Kiat Melatih Anak Berpuasa Sejak Dini

arrahman.id

Seruni.id – Keluarga merupakan pintu gerbang awal bagi anak untuk mendapatkan pelajaran berharga tentang kehidupan, termasuk mengajarkan anak berpuasa. Melatih anak sejak dini, penting dilakukan oleh orangtua agar menjadi bekal anak tumbuh dengan karakter positif dalam segi agama. Nah, di bulan Ramadan ini, menjadi momen yang tepat untuk melatih kesabaran dan akhlak si buah hati.

Hasil gambar untuk anak berpuasa
tongkronganislami.net

Perlu diingat, bahwa melatih anak berpuasa di bulan Ramadan, tidak sama dengan mewajibkan mereka berpuasa. Bahkan, di dalam Islam sendiri, Rasulullah bersabda, “Tidak ada kewajiban syar’i bagi anak-anak yang belum baligh”. Lantas, bagaimana kiat yang tempat untuk mengajarkan anak berpuasa?

Jelaskan Tentang Makna Puasa

Sebelum melatihnya untuk berpuasa, sebagai orangtua, wajib memberitahu anak mengenai makna puasa itu sendiri. Jangan sampai anak menjadi bingung. Sebaiknya jelaskan apa itu puasa, mengapa umat Islam berpuasa, dan apa saja manfaatnya. Namun, terkadang anak sering bosan ketika mendengarkan penjelasan yang biasa saja. Nah, agar lebih menarik dan anak tidak bosan, Bunda dapat menjelaskannya dengan sebuah cerita yang menarik, termasuk pengalaman Ayah, Bunda, berpuasa saat masih kecil.

Tawarkan Anak untuk Belajar Berpuasa

Jika Ayah dan Bunda telah menjelaskan makna puasa kepada anak, Anda dapat menawarkan si buah hati berpuasa untuk pertama kalinya. Namun, tidak dengan memerintah, ya. Tawarkan sebagai kegiatan yang menyenangkan dan membanggakan. Mengajak anak dengan yang menyenangkan itu seperti saat mengajak anak bermain. Mengajak anak dengan cara yang membanggakan itu seperti menantangnya melakukan kegiatan yang belum pernah ia lakukan. Pesannya tetap sama, mengajak anak belajar berpuasa.

Melakukan Kegiatan yang Menyenangkan

Menahan lapar dan haus seharian bagi sebagian anak kecil merupakan sesuatu yang sangat berat dan menyiksa. Tak jarang, banyak anak yang tak kuat menahannya dan berbuka pada siang hari. Nah, untuk itu, perlu dilakukan langkah dan upaya untuk menyibukkan mereka agar terlupa dari rasa lapar dan dahagnya. Inspirasi seperti ini bisa kita dapatkan dari bagaimana cara Bunda mendidik anakanaknya untuk berpuasa.

Sebuah riwayat shohih dari Rubayyi binti Muawidz, ia berkata: ”Di pagi Asyura’ Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengirim utusan ke kampung-kampung Anshar : ”Siapa yang pagi ini dalam keadaan puasa maka sempurnakanlah puasanya, dan barangsiapa yang pagi ini dalam keadaan tidak berpuasa, maka berpuasalah pada sisa hari ini. Dan kamipun melakukan puasa Asyura’. Sebagaimana kami menyuruh puasa anak-anak kecil kami, dan kami beserta putra-putra kami berangkat ke masjid dengan menjadikan mainan dari kapas buat mereka, jika ada salah seorang dari mereka menangis minta makanan, kami berikan mainan itu kepadanya sampai masuk waktu berbuka” (HR Bukhari dan Muslim)

Memberikan Motivasi Serta Apresiasi pada Anak

Biasanya, orangtua akan memberikan motivasi kepada anak berupa sebuah hadiah, sebagai apresiasi untuk mereka yang dapat menuntaskan puasa dengan sempurna. Maka jumlah hadiah disesuaikan dengan jumlah hari mereka berpuasa. Kebiasaan seperti ini tidak sepenuhnya salah, loh. Namun, untuk memotivasi anak tidak harus dengan barang dan materi, ya. Bunda bisa arahkan ke hadiah yang lebih bermanfaat untuk dunia-akhiratnya sang buah hati. Misalnya, berikan ia uang untuk bersedekah, untuk membeli buku, ataupun infaq untuk saudara-saudara Muslim kita di Palestina. Jadi, pada satu sisi kita memotivasi, dan dari sisi lain juga mengarahkan kemana sebaiknya hadiah itu digunakan.

Melatihnya Secara Bertahap

Nah, yang terkhir, kita harus melatihnya secara bertahap. Jangan langsung menyuruhnya berpuasa begitu saja tanpa diberikan arahan. Bahkan, Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam telah memberikan panduannya saat memerintahkan kita untuk mengajarkan anak kita melakukan ibadah sholat . Beliau bersabda dari lisannya yang mulia:

“Perintahkanlah anak-anakmu untuk sholat saat usia tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika tidak mengerjakannya) saat usia sepuluh tahun“ (HR Abu Daud)

Maka sebaiknya, latihan puasa dilakukan secara bertahap seusuai dengan kemampuan anak, dari tahun ke tahun ditargetkan harus ada peningkatan. Sebab, memulai sejak usia dini merupakan salah satu langkah sukses menuju tahapan-tahapan berikutnya. Kebiasaan masyarakat kita yang mengistilahkan “puasa sambung” dan “puasa mbedhug” atau berbuka saat dhuhur menjelang dan melanjutkan puasa setelahnya, ini menunjukkan sebenarnya langkah positif ini sudah dianut masyarakat kita dalam mengenalkan anak-anaknya berpuasa.

Itulah tips yang dapat Ayah dan Bunda manfaatkan dalam melatih anak untuk berpuasa. Jangan lupa tanyakan dan dengarkan tentang pengalamannya berpuasa. Sehingga Ayah dan Bunda dapat memahami apa yang diraasakan anak. Mungkin ada suasana yang perlu diubah, menu makanan yang diganti, dan kegiatan seru yang dapat dilakukan bersama anak untuk mengisi waktu selama berpuasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.