20 Sifat Mustahil bagi Allah Beserta Arti dan Arabnya

20 Sifat Mustahil bagi Allah Beserta Arti dan Arabnya
thegorbalsla.com

Seruni.id – Sifat mustahil bagi Allah SWT adalah sifat-sifat yang secara akal tidak mungkin dimiliki oleh-Nya. Seperti yang kita tahu selain sifat mustahil, Allah memiliki sifat wajib karena Dia merupakan zat yang Maha Sempurna. Di antara sifat wajib tersebut ialah:

  1. Wujud: Ada
  2. Qidam: Awal
  3. Baqa’: Kekal
  4. Mukholafatul Lil Hawaditsi: Berbeda dengan ciptaan-Nya
  5. Qiyamuhu Binafsihi: Dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada siapa pun
  6. Wahdaniyah: Esa atau tunggal
  7. Qudrat: Berkuasa atas segala sesuatu
  8. Iradat: Berkehendak
  9. ‘Ilmun: Maha Mengetahui
  10. Hayat: Maha Hidup
  11. Sama’: Maha Mendengar
  12. Bsar: Maha Melihat
  13. Qalam: Berfirman
  14. Qadiran: Berkuasa
  15. Muridan: Berkehendak
  16. ‘Aliman: Mengetahui
  17. Hayyan: Hidup
  18. Sami’an: Mendengar
  19. Bashiran: Melihat
  20. Mutakalliman: Berkata atau berfirman
20 Sifat Mustahil bagi Allah Beserta Arti dan Arabnya
id.pinterest.com

Sebagai penguasa alam semesta beserta isinya, mustahil bagi Allah untuk memiliki sifat yang mengingkari keagungannya tersebut. Tak perlu lama-lama, kali ini Seruni akan membagikan artikel mengenai sifat mustahil bagi Allah yang berjumlah 20 beserta arti dan Arabnya. Mari simak ulasannya berikut ini:

1. Adam (ﻋَﺪَﻡْ)

Sifat mustahil bagi Allah yang pertama adalah adam, yang memiliki arti tiada. Ini merupakan kebalikan dati sifat wujud. Lantas, mengapa Allah mustahil memiliki sifat ini? Sebab, bumi, langit, dan seluruh isinya merupakan bukti keberadaan Allah SWT yang tak boleh kita ragukan. Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an surat Al-Araf yang berbunyi,

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemanyam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al Araf: 54).

2. Huduts (ﺣُﺪُﻭْﺙْ)

Sifat mustahil bagi Allah yang kedua adalah huduts yang berarti ada yang mendahului. Sifat yang satu ini merupakan lawan kata dari qidam yang artinya tidak ada yang mendahului. Tidak mungkin ada yang mendahului keberadaan Allah SWT. Sebab, hanya Dialah yang menciptkan alam semesta beserta isinya. Tentunya pencipta sudah pasti lebih dulu dari segala yang diciptakan-Nya.

“Dialah yang awal dan yang akhir, yang zhahir dan yang bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Hadid: 3).

3. Fana (ﻓَﻨَﺎﺀِ)

Fana memiliki arti binasa, tidak kekal, dan memiliki kesudahan. Sifat mustahil bagi Allah ini merupakan kebalikan dari sifat baqa yang berarti kekal. Segala sesuatu yang ada di muka bumi ini passti akan musnah saat waktunya tiba. Namun, tidak dengan Allah SWT.

4. Mumatsalatuhu Lil Hawadits (ﻣُﻤَﺎﺛَﻠَﺘُﻪُ ﻟِﻠْﺤَﻮَﺍﺩِﺙ)

Sifat mustahil bagi Allah yang keempat adalah Mumatsalatuhu Lil Hawadits, yang artinya Allah serupa dengan makhluk-Nya. Allah mustahil serupa dengan makhluk yang ia ciptakan. Sangat berbeda sekali, baik dari zat, sifat, maupun perbuatannya. Tidak ada sesuatu pun yang dapat menyerupai Allah. Sebagaimana firman Allah berikut ini,

وَلَمۡ يَكُنۡ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

“Wa lam yakul-lahu kufuwan ahad”

Artinya: “Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.” (QS. Al-Iklhas: 4)

5. Ihtiyahy Lighairihi

Allah SWT tidak memerlukan yang lain, justru kita sebagai makhluk yang membutuhkan-Nya. Sebab, Allah mampu mewujudkan dan mengatur segala secara sempurna tanpa bergantung pada siapa pun. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an,

“Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.” (QS. Al-Ankabut: 6).

“Dan katakanlah segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula bina yang memerlukan penolong dan angungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al-Isra: 111).

6. Ta’adud (ﺗَﻌَﺪُّﺩِ)

Sifat mustahil bagi Allah yang sangat tidak mungkin dimiliki oleh-Nya adalah ta’adud, yang artinya lebih dari satu. Allah itu Maha Esa. Tidak mungkin berjumlah lebih dari satu. Bahkan, Allah tidak memiliki sekutu, tidak beranak pun diperanakan. Bukti keesaan-Nya tertuang dalam kalimat syahadat dan juga ayat Al-Qur’an yang artinya,

“Katakanlah ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan, dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya’.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4).

“Sekiranya ada di langit dan di bumi Tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” (QS. Al-Anbiya: 22).

“Dan Tuhamu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 163).

7. Ajzun (ﻋَﺟْﺰٌ)

Selain ta’adud, sifat mustahil bagi Allah yang tidak dimiliki adalah ajzun. Dalam Al-Qur’an dijelaskan,

“Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah: 20).

