Kiat Mengatur Biaya Berobat di Tengah Pandemi Bagi Generasi Sandwhich

  • Bagikan
Kiat Mengatur Biaya Berobat di Tengah Pandemi Bagi Generasi Sandwhich
joss.co.id

Seruni.id – Masing-masing orang tentu memiliki pengeluaran yang berbeda setiap bulannya. Namun, ada biaya yang tak dapat kita hindari, yakni biaya tak terduga, mulai dari yang terkecil hingga pengeluaran terbesar sekalipun. Misalnya saja untuk biaya berobat. Bahkan, biasa saja pengeluaran ini menggerus aset yang selama ini telah kamu kumpulkan demi masa depan.

Kiat Mengatur Biaya Berobat di Tengah Pandemi Bagi Generasi Sandwhich
simulasikredit.com

Apalagi, bagi kalian yang termasuk dalam golongan generasi sandwhich. Apa sih generasi sandwhich ini? Yakni mereka yang umumnya berusia 30 hingga 50 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Dimana generasi ini dituntut mampu untuk multitasking baik dalam pekerjaan domestik rumah tangga maupun karir. Sebenarnya mereka yang termasuk ke dalam golongan ini tidak dikategorikan dari usia, tapi lebih kepada kemampuan finansial, status keluarga, dan kelas ekonomi.

Bisa dikatakan, mereka yang termasuk dalam generasi ini memiliki beban tanggung jawab yang saling menghimpit generasi ini sebagai anak, orangtua, pasangan, dan juga diri sendiri. Maka tak heran, pengeluaran untuk berobat bisa saja besar, karena kamu tidak hanya mengeluarkan biaya berobat untukmu saja, melainkan untuk orangtua, pasangan, dan anggota keluarga lainnnya.

Belum lagi ditambah adanya pandemi Corona seperti saat ini, keadaan menjadi lebih kompleks, bukan? Corona telah membuat fenomena generasi sandwhich menjadi semakin meluas. Karena ada PSBB, perlambatan perekonomian, serta kerentanan kondisi kesehatan. Lantas, sebagai salah satu anggota generasi sandwhich, apa yang harus kamu lakukan agar keuanganmu tetap sehat?

1. Cermat Berasuransi

Tak ada yang tak mungkin terjadi di dalam kehidupan kita, termasuk hal-hal yang berpotensi merugikan kita. Contohnya kecelakaan, bencana alam, hingga kematian. Untuk mengurangi kerugian tersebut, kita harus pandai menyiasatinya. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mengikuti asuransi. Dimana asuransi merupakan salah satu produk finansial yang berperan sebagai protector kesejahteraan bagi seluruh anggota keluarga. Jadi, jika ada anggota keluarga jatuh sakit atau bahkan dirimu sendiri, maka asuransi akan memberikan proteksi dengan menanggung biaya perawatan. Termasuk biaya perawatan bagi pencari nafkah. Asuransi juga menggantikan biaya konsultasi dokter di rumah sakit jika pada akhirnya hasil pemeriksaan menemukan kalau pemegang polis menderita penyakit kronis.

2. Kompromi dengan Prioritas

Kamu sedang terhimpit dengan prioritas hidup anggota keluarga? Sebagai pencari nafkah utama atau bisa dibilang sebagai tulang punggung keluarga, setidaknya kamu harus membuat skala prioritas hidup untuk anggota keluargamu. Selain itu, kamu harus bisa mengomunikasikan level prioritas dengan jelas kelapa seluruh anggota keluarga.

3. Menabung

Mengingat biaya berobat tidaklah sedikit dan tidaklah mudah untuk mendapatkan uang hanya dalam waktu sekejap. Maka dari itulah, kamu harus pintar-pintar menyisihkan uang. Sisihkanlah sekian persen dari gaji yang kamu terima setiap bulannya. Selain itu, cobalah berhemat dengan tidak membeli barang yang memang tidak diperlukan. Ini merupakan salah satu kunci agar kamu bisa menabung dengan konsisten. Setidaknya meskipun kamu tidak terdaftar dalam produk asuransi, namun kamu masih memiliki tabungan. Sehingga jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, nantinya tidak akan merepotkan orang lain.

4. Gol Finansial

Dalam mengelola keuangan, kamu membutuhkan arah serta tujuan yang jelas. Jadi, sebisa mungkin kamu memiliki perencanaan keuangan harian maupun jangka panjang. Buatlah sebuah daftar yang berisikan tentanf tujuan hidup seiring dengan perkembangan hidup.

5. Melek Investasi

Dan yang terakhir ini penting sekali kita lakukan, yakni melek investasi. Investasi menjadi salah satu caya mendayagunakan uang. Hal ini penting sekali untuk dilakukan sejak awal, agar kita dapat mempersiapkan kebutuhan yang terencana maupun yang tidak, di masa yang akan datang. Seperti dana pendidikan, dana pada saat sakit, maupun dana pensiun. Ada berbagai macam investasi yang bisa kita lakukan, misalnya dengan bisnis properti atau yang lebih mudah adalah membeli emas setiap bulan. Apalagi, harga emas tiap tahunnya akan mengalami kenaikan. Jadi, pastikan kamu membelinya di waktu yang tepat, ya.

Baca Juga: 10 Keuntungan Investasi Emas di Usia Muda

Sekian kiat cerdas mengatur biaya berobat, terutama bagi kalian yang termasuk generasi sandwhich. Semoga dengan cara ini, kamu bisa bijak dalam mengatur biaya tak terduga, terutama masalah kesehatan.

  • Bagikan