8 Makanan yang Akan ‘Punah’ Akibat Perubahan Iklim

food.detik.com

Seruni.id – Berbicara mengenai perubahan iklim dan pemanasan global, kita tentu sudah tahu apa saja dampak yang mengerikan yang akan terjadi akibat fenomena ini. Meskipun dampaknya belum sepenuhnya kita rasakan, nyatanya perubahan iklim adalah sesuatu yang benar-benar terjadi. Mulai dari naiknya suhu udara hingga cuaca ektrem, hal tersebut juga dapat berpengaruh pada persediaan makanan, loh. Bahkan, ada kemungkinan makanan-makanan yang tergolong populer saat ini akan langka atau punah. Berikut diantaranya:

Kacang

aladokter.com

Kacang seringkali dijadikan teman nyemil sambil menonton televisi. Harganya yang terjangkau, membuat kacang banyak diminati. Namun sayangnya, jenis makanan ini tidak bisa bertahan lama. Sebab, perubahan iklim dan pemanasan global bisa mengancam keberadaan tanaman kacang, loh. Bahkan, diperkirakan, di tahun 2055 nanti, lebih dari 60 persen jenis tumbuhan kacang liar akan punah. Tumbuhan ini memang membutuhkan lahan yang rata dengan cuaca yang tidak panas, sehingga agak menyulitkan juga bagi tumbuhan kacang untuk dapat terus tumbuh di tengah perubahan iklim yang semakin panas.

Madu

ceritamedan.com

Sebagai akibat dari perubahan iklim, populasi lebih penghasil madu akan mengalami pengurangan yang cukup signifikan. Sepanjang tahun 2015-2016, 5.000 penjaga lebah Amerika Serikat melaporkan bahwa mereka kehilangan 44% koloni lebah. Seorang ilmuan juga mengungkapkan, bahwa populasi lebih menjadi berkurang karena pengaruh buruk potogen, pestisida, dan perubahan iklim secara ekstrem. Berkurangnya populasi lebah madu inilah yang akan mengakibatkan punahnya madu itu sendiri.

Cokelat

travel.kompas.com

Perubahan iklim secara drastis telah melanda wilayah Afrika Barat, dimana daerah ini adalah wilayah alami penghasi kakao. Di tahun 2017, peneliti mengestimasi bahwa kurang dari 40 tahun cokelat akan punah dari muka bumi ini. Untuk mengatasi bencana ini, perusahaan Mars dan para peneliti dari Innovative Genomics Institute di Californis bekerja sama untuk mengembangkan pabrik kakao yang dapat tumbuh sesuai dengan iklim lingkungannya.

Teh

hallosehat.com

Bersantai sambil ditemani secangkir teh adalah hal yang nikmat. Tampaknya kita harus mencari metode lain untuk bersantai dalam waktu dekat apabila perubahan iklim terjadi. Ahli mengonfirmasi bahwa sektor teh akan sangat terkena dampak perubahan iklim jika tidak ada tindakan pencegehan yang diambil. Misalnya, peningkatan kerentanan terhadap serangga atau kualitas daun yang lebih rendah hanyalah beberapa masalah di dalam industri ini.

Kopi

skanaa.com

Selain teh, kopi juga akan mengalami kepunahan akibat perubahan iklim. Kenaikan suhu menyebabkan peningkatan populasi hama tersebut, di mana saat ini sudah menyebar ke sejumlah wilayah seperti di Amerika Latin dan berdampak pada pengurangan hasil produksi kopi. Dan jika dibarkan, tentu saja hasil produksi kopi perlahan-lahan akan berkurang dan bisa menjadikan kopi sebagai produk pangan yang langka.

Seafood

food.detik.com

Pada tahun 2016, penelitian lingkungan yang dipimpin oleh tim pakar lingkungan dan ekonomi nasional mengemukakan bahwa laut dunia akan kehabisan ikan pada tahun 2048. Hal ini disebabkan oleh ativitas pengambilan ikan secara besar-besaran selama beberapa dekade terakhir. Belum lagi ditambah dengan adanya polusi air dan perubahan iklim dunia, kepunahan makanan laut akan semakin cepat terjadi.

Beras

masakapaya.com

Keberadaan nasi tak luput dari ancaman bahaya perubahan iklim. Menurut laporan dari Food and Agriculture Oranization menyatakan bahwa iklim yang berubah akan berdampak pada berubahan pola musim hujan, yang akhirnya akan mempengaruhi produksi panen besar. Peristiwa ini sudah dapat diprediksi bisa menyebabkan hasil panen kian berkurang. Bahkan, dampaknya sendiri sudah bisa kita rasakan saat ini.

Kentang

haibunda.com

Sebagian besar masyarakat Barat yang juga bergantung dengan makanan kentang akhirnya juga ikut terancam. Dilansir dari Vice, temperatur udara yang semakin meningkat menyulitkan kentang untuk diproduksi karena membutuhkan lingkungan dengan suhu tertentu supaya bisa tumbuh. Para petani kentang di Peru misalnya, akibat dampak dari pemanasan global akhirnya memaksa mereka untuk menanam kentang di daratan yang lebih tinggi lagi.

Ternyata dampak dari pemansan global memang tidak bisa disepelekan. Tak hanya alam, namun juga keberlangsungan hidup manusia pun akan terncam, salah satunya dari aspek pangan. Sudah saatnya kita lebih memperhatikan lingkungan, dan jangan menyia-nyiakan makanan, ya. Sebab, kita tidak tahu sampai kapan kita bisa menikmatinya lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.