8. Kaharah (ﻛَﺮَﺍﻫَﻪْ)

Kaharah yang berarti terpaksa merupakan salah satu sifat mustahil bagi Allah. Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Tidak ada satu pun yang bisa melawan atau menandingi kehendak-Nya. Sebagaimana yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an,

“Sesungguhnya keadaan-Nya abalia Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya; ‘Jadilah!’ maka terjadilah ia.” (QS. Yasiin: 82).

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Hud: 107).

9. Jahlun (ﺟَﻬْﻞٌ)

Sifat mustahil bagi Allah yang berikut ini memiliki arti tidak mengetahui atau bodoh. Ini kebalikan dari ‘ilmun yang artinya mengetahui. Allah mengetahui atas segala sesuatu baik yang tampak maupun tidak.

10. Al Maut (ﺍَﻟْﻤَﻮْﺕ)

Al Maut artinya adalah mati. Namun, Allah SWT bersifat kekal alias tidak akan pernah mati. Sebab, Dialah yang mengurus makhluk hidup tanpa rasa lelah dan letih. Sifat mustahil bagi Allah ini telah dijelskan di dalam surat Al Baqarah ayat 255 yang artinya,

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

11. Shamamun (ﺍﻟصُمُّمْ)

Sifat mushtahil bagi Allah yang satu ini artinya adalah tuli atau tidak mendengar. Shamamun merupakan sifat mustahil bagi Allah, karena Allah mendengar segala yang diucapkan oleh hamba-Nya, baik yang dikatakan secara terang-terangan maupun yang disembunyikan.

12. Al-Umyu (ﺍﻟْﻌُﻤْﻲُ)

Selain tidak tuli Allah pun tidak buta. Dia Maha Melihat Segala Sesuatu. Tidak sekecil pun yang luput dari penglihatan-Nya.

“Dan Allah Maha Melihat atas apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hujurat: 18).

“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-syuro: 11).

13. Al-Bukmu ( ُﺍﻟْﺑُﻜْﻢ)

Al-Bukmu artinya bisu. Mustahil bagi Allah memiliki sifat bisu. Namun sebaliknya, Allah memiliki sifat kalam yang artinya beriman. Jika Allah bisu, tidak mungkin Allah menurunkan wahyu kepada para Nabi. Sebagaimana Allah berfirman,

وَكَلَّمَ اللّٰهُ مُوۡسٰى تَكۡلِيۡمًا…..

“…Wa kallamullaahu Muusaa Taklimaa.”

Artinya: “…Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung.” (QS. An-Nisa: 164)

14. Ajzan (ﻋَﺎﺟِﺰًﺍ)

Sifat mustahil bagi Allah berikutnya adalah ajzan yang berarti lemah. Allah mustahil bersifat ajzan. Sebab, Allah Maha Berkuasa atas segalanya. Sehingga sangat tidak mungkin jika Allah itu lemah. Segala sesuatu yang terjadi itu atas kehendak dan kekuasaan-Nya. Allah pun tidak memerlukan bantuan siapa pun. Jadi, Allah mustahil memiliki sifat ini.

15. Mukrahan (مُكْرَهًا)

Allah SWT bukanlah dzat yang terpaksa. Dia Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Hanya berfirman “kun fa yakun”, maka terjadilah apa yang dikehendaki-Nya.

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Hud: 107).

16. Jahilan (ﺟَﺎﻫِﻼً)

Jahilan artinya yang maha bodoh. Sedang, Allah tidak mungkin memiliki sifat ini. Allah itu Maha Mengetahui, semua ilmu itu bersumber dari Allah SWT.

17. Mayyitan ( َََﻣَﻴِّتا)

Mayyitan atau dzat yang mati, merupakan sifat mustahil bagi Allah yang berikutnya. Karena Allah itu kekal, tidak mati, musnah, dan tidak bisana. Bahkan, Allah tidak pernah tdur. Selalu mengawasi segala yang dilakukan oleh hamba-Nya.

18. Ashamma (ﺃَﺻَﻢَّ)

Ashamma memiliki arti yang maha tuli. Ini juga merupakan sifat mustahil bagi Allah, karena Allah Maha mendengar bahkan yang paling tersembunyi sekali pun. Allah mendengarkan apa yang tidak kita dengar. Maka, tidak mungkin jika Allah memiliki sifat ini.

19. A’maa (ﺃَﻋْﻤَﻰ)

Sifat mustahil yang berikutnya adalah a’maa atau yang maha buta. Allah tidak mungkin bersifat a’maa. Allah Maha Melihat, melihat semua ciptaan-Nya, tanpa terkecuali. Bahkan, Allah dapat melihat apa yang tersembunyi di dalam hati hamba-Nya.

20. Abkama (ﺃَﺑْﻜَﻢْ)

Dan sifat mustahil bagi Allah yang terakhir adalah abkama, yang artinya keadaan yang bisu dan tidak bisa berbicara. Allah sangat mustahil memiliki sifat abkama. Allah justru memiliki sifat mutakalliman atau Maha Berfirman. Jika Allah bisu, tidaklah mungkin ada kitab yang diwahuyukan kepada para Nabi dan Rasul-Nya.

Baca Juga: Makna dan Hakikat di Balik Kalimat Allahu Akbar Serta Contoh Kaligrafi

Demikianlah 20 sifat mustahil bagi Allah beserta artinya. Semoga dengan mengetahui informasi ini, dapat menambah keyakinan kita terhadap kebesaran Allah SWT, sehingga bisa menjadi cara meningkatkan iman dan taqwa. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.