Inilah Penyebab Munculnya Ghibah

wajibbaca.com

Seruni.id – Ghibah atau menggunjing merupakan perbuatan yang kurang baik, saat ini banyak kita temukan orang yang melakukan kegiatan ghibah, di mana pun itu, baik di sosial media maupun di dunia nyata. Atau mungkin bisa saja kita adalah salah satu orang yang kerap melakukannya. Lantas, apa sebenarnya yang menjadi penyebab munculnya ghibah? Berikut ulasannya.

Gambar terkait
darunnajah.com

Wujud Pelampiasan Emosi

Terkadang, orang yang sedang dalam keadaan emosi akan kehilangan kontrol dan akal sehatnya. Maka tak jarang, orang yang marah akan melampiaskan kekesalannya itu pada orang lain. Untuk tujuan itu dia menggunjung, memfitnah atau mengadu domba orang lain.

[read more]

Adanya Rasa Dendam pada Orang Lain

Faktor penyebab munculnya ghibah dalam diri seseorang ialah karena adanya rasa dendam, sehingga dia benci dengan orang tersebut lalu membicarakan kejelekannya untuk melampiaskan dendam dan meredam rasa benci di dadanya. Sifat seperti ini tentu bukanlah akhlak kaum mukminin yang sempurna imannya. Sebaiknya, kita memohon kepada Allah agar kita terselamatkan dari sifat tersebut.

Banyak Waktu Luang dan Kebosanan

Kebanyakan orang yang kerap melakukan kegiatan ghibah, biasanya dia yang memiliki waktu luang namun disia-siakan. Oleh sebab itu, banyak sekali dalam Alquran Allah bersumpah demi waktu. Bahkan Rasulullah pun mengingatkan:

“Dua nikmat yang kebanyakan manusia lalai dan lupa padanya; yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. al-Bukhori)

Betapa banyak waktu luang yang dimiliki justru malah menjadi ajang ngerumpi dan menghibah. Seolah mereka merasakan betapa nikmatnya memakan daging bangkai saudarnya sendiri. Sungguh merugi sekali orang yang punya waktu luang namun digunakan untuk menghibahi saudaranya tiada henti.

Oleh karena itu, hendaknya sebagai seorang Muslim mengingat lima sebelum lima. Satu diantaranya mengingat waktu luang sebelum sempit tiba, sehingga ia tidak gunakan waktu luangnya untuk ghibah yang sangat hina.

Bercanda

Candaan dengan menghibahi saudaranya kerap dilakukan banyak orang. Dengan sebuah candaan, ia tega membeberkan semua aib temannya yang seharusnya ia tutupi. Terkadang sampai orang yang dicandai merasa malu dan terpojok.

Bahkan lebih dari itu, ia merasa dilecehkan dan dipermalukan di depan orang lain. Sebenarnya candaan itu tidak haram atau tiak boleh. Namun, sebaiknya kita bisa menempatkan candaan tersebut di posisi yang tepat dan tidak ada unsur ghibah di dalamnya.

Hasad (Iri Hati)

Inilah salah satu penyebab utama munculnya ghibah dalam diri seseorang. Ketika orang lain memiliki kelebihan yang tidak ada dalam dirinya, maka si pengghibah mulai menyebar gosip tentang kejelekan orang tersebut atau keluarganya. Tujuannya tak lain agar kelebihan orang tersebut hilang atau pindah kepadanya.

Padahal, ghibah tersebut tidak akan mempengaruhi nikmat Allah padanya. Akan tetapi, karena kebusukan jiwa dengan ghibahnya seolah-olah dia protes kepada Alllah, “Ya Allahkenapa engkau beri nikmat tersebut kepada fulan dan bukan kepadaku?” Sungguh ini merupakan kelancangan kepada Allah.

Sombong dan Meremehkan Orang Lain

Mengenai sombong ini maka Rasulullah SAW bersabda, “Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain” (HR.Muslim). Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Orang-orang yang sombong itu akan dikumpulkan pada hari kiamat seperti semut kecil yang terinjak-injak telapak kaki orang-orang.” (HR.Tirmidzi dan Nasa).

[su_box title=”Baca Juga” style=”glass”]
Kategori Ghibah Yang Diperbolehkan
[/su_box]

Itulah beragam faktor penyebab munculnya ghibah. Untuk itu, kita harus bisa berhati-hati terhadap penyakit ghibah ini, jangan sampai kita terjangkit dan rusak amalan ibadah kita karena melakukan ghibah dalam kehidupan sehari-hari.

[/read]