Penyebab, Gejala, dan Langkah Pengobatan Varises

Penyebab, Gejala, dan Langkah Pengobatan Varises
halodoc.com

Seruni.id – Munculnya varises menjadi ‘mimpi buruk’ bagi para wanita. Karena dengan adanya varises, kepercayaan diri mereka kerap menurun saat mengeksplorasikan pakaian yang akan dikenakan. Apakah kamu salah satu yang mengalaminya?

Penyebab, Gejala, dan Langkah Pengobatan Varises
aladokter.com

Namun ternyata, kondisi ini bukan hanya masalah kecantikan saja, tapi lebih dari itu. Kondisi ini sebenarnya terjadi karena adanya kerusakan katup pembuluh darah balik yang membawa darah kotor dari tubuh kembali ke jantung. Untuk lebih lengkapnya, cari tahu dan temukan sosulinya di bawah ini, yuk!

Apa itu Varises?

Untuk yang belum tahu apa itu varises, berikut ini akan Seruni jelaskan secara singkat mengenai kondisi ini. Jadi, varises adalah pembuluh darah vena yang membengkak dan membesar yang berada di permukaan kulit. Pembuluh darah vena tersebut membawa darah yang rendah oksigen dari sel dan jaringan kembali ke jantung. Kemudian, di sanalah darah akan ditukar dengan darah yang penuh oksigen.

Masalah ini bisa terjadi di tubuhmu pada bagian mana pun. Tapi, biasanya kondisi ini terjadi pada bagian kaki. Meski varies sangat umum terjadi pada banyak orang dan tidak membahayakan, namun tetap memerlukan penanganan dokter ketiak gejala tersebut muncul dan cukup menganggu atau berisiko menyebabkan komplikasi.

Apa Penyebab Varises?

Lantas, apa sih penyebab varises pada remaja maupun orang yang telah lanjut usia? Penyebab paling umum dikarenakan lemahnya katup vena, sehingga tidak mampu menahan akumulasi darah. Meski penyakit ini tidak menular. Namun biasanya, ini bisa terjadi dalam satu keluarga, loh.

Awalnya, vena yang bertugas membawa darah dari jaringan tubuh ke jantung. Pembuluh darah ini memiliki katup satu arah yang membantu menjaga darah mengalir ke jantungmu. Apabila katup melemah ataupun rusak, maka darah akan kembali dan menyatu di pembuluh darah. Ini nantinya akan menyebabkan pembuluh darah vena membengkak, menonjol, hingga terlihat di permukaan kulit.

Faktor-faktor Risiko Mengalami Varises

Riwayat Keluarga

Salah satu meningkatkan risiko penyakit ini, bisa dikarenakan anggota keluarga dengan masalah yang sama.

Usia

Selain riwayat kelurga, faktor usia juga bisa menjadi penyebab varises. Karena, seiring bertambahnya usia, pembuluh darah dan katupnya mulai melemah. Sehingga fungsinya pun semakin memburuk dan menyebabkan pembengkakan di vena.

Jenis Kelamin

Wanita lebih banyak mengalami hal ini dibandingkan dengan pria. Hal ini dikareanakan adanya perubahan hormone yang terjadi selama pubertas, kehamilan, dan menopause, sehingga dapat meningkatkan risiko seorang wanita untuk mengalami kondisi ini.

Kehamilan

Pada saat hamil, pertumbuhan janin di dalam kandungan member tekanan pada pembuluh darah di kaki ibu. Itulah mengapa varises kerap terjadi pada ibu hamil. Namun kabar baiknya, kondisi ini dapat membaik dalam waktu 3-12 bulan pasca melahirkan, loh.

Kegemukan atau Obesitas

Penyebab varises yang berikutnya bisa dikanrekan kelebihan berat badan atau obesitas. Berat badan yang berlebih akan memberikan tekanan ekstra pada pembuluh darah. Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah vena menjadi bengkak sehingga menimbulkan masalah.

Tidak Aktif

Kurangnya bergerak aktif bisa menimbulkan varises, seperti berdiri atau duduk terlalu lama, terutama dengan posisi kaki ditekuk. Ini karena tetap dalam satu posisi untuk waktu yang lama dapat memaksa pembuluh darah untuk bekerja lebih keras untuk memompa darah ke jantung.

