Kisah Tiphaine Paulon Jadi Mualaf dan Menikah dengan Pria Aceh

  • Bagikan
Kisah Tiphaine Paulon Jadi Mualaf dan Menikah dengan Pria Aceh

Seruni.id – Tiphaine Paulon adalah salah seorang bule berkewarganegaraan Perancis yang jatuh cinta pada Islam saat dirinya berkunjung ke Aceh. Tidak sekadar jatuh cinta, dirinya bersedia menjadi mualaf dan menikah dengan pria Aceh. Simak kisah lengkapnya berikut ini.

Kisah Tiphaine Paulon Jadi Mualaf dan Menikah dengan Pria Aceh

Jatuh Cinta pada Islam

Kisah seseorang yang memutuskan menjadi mualaf, memang memiliki kesan tersendiri. Sebab, berpindah keyakinan bukan persoalan mudah. Begitupun dengan kisah Tipahine Paulon, bule asal Perancis yang menjadi mualaf saat datang ke kota Aceh.

Kisah mengenai dirinya menjadi mualaf, ia bagikan melalui akun TikTok-nya @tiphaine_pln. Dalam video berdurasi singkat itu, Tiphaine Paulone mengisahkan awal mula ia tertarik pada Islam.

Berawal pada Mei 2018 lalu, di mana dirinya pertama kali mengunjungi Aceh. Daerah yang sangat kental akan syariat islam itu, membuatnya tertarik pada islam. Bahkan, sebagai bentuk hormatnya kepada masyarakat di sana, ia datang dengan mengenakan selandang untuk menutupi rambutnya.

“Ini adalah bermula kisah saya,” tulis Tiphaine pada awal video.

“Saya pergi ke Aceh pada bulan Mei 2018 untuk yang pertama kalinya,”

“Saya menutupi rambut saya dengan selendang untuk pertama kalinya untuk menunjukkan hormat saya kepada masyarakat Aceh,”

Wanita yang berprofesi sebagai model ini, menceritakan bahwa dirinya juga memiliki teman-teman Muslim di Perancis. Namun, pelajaran yang ia terima begitu berbeda.

Apalagi, ketika ia bertemu dengan seorang pria bernama Amal, yang turut membantunya memepelajari tentang Islam. Bukan hanya jatuh cinta pada Islam, ia ternyata ia juga mengaku jatuh cinta pada yang mengajarinya.

“Setiap hari saya belajar sedikit demi sedikit tentang islam,” tambahnya.

“Dan waktu itu, saya merasa sengat berbeda dengan apa yang coba diajarkan oleh teman-teman muslim Prancis kepada saya,”

“Mungkin karena yang mengajarkan saya adalah orang yang saya jatuh cinta kepadanya,”

Menjadi Mualaf

Beberapa bulan berlalu, tak ada keraguan baginya untuk memeluk Islam. Meskipun masih ada sedikit rasa takut dalam dirinya. Setelah menjadi mualaf, segala tentang Islam ia coba untuk pelajari, termasuk membaca surat Al-fatihah dan salat.

“Beberapa bulan berlalu sehingga akhirnya saya memutuskan untuk masuk Islam walaupun agak takut. Saya belajar Al-fatihah, saya belajar sembahyang,” lanjutnya.

Seperti kebanyakan muslim lain, Tiphaine Paulon mengaku sangat menyukai suasana Ramadhan. Usai melewati bulan suci pertanya, ia mengaku semakin mantap dan berbahagia atas keputusannya menjadi sorang mualaf.

“Saya memasuki Ramadhan pertama saya. Saya sangat menyukainya dan pada saat itu saya menyadari bahwa saya sangat berbahagia atas pilihan saya. Sekarang saya bangga menjadi orang Islam setelah dua tahun berlalu,” lanjutnya.

Konten tersebut pun viral dan menuai banyak komentar dari warganet. Banyak dari mereka yang merasa bangga dengan keputusannya dan mendoakan agar Tiphaine Paulon tetap istiqomah.

Adel atau Adin: “Masya Allah tabarakallah, semoga istiqomah,”

Leo: “Masya Allah tabarakallah, ikut bangga dan terharu kak,”

Adnan Ilham: “Barakallah semoga istiqomah sampai ajal menjemput, surga menantimu saudaraku. Aamiin,”

Keluarga Sangat Mendukung

Pada kesempatan lain, Tipahaine Paulon juga membagikan kisahnya. Ia mengatakan, bahwa keputusannya menjadi mualaf bukan hanya karena ingin menikah dengan Amal. Namun, ada alasan lain yang membulatkan keputusannya. Yakni karena ia melihat adanya ketulusan Islam dalam menghargai hewan.

“Pertama kali saya belajar tentang ‘How Muslim respect the animals’, saya senang dengar ini karena saya sayang sama binatang. Dan pas saya dengar cerita tentang Rasulullah SAW sama kucing yang tidur di sajadah dia sambil dia salat saya jadi terharu,” ujarnya.

Dan ketika ia ditanya apa yang membulatkan tekadnya untuk menjadi mualaf, ia pun menjawab, “The people I love mereka support saya dan ajari saya tentang Islam.”

Semenjak menjadi mualaf, ia mengaku banyak perubahan positif yang dirasakannya. Bahkan, memeluk Islam membuatnya menjadi lebih bersyukur dan beribadah dengan baik.

“Banyak perubahan, tapi hanya yang positif. I changed my way of thinking and i want to become better and serve my God, be more grateful and less demanding,” ucap Tiph.

Lantas, bagaimanakah reaksi keluarganya? Tak ada penolakan dari kedua orangtnya. Justru ia mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya. Inilah yang membuatnya begitu bersyukur.

“Alhamdulillah keluarga saya support saya, mereka open minded dan mengerti pilihan saya,” jelasnya.

Bahkan, ketika dirinya sedang berkunjung ke Perancis pun, keluarganya selalu berhati-hati dalam memilihkan makanan. Dan tak jarang, sang ibu memintanya untuk bercerita tentang Islam.

“Kalau saya ada di rumah mereka hati-hati pilihan makanan. Mama saya beli makanan halal dan minta saya bercerita tentang Islam juga. Karena di Perancis reputasi Islam tidak bagus. So it’s also good if i can help restore the truth,” tambahnya.

Wanita yang memiliki lebih dari 30 ribu pengikut di Instagram ini berpesan bagi siapa pun yang ingin menjadi mualaf. Menurutnya, sebelum mengambil keputusan, sebaiknya pelajari lebih dulu tentang Islam.

Baca Juga: Wanita Amerika Putuskan Jadi Mualaf Setelah Menyaksikan Serial TV Turki

“Jika seseorang ingin masuk Islam saya akan menyarankan mereka untuk belajar terlebih dahulu dengan orang yang tepat. Orang yang memiliki pengetahuan yang nyata dan dapat menjelaskan Islam dari dasar,” pungkasnya.

  • Bagikan
seruni.id