Hal yang Harus Dihindari Setelah Melakukan Terapi Bekam

  • Bagikan
Hal yang Harus Dihindari Setelah Melakukan Terapi Bekam
klikdokter.com

Seruni.id – Buat kamu yang baru pertama kali melakukan terapi bekam, ketahuilah bahwa ada hal-hal yang perlu kamu hindari setelah melakukan terapi tersebut. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini:

Apa itu Bekam?

Hal yang Harus Dihindari Setelah Melakukan Terapi Bekam
beautynesia.com

Bekam adalah praktik yang digunakan dalam pengobatan tradisional di beberapa bagian dunia, termasuk Tiongkok dan Timur Tengah. Sejak ribuan tahun lalu, terapi ini digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan tubuh. Cara kerja terapi bekam ini, seperti vakum. Di mana, ada alat khusus seperti cawan yang akan menghisap lapisan kulit dan lemak dari otot. Bahkan, juga bisa memindahkan lapisan otot satu sama lain.

Untuk kamu yang baru ingin mencoba melakukan terapi bekam, kamu harus tahu dulu nih, bahwa ada dua jenis bekam yang bisa kamu pilih salah satunya, yakni bekam kering dan basah. Umumnya, kedua bekam tersebut sama-sama menggunakan cawan kecil yang ditempelkan di atas titik ashi (daerah yang bermasalah) atau titik akupuntur. Hanya saja, untuk bekam basah dilakukan dengan cara menusuk kulit sebelum memulai penyedotan, untuk menghilangkan sebagian darah selama prosedur.

 

Apa Saja Larangan yang Perlu Dihindari Setelah Terapi Bekam?

1. Hindari Mengonsumsi Makanan dan Minuman Tertentu

Setelah melakukan terapi bekam, hindarilah untuk mengonsumsi makanan dan minuman tertentu. Seperti minuman yang mengandung kafein, beralkohol, makanan manis, susu, serta daging olahan. Kamu pasti bertanya-tanya, kenapa sih harus menghindari makanan dan minuman tersebut?

Ternyata, makanan maupun minuman tersebut dapat memperlambat kemampuan tubuh untuk memproses pengobatan. Sehingga bekam yang kamu lakukan tidak akan berefek apa pun pada tubuhmu. Maka dari itu, selama 4-6 pasca melakukan terapi bekam, sebaiknya hindarilah makanan dan minuman tersbeut.

 

2. Hindari Paparan Panas

Paparan panas seperti mandi dengan air hangat maupun sauna, menjadi hal yang harus kamu hindari setelah melakukan terapi bekam. Pasalnya, selama beberapa hari setelah bekam, biasanya kulit akan lebih sensitif terhadap suhu. Terlebih pada titik bekam. Jadi, usahakan untuk memberi jeda pada kulit agar bisa pulih lebih cepat. Jika memungkinkan, mandilah dengan air yang disaring. Hal ini agar meminimalisir masuknya kembali bahan kimia yang tidak dibutuhkan oleh kulit.

 

3. Latihan yang Intens

Agar pemulihan setelah terapi bekam lebih cepat, maka hindarilah melakukan latihan yang intens. Seperti olahraga berat atau aktivitas berat lainnya. Sebisa mungkin, berilah waktu untuk tubuhmu dapat beristirahat.

Larangan di atas dibuat agar manfaat terapi dapat bekerja secara maksimal. Ketika kamu melakukan hal-hal yang disebutkan di atas, maka tidak akan berdampak apa-apa terhadap kesehatanmu. Jadi, pastikan kamu menaatinya, ya.

 

Manfaat Bekam

Selain mengetahui apa saja yang perlu dihindari setelah melakukan terapi bekam, kamu juga perlu tahu berbagai manfaat yang ditawarkan nih. Dari berbagai penelitian yang ada, berikut manfaat bekam untuk kesehatan.

 

1. Mendorong Jaringan Kulit untuk Melepaskan Racun

Gaya hidup yang kurang baik, membuat tubuh terbebani dengan banyak racun. Namun, dengan melakukan bekam, dapat memberi dorongan pada tubuh untuk melepaskan racun tersebut. Aliran darah yang terfokus membantu tubuh dengan menghempaskan racun-carun yang menumpuk melalui sistem limfatik. Adapun peran dari sistem limfatik ini adalah untuk menghilangkan racun dan limbah di dalam tubuh.

 

2. Mengatasi Kondisi Kulit

Punya masalah kulit seperti herper zoster dan jerawat? Terapi bekam menawarkan manfaat untuk mengatasi kedua masalah tersebut, loh. Namun, terkait manfaat yang satu ini, belum ada studi yang memadai untuk membuktikan efektivitas terapi tersebut terhadap kulit.

 

3. Meredakan Nyeri

Manfaat terapi bekam berikutnya, dapat meredakan nyeri pada tubuh. Meski diklaim demikian, tapi para ilmuan harus melakukan penelitian lebih banyak untuk memastikan keefektivitasannya. Pada studi yang dirilis oleh jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine 2011 lalu, para peneliti menemukan bahwa bekam dapat mengatasi rasa sakit, seperti sakit punggung. Banyak pula yang mengatakan, bahwa terapi bekam dapat mengatasi nyeri pada bagian leher. Namun, hal ini juga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

 

4. Membersihkan Penyumbatan Usus Besar dan Mengatasi Masalah Pencernaan

Terapi bekam juga bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah ke saluran pencernaan. Begitupun ketika melakukan bekam pada bagian perut, yang dapat merangsang bagian dalam organ pencernaan. Ini membantu dalam gerakan peristaltik atau kontraksi yang mendorong makanan melalui saluran pencernaan, membantu membersihkan penyumbatan usus besar, mendorong darah dan cairan tubuh untuk bergerak melalui organ, serta membantu meredakan gangguan pencernaan.

 

5. Membersihkan Hidung Tersumbat dan Asma

Jika terdapat penumpukan cairan atau dahak di paru-paru yang disebabkan oleh pilek, bronkitis, atau asma, dapat diatasi dengan melakukan terapi bekam. Manfaat bekam dapat membawa darah kaya oksigen dan getah bening ke paru-paru dan otot pernapasan lainnya. Cawan untuk bekam, biasanya diletakkan di punggung, tetapi dapat ditempatkan di dada juga. Terapis mungkin membiarkan cangkir di tempatnya, atau dengan lembut menggesernya ke atas untuk memfasilitasi pergerakan cairan getah bening. Manfaat bekam wajah juga dapat digunakan untuk membantu membuka sumbatan pada sinus.

Baca Juga: Manfaat dan Efek Samping Terapi Ear Candle

Jadi, itulah beberapa hal yang harus dihindari setelah melakukan bekam serta beragam manfaat yang ditawarkan. Semoga bermanfaat.

  • Bagikan
seruni.id