6 Mitos Seputar Daging Kambing yang Beredar di Masyarakat

6 Mitos Seputar Daging Kambing yang Beredar di Masyarakat
parenting.orami.co.id

Seruni.id – Daging kambing merupakan bahan makanan yang lazim bagi masyarakat Indonesia, yang bisa dioalah menjadi beragam hidangan lezat. Seperti sate kambing, gulai, dan lainnya. Meskipun memiliki rasa yang lezat, namun banyak orang yang enggan menyantapnya.

6 Mitos Seputar Daging Kambing yang Beredar di Masyarakat
food.detik.com

Sebab, sebagaimana isu yang berkembang di masyarakat, daging kambing kerap disebut sebagai biang kerok berbagai macam penyakit. Yakni mulai dari hipertensi, kolesterol, hingga menimbulkan efek panas jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Benarkah demikian? Yuk simak selengkapnya mengenai mitos sate kambing berikut ini.

1. Sebagai Pemicu Darah Tinggi

Banyak orang yang menghindari menyantap daging kambing karena alasan dapat menjad pemicu darah tinggi. Padahal, hal ini hanyalah sebuah mitos, loh. Sebab, kandungan lemak jenuhnya lebih rendah dibandingkan daging sapi.

Pada 100 gram daging sapi mengantung 6 gram lemak jenuh, sedangkan pada kambing dalam porsi yang sama, hanya mengandung 0,71 gram lemak jenuh. Jadi, anggapan tersebut hanyalah mitos belaka.

Kandungan lemak tak jenuh yang terdapat pada kambing terbilang cukup tinggi. Sehingga dapat memberikan efek positif pada tubuh, seperti membantu menyeimbangkan kadar kolesterol, mengurangi peradangan, hingga menstabilkan detak jantung. Namun, dalam mengonsumsinya harus diperhatikan, ya. Jika berlebihan maka tentu akan menganggu kesehatan.

2. Daging Kambing Meningkatkan Kolesterol

Banyak yang khawatir ketika mengonsumsi daging kambing dapat meningkatkan kolesterol jahat di dalam tubuh. Di mana hal tersebut berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke.

Namun, sebagaimana yang dilansir dari laman suara.com, dr Royman C. P Simanjuntak dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, menyebutkan bahwa tidak kaitannya antara mengonsumsi daging kambing dengan penyakit jantung akibat kadar kolesterol yang meningkat.

Ia juga menambahkan, bahwa tingginya kadar kolesterol dalam tubuh seseorang dapat disebabkan oleh berabagai faktor. Bukan hanya karena mengonsumsi daging kambing saja.

3. Tidak Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil

Ada yang bilang bahwa daging kambing akan memberikan efek yang panas. Oleh sebab itu, mereka yang sedang hamil sangat tidak dianjurkan untuk mengnsumsinya. Karena jika nekat, maka risikonya sangat membahayakan, entah pada janin maupun ibunya.

Namun, pada kenyataannya, tidak ada dokter kandungan yang melarang wanita hamil mengonsumsi daging kambing. Asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, maka tidak akan menganggu kesehatan janin.

Adapun larangan untuk ibu hamil bukanlah mengonsumi daging kambing. Melainkan mengonsumsi daging yang masih mentah maupun setengah matang. Jadi, jika ibu hamil ingin mengonsumsi daging kambing, tetap diperbolehkan dan tidak berlebihan.

4. Lebih Sehat Dibanding dengan Daging Sapi

Daging kambing lebih sehat daripada daging sapi, benarkah demikian? Meski terdapat beberapa hal yang unggul dari kambing. Namun, bukan berarti daging kambing lebih sehat dibanding dari sapi. Sebab, belum ada penelitian mengenai hal ini.

Akan tetapi Seruni sarankan, konsumsilah daging kambing dengan bijak dalam porsi yang masih wajah. Setelah mengonsumsinya ada baiknya diselingi dengan buah dan sayuran.

Perhatikan pula intensitasnya, ya. Jangan kalap lalu makan dalam jumlah yang sangat banyak. Jangan menyantapnya secara beturut-turut, karena ini akan membahayakan untuk kesehatanmu.

5. Dapat Mengobati Darah Rendah

Mitos megenai kambing yang berikut ini sering kali terdengar. Padahal, anggapan ini keliru, loh. Sebab, daging kambing tidak dapat diandalkan untuk membuat darah menjadi normal.

Menurut sebuah penelitian yang dirilis oleh Asian-Australian Journal of Animal Sciences tahun 2014 lalu mengungkapkan, bahwa kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsi kambing terbiang rendah. Kenaikan tekanan darah justru lebih tinggi usai menyantap daging sapi dan ayam.

Baca Juga: Tips Aman Makan Daging Kambing dan Sapi

6. Pemotongan yang Salah Menyebabkan Bau Prengus

Tak sedikit masyarakat yang enggan mengonsumsi kambing karena baunya yang kerap membuat mual. Beberapa olahan kambing memang memiliki bau yang khas. Namun, tidak semua orang dapat menahan bau tersebut. Mitos yang beredar di masyarakat disebutkan bahwa bau tersebut disebabkan karena cara pemotongan yang salah. Namun, ini bisa dikatakan salah kaprah. Sebab, hal ini terjadi karena ketika kambing dipotong ia dalam kondisi yang stres. Sehingga rasa dagingnya menjadi tidak enak. Maka dari itu, jangan menarik kambing secara paksa ketika hendak dipotong.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.