Roselina, Remaja Pengidap Jantung Putus Sekolah Demi Merawat Enam Adiknya

google.om

Seruni.id – Menggantikan peran orangtua bukanlah hal yang mudah. Apalagi harus memegang tanggung jawab dalam merawat enam orang adik. Namun, mau tidak mau Roselina, remaja 16 tahun itu harus melakukannya.

Roselina, Remaja Pengidap Jantung Putus Sekolah Demi Merawat Enam Adiknya
Roselina, Remaja Pengidap Jantung Putus Sekolah Demi Merawat Enam Adiknya

Roselina Abdullah berjuang merawat adik-adiknya setelah sang ibu meninggal dunia karena kanker ginjal yang diderita. Kisah viral ini terjadi di Malaysia. Jauh sebelum sang ibu meninggal, namun kondisinya semakin memburuk, ia pun terpaksa harus putus sekolah.

Tak hanya itu, di balik perjuangannya untuk merawat keenam saudara kandungnya itu, ia juga harus menahan beban akibat penyakit jantung yang diidapnya.

“Aku dulu membantu ibuku menjaga adik-adikku, tetapi sekarang semuanya ada di pundakku, termasuk mengelola semua pekerjaan rumah. Aku harus mencari pekerjaan dalam waktu dekat untuk bertahan hidup, termasuk mendanai biaya sekolah lima saudara kandung,”

Sang ayah pun telah lama meninggal sejak usianya tiga tahun. Dia berakata, bahwa bersama sang ibu, ia pernah bekerja disebuah restoran kecil. Namun sayangnya, mereka diberhentikan karena pemilik restoran tidak mampu membayar upah mereka lagi.

“Kami hanya mengandalkan tunjangan bulanan Departemen Kesejahteraan Sosial sebesar 1,2 juta dan saya menerima 500 ribu per bulan. Sementara dua adik lelaki saya masing-masing menerima 6 juta selama satu tahun,” jelasnya.

[su_box title=”Baca Juga” style=”glass”]
Demi Menyebarkan Pesan Cinta Islam, Dokter Ini Rela Tinggalkan Kariernya
[/su_box]

Beruntungnya, kini ia tak sendiri lagi untuk merawat adik-adiknya itu. Roselina dan adiknya saat ini telah tinggal bersama dengan sang nenek yang berusia 62 tahun. Mereka pun dikunjungi oleh Presiden LSM Kesejahteraan Klub Kelantan (KKCK), Pui Tiong Lam.

Pui Tiong Lam mengatakan bahwa ia akan bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk memberikan bantuan keuangan bagi kehidupan tujuh bersaudara itu.

“Kami, saat ini, membantu mereka membeli peralatan sekolah dan (akan) memantau kemajuan mereka dari waktu ke waktu,” tutur Pui.