Kisah Seorang Pemabuk yang Meninggal Ketika Shalat

ilustrasi gambar

Seruni.id – Usia, jodoh, rezeki dan apapun itu sudah menjadi rahasia mutlak Sang Maha Kuasa. Tak ada satupun makhluk yang mengetahui kapan dan dengan cara apa ajal akan menjemput. Seperti kejadian luar biasa yang terjadi di Maroko ini. Seorang pria meninggal  ketika ia sedang mendirikan shalat.

Mungkin kita sering melihat kejadian seperti ini, di mana seseorang meninggal dalam keadaan yang baik (khusnul khatimah). Meninggal ketika shalat misalnya, tentunya menjadi hal yang sangat diharapkan oleh seluruh umat Muslim. Namun, kisahnya sangat berbeda dengan pria yang satu ini. Ia bukanlah seorang ulama pun orang yang gemar shalat berjamaah di masjid, melainkan ia adalah seorang pemabuk.

Peristiwa yang terjadi di sebuah masjid di Maroko ini bisa terbilang sangat langka. Berawal saat beberapa jemaah masjid yang sedang berbincang-bincang. Kemudian tak lama dari itu, ada seorang pria yang sedang mabuk mencoba memakasa masuk ke dalam masjid karena ia ingin melakukan shalat.

Baca Juga: “Ketiga Anak Saya Meninggal dalam Keadaan Menyebut Nama Allah”

Akhirnya, imam di masjid itu menghampiri dan mengajaknya untuk membersihkan diri dan berwudhu’. Lepas berwudhu’, sang imam lantas mengajaknya shalat. Tak disangka, sesuatu yang sungguh luar biasa telah terjadi kepada pemuda yang mabuk tadi. Saat sujud keduanya, ia tak langsung bangkit, hingga imam sampai pada rakaat terakhir. Ternyata pria itu telah menghembuskan nafas terkahirnya semasa ia sujud. Seluruh jamaah yang ada di masjid pun kaget dan bersama-sama mengangkat tubuh pria itu.

Masya Allah, siapa yang menyangka begitu indah pengakhiran hidupnya? Siapa yang dapat mengatasi kehendak Allah? Sontak kejadian ini membuat heboh banyak orang. Terlebih saat videonya tersebar luas di dunia maya yang langsung viral dan menarik perhatian warganet. Banyak yang memuji dan mendoakannya.

Baca Juga: Syaikh Muhammad Shiyam, Imam dan Khatib Masjid Al-Aqsa Meninggal Dunia

Dari kisah ini kita bisa belajar, terkadang kita memandang orang lain sebelah mata, merasa diri kita lebih baik. Namun, Allah Maha tahu dan Maha adil. Semua hanya rahasia-Nya, yang terlihat baik belum tentu baik di mata Allah. Begitu pun sebaliknya. Kita tidak berhak menghakimi ketika kematian datang menjemput itulah bukti nyata, semua rahasia Allah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kemudahan dan berada dalam akhir hidup yang baik (khusnul khatimah) serta dijauhkan dari akhir hidup yang buruk (su’ul khatimah). Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.