Arti Al Basir, Sifat Allah SWT dalam Asmaul Husna

  • Bagikan
Arti Al Basir, Sifat Allah SWT dalam Asmaul Husna
esqnews.id

Seruni.id – Apa arti Al Basir, yang merupakan salah satu dari 99 sifat Allah SWT dalam Asmaul Husna? Mari simak ulasannya berikut ini:

Arti Al Basir, Sifat Allah SWT dalam Asmaul Husna
design.news

 

Arti Al Basir

Allah SWT pemilik alam semesta, memiliki 99 nama baik, atau yang kita kenal dengan sebutan Asmaul Husna. Dari ke-99 nama tersebut, salah satu yang akan kita bahas pada artikel kali ini adalah Al Basir atau kerap ditulis dengan Al Bashiiru.

Arti Al Basir sendiri adalah maha melihat, yang dimaksudkan bahwa Allah SWT dapat melihat dan mengetahui segala sesuatu yang di dunia. Mengetahui apa yang sedang manusia kerjakan, apa yang dirasakan, bahkan hal sekecil apa pun, seperti yang sedang bersemayam di dalam hati manusia.

Kata Al Basir, juga kerap ditemui di dalam ayat-ayat Al-Qur’an, salah satunya di dalam QS. Al Hujurat ayat 18 yang berbunyi,

إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Innallaha ya’lamu gaibas-samawati wal-ard, wallahu basirum bima ta’malun.”

Artinya: “Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Allah SWT menegaskan dalam surat Yunus ayat 61 yang artinya,

“Tidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah, baik di bumi ataupun di langit. Tidak ada sesuatu yang leih kecil dan besar daripada itu, melainkan semua tercatat dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” (QS. Yunus: 61).

Dalam definisi yang lebih luas, arti Al Basir juga menunjukkan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Dzat yang Maha Melihat. Allah dapat melihat pun yang ada di alam semesta ini, tanpa terkecuali. Bahkan, Allah SWT dapat melihat mikroba yang memiliki ukuran sangat kecil, juga segala sesuatu yang tidak tampak dalam penglihatan manusia. Semuanya diketahui oleh Allah, sehingga tidak ada tempat bagi manusia untuk bersembunyi dari pandangan-Nya.

 

Makna Kata Al Basir

Arti Al Basir, Sifat Allah SWT dalam Asmaul Husna
ucareindonesia.org

Seperti yang sudah Seruni jelaskan di atas mengenai arti Al Basir, yakni Yang Maha Melihat segala, baik yang besar, halus, dekat, maupun jauh. Al Basir sendiri berasal dari kata ba-sha-ra, yang artinya ‘melihat’.

Dalam pengertian yang lebih luas, bashara juga bisa diartikan sebagai ilmu atau kejelasan. Nabi Yusuf, sebagaimana dikutip dalam Al-Qur’an, senantiasa melakukan dakwah kepada para terpidana dan petugas lingkungan penjara kemudian mengatakan,

“Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kamu kepada Allah dengan bukit yang sangat jelas dan nyata (bashirah).” (QS. Yusuf: 108).

Bashara juga memiliki arti lain, yang kerap dipakai oleh kaum sufi, yakni mata hati atau mata batin. Selain itu, ada pula yang menyebutnya sebagai indera keeman.

Apa pun sebutannya, seorang yang telah memiliki bashirah, akan mampu melihat hal-hal yang bersifat ghaib. Di mana, ia tidak hanya sekadar bisa melihat dengan mata kepalanya saja, tapi juga menggunakan mata batinnya yang dapat menembus ruang dan waktu.

Pada pengertian yang kedua, bashirah hanya diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang senantiasa berusaha untuk mendekatkan diri kepada-Nya atau melakukan taqarrub kepada Allah.

Salah satu hamba yang diberikan bashirah adalah Nabi Muhammad SAW, hal ini sebagaimana yang tertulis di dalam Al-Qur’an surah Al-Israa ayat 1 yang artinya,

“Teleh diperlihatkan sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.” (Al-Israa: 1).

Kata “Tanda-tanda Kami”, pada arti di atas tidak lain adalah sesuatu hal yang ghaib atau tersembunyi. Nabi Muhammad SAW, adalah salah satu hamba pilihan Allah yang berkesempatan untuk melihat segala peristiwa ghaib dengan mata batinnya.

Jika diibaratkan, tirai yang menutupi alam gahib akan terbuka, sehingga tidak ada lagi penghalang untuk Rasulullah SAW dapat melihatnya. Terbukanya tirai tersebut, membuat beliau dapat melihat dengan jelas bagaimana peristiwa masa lalu, sekarang, dan yang akan datang.

