Terungkap Kronologi Dugaan KDRT yang Dilakukan Rizky Billar

  • Bagikan
Terungkap Kronologi Dugaan KDRT yang Dilakukan Rizky Billar
instagram.com/lestykejora

Seruni.id – Kronologi dugaan KDRT yang dilakukan Rizky Billar terhadap sang istri, Lesti Kejora, akhirnya terungkap. Tertulis dengan jelas dalam selembar laporan kepolisian yang dilayangkan oleh Lesti ke Polres Jakarta Selatan.

Isi surat yang berisi kronologi dugaan KDRT itu, cukup membuat banyak orang terkejut dan tak menyangka. Pasalnya, sejak menikah pada 19 Agustus 2021 silam, mereka kerap menampilkan kemesraan di depan publik.

Apa Isi dari Surat Laporan Tersebut?

Terungkap Kronologi Dugaan KDRT yang Dilakukan Rizky Billar

Lestiani, nama asli dari Lesti Kejora melaporkan Muhammad Rizky alias Rizky Billar atas kasus KDRT yang dialaminya. Dari surat tersebut, diketahui KDRT terjadi pada Rabu (28/9/2022) sekitar pukul 01.51 WIB dan pukul 09.47 WIB, di Jalan Gaharu III, Nomor 10 A, Cilandak, Jakarta Selatan.

Pertengkaran disebabkan karena Rizky Billar ketahuan berselingkuh di belakang Lesti Kejora. Ibu satu anak itu pun meminta agar Rizky Billar mengembalikannya kepada orangtuanya.

“Berawal dari korban dan terlapor yang merupakan suami istri dan terlapor ketahuan berselingkuh di belakang korban pada saat korban meminta dipulangkan ke rumah orangtuanya,” penjelasan surat tersebut.

Namun, seolah tak terima, Rizky Billar justru melakukan kekerasan terhadap Lesti. Bukan hanya sekali, tapi secara berulang-ulang.

“Terlapor emosi dan melakukan berusaha mendorong korban dan membanting korban ke kasur dan mencekik leher korban, sehingga korban terjatuh ke lantai dan hal tersebut dilakukan berulang-ulang.”

Kronologi dugaan KDRT tidak sampai di situ saja, dalam surat tersebut tertulis, bahwa Rizky Billar kembali melakukan kekerasan kepada Lesti beberapa jam setelah pertengkaran pertama mereka. Ia diduga membanting Lesti ke lantai secara berulang.

“Kemudian pada jam 10.00 WIB, terlapor berusaha menarik tangan korban ke arah kamar mandi dan membanting korban ke lantai dan berulang kembali, sehingga tangan kanan dan kiri leher dan tubuhnya merasa sakit.”

 

Bagaimana Dampak dari KDRT?

Terungkap Kronologi Dugaan KDRT yang Dilakukan Rizky Billar
klikdokter.com

Melihat kronologi dugaan KDRT yang dilakukan oleh Rizky Billar kepada Lesti Kejora tentu sangat disayangkan. Tak semestinya hal ini terjadi. Apalagi, hal ini juga akan berdampak panjang, bukan hanya dari segi fisik saja, tapi juga dari sisi psikologis.

Apa saja dampak yang diterima oleh seseorang apabila ia menjadi korban KDRT? Melansir dari laman dosen psikologi, berikut rangkumannya:

 

1. Rasa Sakit Karena Luka pada Tubuh

Selain secara mental, sebagian besar kasus KDRT yang terjadi juga memiliki unsur kekerasan secara fisik. Ketika istri menjadi korban kekerasan seperti dipukul, tampar, dibanting, jambak, atau bahkan dilempari barang, dampaknya akan terlihat dengan mata secara langsung. Misalnya saja ada lebam di tubuhnya. Namun sayang, tidak banyak istri yang mau pergi untuk mendapat perawatan karena khawatir akan mendapatkan pertanyaan mengapa mereka luka.

 

2. Masalah Ginekologis

Masalah ini berkaitan dengan kesehatan tubuh, terutama yang terkait pada organ reproduksi wanita, seperti kehamilan, kesuburan, serta masalah menstruasi, dan menopause. Heise, Moore, dan Toubia (1995) mengungkapkan bahwa tindak kekerasan pada istri oleh suami menyebabkan tingkat masalah ginekologis yang lebih berat dibanding pasangan yang hidup secara normal.

 

3. Kemampuan Berpikir Menjadi Menurun

Dampak dari KDRT yang diterima oleh seorang wanita berikutnya yaitu akan berpengaruh pada cara berpikirnya. Sebab, sering kali mereka enggan bersuara atas apa yang dialami. Mereka lebih memilih untuk memendamnya sendiran. Sehingga lambat-laun, pikiran tersebut memenuhi isi kepalanya. Hal ini membuat korban kesulitan berpikir secara jernih dan tidak mampu berkonsentrasi terhadap apa yang sedang dilakukan. Kondisi tersebut bisa menyebabkan munculnya masalah hidup lainnya.

 

4. Stress dan Depresi

Mereka yang menjadi korban KDRT, sangat rentan mengalami stres. Pada dasarnya, stres merupakan resmpons seseorang yang muncul karena peristiwa yang dialaminya. Akan tetapi, stres yang menyebabkan pengaruh negatif, harus segera ditangani, agar tidak memicu datangnya gangguan lain yang lebih parah. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama, bukan tidak mungkin akan menyebabkan korban menjadi depresi, sehingga menganggu hari-harinya. Kemudian, jika masih belum ada intervensi dalam upaya mengatasi stres tadi, keinginan untuk mengakhiri hidup bisa saja terjadi.

 

5. Rasa Trauma

Kekerasan dalam rumah tangga dapat menjadi faktor yang menyebabkan trauma pada istri. Rasa trauma ini muncul karena peristiwa yang tidak mengenakan dan sangat mengganggu pikirannya. Gangguan stres pascatrauma atau yang sering kita dengar sebagai post traumatic stress disorder (PTSD) biasanya menjadi gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami peristiwa menyakitkan. Istri yang mengalami KDRT sebaiknya pergi ke psikolog atau penyedia layanan kesehatan mental lainnya untuk mengetahui kondisi yang dialami dan cara penanggulangannya.

Baca Juga: Lesti Kejora Laporkan Sang Suami Atas Dugaan KDRT

  • Bagikan