7 Fakta Natto, Makanan Fermentasi Khas Jepang yang Viral di TikTok

  • Bagikan
7 Fakta Natto, Makanan Fermentasi Khas Jepang yang Viral di TikTok
finedininglovers.com

Seruni.id – Mungkin kita sudah sangat familier dengan makanan-makanan khas Jepang, seperti sushi, sashimi, ramen, dan dorayaki. Namun, bagaimana dengan natto? Makanan yang terbuat dari kacang kedelai yang difermentasi ini, juga berasal dari Jepang, loh.

7 Fakta Natto, Makanan Fermentasi Khas Jepang yang Viral di TikTok
takaway.com

Namun sayangnya, banyak yang tidak menyukai natto, lantaran aromanya yang sangat menyengat dan berlendir. Meski berasal dari negeri sakura, tapi banyak pula orang asli sana yang tidak menyukainya. Makanan ini memang berbau menyengat, tapi saat dijual di supermarket, makanan tersebut tidak akan mengeluarkan bau. Baunya hanya akan keluar jika hendak dikonsumsi.

Rupanya, selain unik, natto juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Mulai dari menyehatkan tulang, jantung, hingga sistem kekebalan tubuh. Sangat menarik, bukan? Nah, pada artikel ini, Seruni akan mengulas beberapa fakta lainnya, simak baik-baik, ya.

 

1. Dijadikan Sebagai Menu Sarapan

Jepang dikenal dengan populasinya yang didominasi oleh orang tua. Sebab, angka harapan hidup terbilang tinggi, apalagi di tahun 2015 silam. Angka harapan hidup ini kerap dikaitkan dengan konsumsi natto. Diet ala Jepang, selalu menempatkan natto sebagai makanan terpenting setiap hati.

Bahkan, tak jarang, populasi orang tua di Jepang sering kali menyimpan natto di rumah demi memperoleh segudang manfaat, salah satunya pengeroposan tulang dan peningkatan fungsi hati. Biasanya, makanan ini dikonsumsi untuk menu sarapan, karena lebih cocok dan lebih sehat jika dikonsumsi di pagi hari.

 

2. Dicap Sebagai Makana Super

Natto tidak hanya populer di Jepang saja, loh, tapi juga di Amerika, tepatnya di New York. Meski berlendir dan baunya sangat menyengat, tapi warga lokal New York mengaku bahwa makanan tersebut sehat dan kerap menjadi daya tarik warga Amerika untuk jenis makanan organik. Produsen natto yang berbasis di New York, mengklaim sebagai makanan super sehat. Bahkan, mereka mulai mengembangkan rasa yang berbeda agar bisa menikmati biji kedelai yang lengket dan super bau ini.

 

3. Terbentuk Karena Ketidaksengajaan

Rupanya, natto terbentuk karena ketidaksengajaan, loh. Hal ini terjadi pada tahun 1500-an silam, tepatnya di masa Uesegi Kenshin di Jepang, di mana saat itu sedang terjadi perang hebat di mana-mana. Ketika itu, banyak masyarakat yang menyimpan kedelai sebagai bahan makanan.

Namun, saat perang usai, mereka lupa bahwa mereka menyimpan cukup banyak kedelai. Sampai akhirnya, kedelai tersebut membusuk dan mengeluarkan lendir. Karena tidak ada makanan lain, mereka pun terpaksa mengonsumsi kedelai busuk itu. Menariknya, semakin lama dikonsumsi, natto justru menjadi semakin enak.

 

4. Memberikan Manfaat Gastrointestinal

Sebelum menjadi dapat dinikmati, kedelai harus difermentasi terlebih dahulu dengan jenis bakteri Bacillus subtilis. Bakteri ini diyakini dapat meningkatkan kesehatan pada usus manusia. Makanan fermentasi ini, dapat memberikan manfaat probiotok. Yakni mikroorganisme yang sehat yang ditemukan dalam sistem pencernaan. Kandungan tersebut mampu melindungi usus dari mikroorganisme yang tidak sehat, memperbaiki pencernaan, dan lain-lain. Mengonsumsi natto sendiri bisa membantu melancarikan buang air besar terlebih bagi yang mengalami sembelit.

 

5. Tidak Semua Orang Bia Menikmatinya

Meski memiliki manfaat untuk kesehatan, tapi tidak semua orang bisa menikmati natto. Lagi-lagi hal ini karena aromanya yang sangat menggangu. Karena aromanya yang menyengat itu, sehingga siapapun yang hendak mencicipinya akan mundur duluan.

 

6. Menghasilkan Enzim Nattokinase

Nattokinase adalah enzim yang dihasilkan oleh natto. Enzim ini berperan sebagai antioksidan yang baik untuk pencernaan. Selain itu bisa membantu mengencerkan penggumpalan darah dengan cara melarutkan gumpalan tersebut. Hal ini ditemukan oleh seorang peneliti dari Universitas Chicago tahun 1980 silam.

 

7. Natto Halal atau Haram?

Lalu, apakah makanan fermentasi ini halal atau haram? Pertanyaan ini sering kali dilontarkan, terutama bagi seorang Muslim. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, natto diproses dengan cara difermentasi dengan bakteri Baclillus subtilis (natto-kin/bakteri natto). Sama halnya seperti tempe, makanan ini juga aman dikonsumsi oleh Muslim, ya.

Baca Juga: Khasiat Kedelai Hitam untuk Kesehatan

Jadi, itulah beberapa fakta natto yang cukup menarik dan jarang diketahui orang. Setelah mengetahui manfaat kesehatannya, apakah kamu tertarik untuk mencicipinya?

  • Bagikan