9 Adab Bertamu di Rumah Orang Berdasarkan Ajaran Islam

  • Bagikan
9 Adab Bertamu di Rumah Orang Berdasarkan Ajaran Islam
okemom.com

Seruni.id – Kalian pasti sering menemukan orang yang datang bertamu, tapi perilakunya justru bikin geleng-geleng kepala. Misalnya, datang tanpa permisi atau masuk ke dalam rumah tanpa melepas alas kaki. Inilah pentingnya untuk mengetahui adab bertamu di rumah orang, agar tidak menimbulkan rasa tidak nyaman bagi si pemilik rumah.

safetysignindonesia.id

Dengan etika atau adab bertamu yang baik, hal ini tidak hanya membuat pengunjung merasa dihormati, tapi juga akan membuat penerima tamu merasa nyaman. Islam sendiri telah mengajarkan adab ketika bertamu di rumah orang, sekalipun di rumah saudara sendiri. Lantas, apa saja etikanya? Langsung saja simak ulasan selengkapnya berikut ini:

 

1. Mengetuk Pintu Sebelum Masuk

Ketika bertamu ke rumah orang, sekalipun rumah saudara sendiri, adab yang baik adalah mengetuk pintu terlebih dahulu. Tunggu sampai sang pemilik rumah membukanya dan mempersilakan kita untuk masuk. Hindari langsung membuka pintu dan masuk ke dalamnya sebelum diizinkan oleh si pemilik rumah, ya. Karena hal tersebut tidaklah beretika. Bahkan, bisa membuat si pemilik rumah merasa tidak nyaman. Apalagi, kita tidak tahu apakah mereka sudah siap menerima tamu atau belum. Dalam mengetuknya pun dilakukan dengan tekanan sedang agar tidak terlalu berisik dan mengganggu.

 

2. Mengucapkan Salam

Sebagai seorang muslim, hendaklah mengucapkan salam terlebih dahulu ketika bertamu ke rumah orang. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 27 yang artinya,

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat,” (QS. An-Nur: 27)

 

3. Hindari Mengintip ke Dalam Rumah

Adab bertamu berikutnya, hindarilah mengintip ke dalam rumah. Sebab, hal ini tidaklah sopan dan dapat menimbulkan kesan yang kurang baik, seolah-olah seperti orang yang hendak mencuri. Larangan mengintip ke dalam rumah orang saat bertamu juga telah disampaikan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya,

“Dari Sahal bin Saad ia berkata: ‘Ada seorang lelaki mengintip dari sebuah lubang pintu rumah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Dan pada waktu itu beliau sedang menyisir rambutnya’. Maka Rasulullah bersabda: ‘Jika aku tahu engkau mengintip, niscaya aku colok matamu. Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk meminta izin itu adalah karena untuk menjaga pandangan mata’.” (HR. Bukhari)

 

4. Kenakan Pakaian yang Sopan

Memakai pakaian yang sopan dan rapi merupakan salah satu adab bertamu yang mesti kamu perhatikan. Sebab, mengenakan pakaian yang sopan dan rapi, juga merupakan bentuk untuk menghormati si pemilik rumah. Apalagi, pada dasarnya menghormati pemilik rumah merupakan kewajiban bagi seorang tamu. Bayangkan saja, jika kamu bertamu dengan menggunakan pakaian yang kurang sopan, tentu saja tuan rumah akan merasa kurang nyaman. Begitupun jika kamu sebagai tuan rumahnya, pastinya akan merasa kurang nyaman, bukan?

 

5. Memperkenalkan Diri

Jika kamu baru pertama kali datang ke rumah yang kamu kunjungi, jangan lupa untuk memperkenalkan diri, ya. Tujuannya tentu saja agar si pemilik rumah mengenali tamunya. Dengan lebih kenal namanya, tentu saja pemilik rumah maupun tamu akan lebih nyaman. Bahkan, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dijelaskan apabila seorang tamu ditanya “Siapa kamu?” Maka harus dijawab dengan jelas, agar pemilik rumah paham dan tidak menimbulkan curiga.

 

6. Duduk dengan Sopan

Saat setelah masuk ke dalam rumah yang kamu kunjungi, biasakanlah untuk duduk dengan sopan. Hindari pula menebar pandangan ke mana-mana, karena hanya akan membuat si pemilik rumah tidak nyaman ataupun curiga. Meski tampak sederhana, tapi hal ini harus dibiasakan serta dilatih saat di rumah sendiri, agar menjadi kebiasaan saat kita tidak berada di rumah sendiri.

 

7. Menerima Jamuan yang Disediakan

Adab bertamu selanjutnya, yaitu menerima jamuan yang disediakan. Apabila pemilik rumah telah menyiapkan jamuan yang dipersiapkan untuk tamunya, maka terimalah dengan senang hati. Hindari memperlihatkan wajah tidak suka terhadap jamuan tersebut, apalagi mengatakan dengan tegas bahwa kamu tidak menyukainya. Alangkah baiknya, segeralah nikmati hidangan tersebut sebagai bentuk menghargai, jangan menunggu sampai dipersilakan hingga berkali-kali.

Pada saat menikmati hidangan yang diberikan juga harus sopan dan memperhatikan adab dalam makan dan minum. Di antaranya dengan membaca basmallah dan menggunakan tangan kanan saat memakan jamuan dari tuan rumah. Selain itu, makanlah secukupnya dan dilakukan secara pelan-pelan.

 

8. Jangan Bertamu Terlalu Lama

Adab tamu yang satu ini sering kali terlupakan, yaitu tidak bertamu terlalu lama. Mengapa demikian? Karena dikhawatirkan si tuan rumah akan bosan atau bisa jadi aktivitasnya akan terganggu karena ketadanganmu. Namun, mereka justru merasa tidak enak apabila meninggalkan atau mengusir tamu yang berkunjung. Maka sebagai tamu, kita harus paham dan mengerti akan batasan waktu.

 

9. Perhatikan Waktu Bertamu

Kapankah waktu terbaik untuk mengunjungi rumah seseorang? Waktu yang tepat untuk bertamu adalah sebelum waktu isya, sehingga tidak terlalu malam dan tidak menganggu jam istirahat pemilik rumah. Hindarilah bertamu pada waktu-waktu sehabis zuhur, setelah isya, atau sebelum subuh. Pasalnya, waktu tersebut merupakan waktu yang sering kali digunakan untuk istirahat. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Anas berikut ini,

“Rasulullah tidak pernah mengetuk pintu pada keluarga pada waktu malam. Biasanya ia datang kepada mereka pada waktu pagi atau sore.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Baca Juga: 8 Adab Masuk Rumah Menurut Islam

Jadi, itulah sembilan adab bertamu ke rumah orang yang baik menurut Islam. Hal di atas harus kita perhatikan sebagai bentuk menghargai orang lain dan diri sendiri. Jadilah tamu yang baik terhadap pemilik rumah, agar silaturahmi dapat terjalin dengan baik pula.

  • Bagikan