Driver Ojol Wanita ini Berhasil Lulus Kuliah dengan Predikat Cumlaude

instagram,com

Seruni.id – Sukses dalam karier dan pendidikan bukanlah hal yang mustahil. Kita bisa meraih kedua hal tersebut dengan didasari niat, kemauan, serta semangat yang tinggi. Bisa kita lihat dari kisah Khusnul Chotimah, seorang wanita yang berprofesi sebagai driver ojek online (ojol) di daerah Wonosobo, Jawa Tengah.

google.com

Meskipun pekerjaannya ini sering dipandang sebelah mata oleh banyak orang, namun tidak membuat langkahnya terhenti. Perempuan berhijab ini berhasil lulus dari Universitas Negeri Semarang dengan predikat Cumblaude. Tak tanggung-tanggung, dia lulus dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,76.

Khusnul telah melakoni pekerjaannya sebagai driver ojol sejak dirinya masih duduk di semester 4. Menurutnya, menjadi driver ojol, tidak menganggu aktivitasnya di kampus, justru dia aktif berorganisai dan ngeband di kampusnya.

Dilansir dari akun instagram @Grabid, Khusnul mengaku bahwa dia mengerjkan skripsi sambil mencari orderan. Sebab, menurut Khusnul, terkadang inspirasi muncul ketika dia sedang menjalankan tugasnya.

“Kegiatan perkuliahan yang semakin padat pun tidak menyurutkan niatnya untuk menerima order,” tulis akun tersebut. “‘Saya skripsian juga sambil nyalain aplikasi, kadang inspirasi keluar pas lagi nganter penumpang’, begitu kata Khusnul.”

Menurutnya, banyak hal positif yang ia dapatkan selama menjadi driver ojol. Mulai dari bertambahnya teman, pengalaman, sampai pelajaran hidup dari cerita para penumpangnya.

[su_box title=”Baca Juga” style=”glass”]
Asnawi Biayai Kuliah Hingga Lulus dari Hasil Jual Gorengan
[/su_box]

Sebagai driver perempuan, Khusnul juga banyak terbantu dengan adanya komunitas atau grup driver online. Ia menjadi lebih merasa aman saat mengantar penumpang karena teman-teman dalam komunitas tersebut siap memantau satu sama lain dengan live location untuk menjamin keamanan dan keselamatan tiap driver.

“Jadi driver Grab itu asyik,” kata Khusnul.

Nah, dari kisah Khusnul kita bisa belajar, bahwa untuk meraih sebuah prestasi, bukan apa pekerjaan kita. Namun, bagaimana niat kita untuk meraihnya.