Cerita Ifan ‘Seventeen’ Saat Menjadi Imam Salat di Mekkah

instagram.com

Seruni.id – Beribadah di Tanah Suci tentu menjadi impian setiap orang. Dari yang muda hingga yang tua, mereka ingin sekali pergi ke sana. Pergi ke baitullah merupakan panggilan langsung dari Allah. Begitupun dengan Ifan Seventeen, yang beberapa hari lalu menceritakan pengalaman tak terlupakan saat beribadah umroh.

Hasil gambar untuk ifan seventeen umroh
islampos.com

Sudah beberapa hari belakangan, Ifan atau bernama lengkap Riefan Fajarsyah menghabiskan waktu di Tanah Suci untuk umroh. Ia menunaikan ibadah bersama dengan Luhur Kusuma, Vika Meliasari, Ibunda tercinta dan beberapa anggota keluarga lainnya.

Pada umrohnya kali ini, ada pengalaman yang tida terlupakan bagi Ifan. Sebab, ia berkesempatan menjadi imam ‘tak resmi’ di Masjid Ayesha, Mekkah. Pasalnya, saat itu ia mengimami salat isya yang diikuti oleh kurang lebih 50 orang makmum.

Hal itu terlihat dari cerita yang dituliskan oleh Ifan pada unggahan Instagramnya, Minggu (12/5). Pada awal ceritanya itu, ia menulisan “JADI IMAM UNOFFICIAL DI MESJID AYESHA/TANA’EM MEKKAH”. Ifan merasa sangat bersyukur, dengan kesempatan yang telah Allah berikan pada dirinya. Saat itu, Ifan ingin mengambil moqit di Masjid Tana’em untuk umroh yang keempat kalinya di keberangkatan umroh kali ini.

“Ya Allah ya Tuhanku, betapa besar nikmat yang Kau berikan pada hambaMu yang fakir ilmu ini ya Allah. Jadi ceritanya mau ambil miqot di Mesjid Tana’em untuk umroh yang ke 4 kalinya di keberangkatan umroh kali ini.”

Awalnya, pada pukul 20.00 Ifan berangkat dari hotel menuju Masjid Ayesha, dengan perkiraan waktu akan bisa sampai di sana pada salat isya. Namun sayangnya, Ifan terjebak macet. Dan setibanya di sana, imam salat tersebut sudah mengucapkan salam.

Hal tersebut membuat Ifan dan adik iparnya, bersiap mengambil posisi untuk melaksanakan salat isya susulan berjamaah. Awalnya, mereka hanya berdua saja, namun kemudian disusul dengan seorang pria Arab. Saat Ifan hendak mempersilahkan pria tersebut untuk menjadi imam, dia justru menyuruh Ifan. Ketika itu, Ifan memberanikan diri untuk menjadi imam dan mengawalinya dengan bismillah. Saat itu, Ifan mengira bahwa hanya ada dua makmum di belakangnya.

“Jadilah aku dan adik ipar @luhurkusuma siap ambil posisi dibelakang buat solat isya susulan berjama’ah, berdua doang. Ada 1 orang arab nyusul sebenernya, pas aku persilahkan jadi imam, dia pula nyuruh balik. Dengan perkiraan cuma punya 2 makmum, bismillah jadi imam.”

Dengan tenang, ia mulai membaca surat Al-fatihah. Semula hanya ada dua orang makmum, namun ternyata pada saat mengucapkan “Aamiin” terdengar sangat ramai. Hal tersebut membuat Ifan mengaku sedikit gugup. Muncul perasaan takut salah selama menjadi imam salat. Perasaan itu juga berpadu dengan rasa haru.

“Dimulai dengan Al-Fatihah, tapi begitu sampe dibagian “Aminnnn” kenapa jadi rame bangettt suaranya. Agak sedikit gugup, terharu, takut salah, akhirnya mengucap bismillah dalam hati aku lanjutin dengan surat Al-Ikhlas (surat pendek biar aman 😄)”

Sampai pada rakaat terakhir dan mengucapkan salam, ia kembali terkejut melihat jamaah di belakangnya yang begitu banyak. Menurut perkiraan Ifan, terdapat 5 shaf ke belakang, dengan 1 shaf sederet 50 orang. Bangga sekaligus haru dirasakan Ifan, karena baru pertama kali ia memimpin salat dengan jamaah sebanyak itu.

“Begitu salam masyaAllah kaget banget ngeliat jamaah dibelakangku ada kali 5 shaf kebelakang, dengan perkiraanku 1 shaf sederet 50 orangan.Ini pertama kalinya aku jadi imam solat dengan jamaah sebanyak itu, dan bukan orang Indonesia, dan mesjidnya ditanah suci. Ya Allah terima semua amal ibadah solat Isya kami tadi ya Allah”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.