Allah SWT tidak hanya memberikan kemampuan bashirah kepada Nabi Muhammad SAW saja, tapi dalam batas-batas tertentu, Allah juga menganugerahi hal tersebut kepada hamba-Nya yang senantiasa taqarrub kepada-Nya. Dalam sebuah hadis Qudsi Allah berfirman, yang artinya:

“Dan seorang hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan melakukan ibadah-ibadah sunnat sehingga Aku mencintainya. Maka apabila Aku telah mencintainya, Akulah yang menjadi pendengarannya, penglihatannya, dan sebagai tangan yang digunakannya, serta kaki yang dijalankannya. Apabila ia memohon kepada-Ku pasti Ku-kabulkan. Jika meminta perlindungan, maka pasti Aku lindungi.” (HR. Bukhari).

 

Dalil Asmaul Husna Al Basir

Arti Al Basir, Sifat Allah SWT dalam Asmaul Husna
harianmu.com

Selain arti Al Basir, di dalam Al-Qur’an juga telah membahas sejumlah dalil, antara lain:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Maha Suci Allah, yang telah memerjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al Isra: 1).

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasang-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasang-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuataupun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.” (QS. Asy Syura: 11).

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 120).

 

Contoh Pengamalan di Kehidupan Sehari-hari

Arti Al Basir, Sifat Allah SWT dalam Asmaul Husna
news.detik.com

Seperti yang kita tahu, bahwa Allah SWT maha melihat segala hal yang sedang dilakukan oleh setiap hamba-Nya. Baik di tengah keramaian, maupun dalam keadaan sepi, hingga hal yang dirahasiakan sekalipun.

وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآَتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِنْ لَمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiawa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” (QS. Al Baqarah: 265).

Meyakini arti Al Basir, yakni maha melihat, berarti kita telah percaya bahwa Allah melihat segala hal yang kita kerjakan. Sehingga, kita menyadari bahwa aktivitas yang dikerjakan akan selalu mendapatkan pengawasan langsung dari Sang Pencipta. Maka dari itu, usahakan untuk selalu memilih aktivitas yang baik dan mendatangkan manfaat.

وَاللَّهُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: “Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali Imran: 156).

Dengan mengetahui arti Al Basir, seharusnya dapat menjadi sebuah motivasi bagi kita, agar selalu bersungguh-sungguh dalam berbuat kebaikan dengan niat yang ikhlas. Tak hanya tahu arti Al Basir, kita juga mesti meyakini bahwa Allah melihat kondisi serta keadaan setiap hamba-Nya. Diharapkan, kita dapat lebih sungguh-sungguh dan khusyu’ dalam berdoa.

 

Cara Meneladani Sifat Al Basir

Arti Al Basir, Sifat Allah SWT dalam Asmaul Husna
mantrasukabumi.pikran-rakyat.com

Bukan sekadar tahu apa arti Al Basir saja, tapi kita juga harus tahu bagaimana cara meneladaninya. Adapun caranya adalah:

  • Tidak menutup mata dan selalu mempercayai segala kebesaran dan kekuasann Allah SWT di lingkungan sekitar. Kemudian, menjadikan tanda-tanda tersebut sebagai bahan renungan agar ketaatan dan keimanan semakin kuat.
  • Menggunakan indera penglihatan sebagaimana mestinya, yakni melihat hal-hal baik, dan menghindari untuk memandang segala yang tidak baik.
  • Fungsikan indera penglihatan sebagai sarana untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Misalnya, membaca Al-Qur’an, memandang keindahan dan kekuasaan Allah SWT, serta membaca buku untuk mendapatkan ilmu.

 

Keutamaan Asmaul Husna Al Basir

Salah satu dari 99 Asmaul Husna, yakni Al Basir, hendaklah diucapkan oleh setiap muslim ketika tengah berdoa. Sebab, mengucapkan Asmaul Husna saatu berdoa, memiliki pengaruh yang cukup kuat. Contohnya, permohonan akan lebih cepat dikabulkan dan menemukan solusi atas segala kesulitan.

Adapun ayat yang menjelaskan mengenai keutamaan membaca Asmaul Husna yakni sebagai berikut,

وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

“Wa lillahil-asma’ul husna fad’uhu biha wa zarullazina yul-hiduna fi asma’ih sayujzauna ma kanu ya’malun.”

Artinya: “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orag-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balsan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

Baca Juga: 

Demikianlan ulasan Seruni mengenai arti Al Basir, maha melihat. Semoga dengan mengetahui artinya, kita akan selalu menyadari bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan akan dilihat oleh Allah SWT. Sehingga tak ada lagi keinginan untuk berbuat maksiat, sekecil apa pun itu.

  • Bagikan
seruni.id