Dewi Sandra: “Haji itu Pengalaman Terindah”

Dewi Sandra:
womantalk.com

Seruni.id – Beberapa waktu lalu, Dewi Sandra telah melakukan ibadah haji untuk yang pertama kalinya. Tak lupa ia pun menceritakan pengalaman berhajinya, menurut wanita kelahiran Brasil 3 April 1980 ini, haji itu pengalaman terindah yang pernah terjadi dalam hidupnya.

fimela.com

Haji adalah Pengalaman Terindahnya

“Harus saya kataan, haji itu pengalaman terindah. Saya pernah ke beberapa negara, tapi haji itu levelnya tingkat tertinggi,” ungkapnya yang dikutip dari akurat.co, Minggu (6/10/2019).

Dewi tidak berangkat sendirian, melainkan bersama dengan suami tercinta, Agus Rahman, dan guru spiritualnya. Berngkat haji merupakan mimpinya sejak lima tahun lalu. Keinginannya semakin kuat setelah mendengar banyak cerita dari teman-temannya yang lebih dulu menunaikan rukun Islam yang ke lima itu.

“Makin dengar teman-teman yang sudah berangkat, terus pulang, kepo banget pengin tahu, ‘Wi, lo harus berangkat’. Semakin digituin kan, ‘haji ada apa, ya? Susah, ya?’, ‘Bukan susah sih, indah banget,” ujarnya.

Sempat Tak Digubris Sang Suami

Pemain sinetron ‘Catatan Hati Seorang Istri’ ini lantas mengajak sang suami untuk menunaikan ibadah haji bersama. Namun sayangnya, permintaan itu tak langsung digubris. Sampai pada akhirnya, dia memberi kesepakatan kepada sang suami, bahwa dirinya enggan pergi ke negara mana pun sebelum berhaji.

“Sampai akhirnya, sudah ajuin proposal beberapa kali saya cuma bilang, ‘Oke, kalau kita enggak berangkat haji 2019, at least sebelum saya umur 40 saya enggak mau ke negara mana pun, kamu ajak saya liburan ke mana pun saya enggak mau, saya mau haji dulu,” ucap wanita 39 tahun itu.

“Dan Alhamdulillah, akhirnya dia setuju. Itu juga karena kita sama-sama belajar dan tau pentingnya untuk berangkat haji bagi siapapun yang mampu. Mampu itu dalam fisik dan Alhamdulillah materi juga mampu. Harus berangkat, wajib,” sambungnya.

Bagi pemain ‘Ayat-ayat Cinta 2’ ini, menunaikan ibadah haji itu pengalaman terindah dalam hidupnya. Apalagi, ketika ia tengah berada di Muzdalifah, Dewi beristirahat. Sedangkan di Arafah, dia berdoa kepada Allah.

Bersama guru spiritualnya, Dewi dibekali ilmu yang membuat dirinya terkesima dan menangis ketika melakukan tawaf dan sa’i.

“Ketika sedang tawaf dan sa’i itu fisik banget, tapi at the same time, kita juga harus konsentrasi untuk berkomunikasi dengan roh kita, ini benar-benar miniatur kehidupan, kita diuji dari segala macam aspek, bertemu dengan banyak orang, desak-desakan,” tuturnya.

“Tapi, gimana kita menghormati dan merangkul satu sama lain, dengan cara ego diturunkan, tawadu, kalau adalah masalah, kita hanya minta kepada Allah,” lanjutnya.

Ada Kejadian Unik

Selama proses haji yang dilaluinya, ada beberapa pengalaman unik yang terjadi. Dan rangkaian kejadian yang tak biasa itu lantas membuat Dewi Sandra semakin merasa kecil dan lemah sebagai manusia.

“Pulang dari sana saya sekarang sadar bahwa kita adalah makhluk yang paling lemah. Kalau bawa embel-embel jabatan, itu halu berat, karena gelar itu nggak ada artinya di mata Allah. Kita makhluk paling lemah, kecuali dari pertolongan Allah. Itu yang aku rasain. Pas dikasih ujian di sana, kita sempat kesasar dari Mina di mathab 93, terus kita zikir dengan air mata, hati, ‘Ya allah ampuni kita, kita terlalu lalai’, terus akhirnya kita jalan 36 km. Bayangkan untuk mencari mathab kita akhirnya dipertemukan, itu pertolongan Allah. Manusia itu terlalu sombong, itu yang aku rasakan,” jelasnya.

Selain itu, pelantun lagu ‘I Love You’ ini juga mengatakan bahwa doa yang dia panjatkan ketika berada di sana, mustajab atau dijawab dan dikabulkan oleh Allah. Ketika pulang, dia melihat sendiri hal-hal yang biasanya tidak dilakukan oleh orang-orang terdekatnya.

“Ada satu sosok yang enggak ada angin, enggak ada hujan, tiba-tiba nanya, ‘Dewi, saya mau belajar solat’, dan ini adalah orang terakhir yang mungkin dipendapat saya yang akan terjadi seperti ini,” imbuh Dewi.

Ternyata, sosok tersebut bukanlah satu-satunya orang yang membuat Dewi terkejut. Masih ada sosok lain yang juga dekat dan berarti bagi Dewi, yang tiba-tiba meningkatkan ibadahnya.

“Enggak ada angin, enggak ada hujan, ‘Dew, aku temenin kamu deh, aku mau puasa Senin, Kamis’, ‘Why?’, ‘Enggak tahu, pengin saja.’ Masyaallah, ya doa itu sangat dahsyat sekali,” pungkas Dewi Sandra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.