3 Waktu Terkabulnya Doa di Bulan Ramadan

  • Bagikan
bersamadakwah.net

Seruni.id – Bulan suci Ramadan, adalah bulan yang sangat istimewa. Selain nilai ibadah dilipatgandakan, Allah juga menurunkan banyak karunia-Nya, diantaranya adalah terkabulnya doa-doa yang kita panjatkan. Dalam hadis riwayat Imam Albazzar, Nabi shalallahu’alaihi wa sallam bersabda,

“Setiap Muslim memiliki doa yang terkabulkan yang dia panjatkan di bulan Ramadan.”

Gambar terkait
humairoh.com

Menurut para ulama, terdapat tiga waktu utama terkabulnya doa di bulan Ramadan, diantaranya yaitu pada waktu sahur, saat berpuasa dan saat berbuka. Berikut ulasannya:

Di Waktu Sahur

Pada waktu sahur, atau sepertiga malam terakhir, setiap doa yang kita panjatkan akan terkabulkan. Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, beliau berkata bahwa Nabi shalallahu’alaihi wa sallam bersabda,

“Rabb kita turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas, Allah berfirman, ‘Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.”

Dari hadis tersebut, kita dianjurkan untuk memperbanyak doa di sepertiga malam. Ketika bulan Ramadan, bangun disepertiga malam tentu bukan hal yang sulit, karena bertepatan dengan waktu sahur.

Ketika Berpuasa

Ketika berpuasa di siang hari pada bulan Ramadan, kita sangat dianjurkan memperbanyak doa kepada Allah SWT. Mulai dari waktu fajar, sampai menjelang berbuka puasa. Dan ketika berdoa, kita pun disarankan untuk mendoakan kebaikan bagi semua umat Muslim, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Seperti dalam hadis riwayat Imam Ahmad dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi shalallahu’alaihi wa sallam bersabda,

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.”

Ketika Berbuka Puasa

Nabi shalallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Orang yang terdzalimi.” (HR. Tirmidzi no 2526 dan Ibnu Majah no 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini hasan).

Dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7: 278) disebutan bahwa kenapa dia mudah dikabulkan ketika berbuka puasa yaotu karena saat itu, orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

Jika doa kita belum terkabul, jangan pernah merasa bosan dan putus asa. Teruslah berdoa hingga ajal menjemput. Jangan pernah kecewa atas sekenario yang Allah buat. Tetaplah berdoa untuk diri sendiri, keluarga, sahabat, tetangga, orang-orang sholeh, seluruh umat manusia, dan sekalipun untuk orang yang telah menyakiti kita. Ingat! Berdoalah untuk segala kebaikan, hindari berdoa untuk keburukan.

  • Bagikan
seruni.id