Dosa Besar Suami yang Ringan Tangan Terhadap Istri

  • Bagikan
Dosa Besar Suami yang Ringan Tangan Terhadap Istri
news.okezone.com

Seruni.id – Dewasa ini, banyak sekali kasus tentang suami yang ringan tangan terhadap istri. Entah sudah berapa banyak pasangan yang berpisah karena hal ini. Sudah berapa banyak istri dan anak yang mentalnya hancur karena ini. Entah sampai kapan lagi KDRT akan menimpa wanita atau istri?

Sudah sepatutnya wanita dimuliakan dan dilindungi, bukan dihancurkan secara fisik maupun mental. Wahai para suami, tahukah kalian? Bahwa akan ada ganjaran berupa dosa yang menanti jika engkau ringan tangan terhadap istri.

Tanggapan Buya Yahya

Seperti yang Seruni kutip dari beberapa media, dalam Islam, suami yang ringan tangan terhadap istri tanpa sebab yang dibenarkan oleh syariat dan tidak diperbolehkan.

Sebagaimana yang telah Buya Yahya jelaskan melalui kanal YouTube Al Bahjah, bahwa ada dosa besar yang menanti jika suami ringan tangan terhadap istri dan kerap mencacinya.

“Alangkah besarnya dosanya jika Anda seorang laki-laki memukul istrinya yang ibu dari anak-anaknya, mencaci,” kata Buya Yahya pada 2020 lalu.

“Tapi, jika Anda seorang suami mencaci istri Anda, setiap hari dia melihat muka Anda. Alangkah dzolimnya Anda. Laki-laki model apa seperti itu,” lanjutnya.

Kepada laki-laki Buya Yahya berperan, agar tidak menjadi sosok yang ringan tangan terhadap istri. Sebab, seorang pria hebat tidak akan tega memukul istrinya.

“Laki-laki hebat tidak akan memukul istrinya biarpun istrinya layak dipukul. Dengar ya, hei para suami yang sering ringan tangan mukul istri, Anda ini laki-laki apa bukan? Suami atau bukan?” tegas Buya Yahya.

“Laki-laki yang sangat bodoh, siangnya dipukuli malamnya digauli. Bodoh banget itu orang. Wong dia saja punya hajat. Biarpun dia punya ilmu atau ustaz segala macam,” lanjutnya.

 

Pendapat Mamah Dedeh

Pendapat tentang suami yang ringan tangan terhadap istri tidak hanya dilontarkan oleh Buya Yahya, tapi juga Mamah Dedeh. Menurutnya, jika istri mendapatkan tindakan berupa KDRT, ia wajib melakukan pembelaan karena setiap orang memiliki hak untuk hidup tenang.

“Kalau ada seorang istri bisa bertahan dia biarkan digebukin setiap hari, ditendangin juga dibiarkan yang penting anak-anak bisa belajar dengan tenang, malu sama orang lain. Maaf, sangat-sangat salah,” ucap Mamah Dedeh dalam video yang tersebar di media sosial.

“Kita sebagai manusia punya hak hidup, hak sehat walafiat, hak (hidup) tenang. Ya Allah menderita batin seumur-umur. Jadi orang itu jangan mencelakai diri sendiri dan jangan mencelakai orang lain,” paparnya.

“Kalau kita digebukin itu bonyok dan sakit, lalu kita diam saja, itu namanya kita menghancurkan diri kita sendiri. Itu salah dalam Islam, karena dalam Islam kita wajib memelihara kesehatan tubuh,” ucap Mamah Dedeh lagi.

Baca Juga: 

  • Bagikan