebagai mana yang disebutkan dalam hadis berikut ini,

“Siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang bangun malam Qadar dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari Muslim).

Selain itu, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sholat lima waktu dan Jum’at ke Jum’at berikutnya, Ramadhan, ke Ramadhan berikutnya menghapus dosa (seseorang) di antara waktu tersebut selama ia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim).

Pahala yang Dilipatgandakan

Ibadah yang dilakukan oleh setiap muslim yang berpuasa akan dilipatgandakan. “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah SWT berfirman (yang artinya) “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku.” (HR. Muslim).

Dibukanya Pintu Surga

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika telah datang bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka akan ditutup dan setan-setan akan dibelenggu dengan rantai.” (HR. Bukhari dan Muslim).

10. Syawal (شوال)

Nama bulan dalam kalender Hijriyah yang berarti bahagia adalah bulan Syawal. Bulan yang terdiri dari 29 hari ini, memiliki arti demikian karena merupakan bulan yang penuh berkah. Sebab, pada tanggal 1 Syawal seluruh umat Islam merayakan Hari Raya Idulfitri setelah melaksankan puasa satu bulan penuh.

Keutamaan Bulan Syawal

Bulan Kembali ke Fitrah

Syawal merupakan bulan kembalinya umat muslim kepada fitrahnya, diampuni segala dosanya setelah melakukan ibadah Ramadhan sebulan penuh. Pada tanggal 1 Syawal, umat muslim kembali makan pagi dan diharamkan untuk berpuasa pada tanggal tersebut. Datangnya bulan Syawal membawa kemenangan bagi umat muslim yang berjaya menjalani ibadah puasa sepanjang Ramadhan, dan menjadi lambang kemenangan dari ‘peperangan’ menentang musuh dalam jiwa yang besar, yaitu hawa nafsu.

Bulan Takbir

Seperti yang kita tahu, bahwa tanggal 1 Syawal diperingati sebagai Hari Raya Idul Fitri, dan seluruh umat muslim di berbagai belahan dunia mengumandangkan takbir. Oleh karena itu, bulan Syawal merupakan bulan dikumandangkannya takbir oleh seluruh umat Islam secara serentak, paling tidak selama satu malam begitu memasuki tanggal 1 Syawal.

Bulan Peningkatan

Keistimewaan bulan Syawal yang paling utama adalah bulan ‘peningkatan’ kualitas dan kuantitas ibadah. Secara harfiah, Syawal memiliki arti ‘peningkatan’, yakni peningkatan ibadah sebagai hasil pelatihan selama bulan Ramadhan. Umat muslim diharapkan mampu meningkatkan amal kebaikannya pada bulan Syawal, bukan justru menurun atau menjauh dari Islam.

11. Dzulqa’dah (ذوالقاعدة)

Nama bulan dalam kalender Hijriyah yang ke-11 adalah Dzulqa’dah yang memiliki arti istirahat. Bulan ini terdiri dari 30 hari, Dzulqa’dah ditetapkan orang Arab sebagai hari tenang setelah perayaan besar di bulan Syawal. Oleh karenanya, pada bulan ini ditetapkan juga pantangan untuk perang.

Keutamaan Bulan Dzulqa’dah

Bulan Haram

Dzulqa’dah termasuk bulan haram, sebagaimana telah disebutkan. Bulan haram atau disebut juga bulan yang disucikansebagaimana yang disebutkan oleh At-Thabari dalam kitab tafsirnyaialah bulan yang dijadikan oleh Allah sebagai bulan yang suci lagi diagungkan kehormatannya.

Di mana di dalamnya amalan-amalan yang baik akan dilipatgandakan pahalanya, sedangkan amalan-amalan yang buruk akan dilipatgandakan dosanya. Dzulqa’dah mempunyai keistimewaan karena di dalamnya Allah melarang manusia untuk berperang.

Salah Satu dari Bulan Haji

Bulan Dzulqa’dah juga merupakan salah satu dari bulan-bulan haji (asyhrul hajj) yang dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya,

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang telah diketahui…” (Qs. al-Baqarah: 197).

Rasulullah Menunaikan Ibadah Umrah

Di antara keistimewaan bulan Dzulqa’dah, bahwasannya pada bulan ini Rasulullah menunaikan ibadah umrah hingga empat kali, dan ini termasuk umrah beliau yang diiringi ibadah haji. Meskipun ketika itu beliau berihram pada bulan Dzulqa’dah dan menunaikan umrah tersebut di bulan Dzulhijjah bersamaan dengan haji (Lathaa-iful Ma’aarif, karya Ibnu Rajab).

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan umrah sebanyak empat kali, semuanya di bulan Dzulqa’dah, kecuali umrah yang dilakukan bersama hajinya. Empat umrah itu adalah umrah Hudaibiyah di bulan Dzulqa’dah, umrah tahun berikutnya di bulan Dzulqa’dah, …(HR. Al Bukhari).

12. Dzulhijjah (ذوالحجاة)

Bulan terakhir dalam kalender Hijriyah adalah bulan Dzulhijah. Bulan ini menandakan bulan suci bagi mereka yang akan menunaikan haji. Biasanya bulan ini terdiri dari 29 hari, tetapi di tahun kabisat (4 tahun sekali) menjadi 30 hari dalam sebulan. Di akhir tahun Hijriyah, seluruh umat Muslim dianjurkan untuk berbagi dengan menyembelih hewan kurban. Biasanya dilakukan betepatan pada tanggal 10 Dzulhijah atau disebut sebagai Idul Adha.

Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Hari yang Afdhal

Keutamaan dari bulan Dzulhijjah juga terlihat di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Qurath Radhiyallaahu ‘anhuma beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda,

“Hari yang paling afdhal atau utama (dalam setahun) adalah hari raya qurban (10 Dzuulhijjah),” (HR. Ibnu Hibban).

Siangnya Lebih Utama

Keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah juga dijelaskan oleh Ibnu Qayim. Ketika menjelaskan antara 10 hari terakhir bulan Ramadhan dengan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

“Seseorang bertanya: ‘Yang manakah yang lebih afdhal sepuluh terakhir di bulan Ramadhan ataukah sepuluh awal bulan Dzulhijjah?’ Imam Ibnul Qayyim –rahimahullah- berkata “Jika dilihat pada waktu malamnya, maka sepuluh terakhir bulan Ramadhan lebih utama dan jika dilihat waktu siangnya, maka sepuluh awal bulan Dzulhijjah lebih utama,” (Lihat Zaadul Ma’ad 1:57).

Nah, itulah urutan nama bulan dalam kalender Hijriyah atau kalender Islam yang perlu kita ketahui. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi kita semua, terlebih untuk mengajarkan anak-anak di rumah seputar ilmu agama.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

seruni.id