Pernah Trauma di Kaki

Dan yang terakhir, varises bisa juga disebabkan karena pernah mengalami pembekuan darah atau kerusakan traumatis pada katup pembuluh darah dapat melemahkan kemampuan pembuluh darah untuk memindahkan darah kembali ke jantung. Ini dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah di pembuluh vena.

Meski tidak memiliki faktor risiko yang telah disebutkan di atas, bukan berarti kamu tidak memiliki risiko untuk mengalaminya. Sebab, faktor di atas hanyalah referensi saja.

Bagaimana Cara Menghilangkannya?

1. Bawang Putih

Salah satu bumbu masakan yang memiliki aroma yang begitu harum ini, bukan hanya mampu mengurangi peradangan, namun juga bisa membantu mendetoksifikasi darah dan membuat aliran darah menjadi lebih lancar. Selain itu, bawang putih juga berguna untuk memecahkan protein di dalam tubuh dan mendistribusikannya secara merata ke dalam tubuh.

Untuk menggunakannya, kamu harus meracik bawang putih terlebih dahulu. Kamu perlu menyiapkan lima suing bawang putih, kemudian dicincang halus, dan ditambahkan dengan tiga buah jeruk nipis, serta dua sendok minyak zaitun.

Jika sudah, barulah campurkan ketiga bahan tersebut ke dalam toples bersih. Setelah itu, tutup rapat dan diamkan selama kurang lebih 12 jam. Kemudian untuk menggunakannya, kamu perlu mengocok atau mencampurkannya terlebih dahulu.

Oleskan racikan bawang putih tersebut dengan mengaplikasikan ke bagian tubuh yang terdapat varises secara melingkar. Setelah digosokkan, diamkan semalaman (10 – 12 jam) lakukan cara ini setiap dua kali sehari selama setidaknya dalam satu bulan.

2. Kubis

Kubis kaya akan antioksidan dan fitokimia yang mampu membantu pembekuan darah. Kubis juga harus dibuat racikan terlebih dahulu sebelum digunakan. Caranya dengan menyiapkan tiga lembar kubis yang sudah dipotong kecil. Setelah itu, masukkan potongan kubis tersebut ke dalam blender dan haluskan. Jika sudah, saring dan ambil ektrak jus kubis tadi. Kamu bisa mengoleskan ekstrak kubis tadi ke bagian tubuh yang terkena varises, setidaknya tiga kali sehari.

3. Biji Tomat

Biji tomat mengandung asam salisiat yang memiliki sifat hampir mirip dengan aspirin, yang berfungsi sebagai antioagulan. Biasanya biji tomat digunakan untuk mencegha pembekuan darah dan meningkatkan aliran darah. Jika mengoleskannya ke kulit secara rutin, maka bisa bantu mengurangi varises. Cara membuat racikan dari biji tomat untuk menghilangkan varises ini adalah dengan memotong 2 tomat dalam potongan kecil. Jangan membuang bijinya, masukkan ke dalam blender selama beberapa saat hingga menjadi campuran yang halus. Setelah itu, oleskan racikan ini pada kulit yang terkena varises setidaknya 3-4 kali dalam sehari, selama minimal 2 bulan.

4. Minyak Zaitun

Minyak zaitun memiliki sifat antiinflamasi dan menyejukkan yang bisa diserap melalui kulit. Dengan begitu, ini akan membantu mengurangi pembuluh darah yang memebesar dan akan kembali mengaktifkan aliran darah. Tingginya kandungan asam lemak omega-3 pada minyak zaitun juga dapat meningkatkan aliran darah pada vena. Kamu perlu menyiapkan minyak zaitun ke dalam mangkuk dan panaskan. Oleskan pada kulit yang terkena varises selama beberapa menit. Ulangi dua kali sehari, selama minimal 2 bulan.

Baca Juga: Waspada, Ini 7 Bahaya Duduk dengan Kaki Menyilang

Adakah Tindakan yang Diperlukan?

Berbicara mengenai tindakan, hal ini sebenarnya tergantung dari tingkat penyakit itu sendiri. Prosedur non invasive biasanya terdiri dari penggunaan kompresi stoking dan penyuntikan varises menggunakan agen sklerosan.

Sementara itu, bagi yang membutuhkan tindakan invasive atau pembedahan, prosedur yang bisa dijalani antara lain bedah pengikatan (ligasi) dan pengangkatan pembuluh darah balik yang rusak. Ada pula tindakan lain berupa ablasi, dengan menggunakan laser atau radiofrekuensi melalui teknik endovascular (minimally invasive).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.