Lupa Jumlah Rakaat Ketika Salat? Ini Solusinya!

youtube.com

Seruni.id – Sebagian orang tentu pernah mengalami lupa jumlah rakaat ketika salat. Hal ini tentu membuat salat menjadi tidak khusuk. Lalu, bagaimana solusinya? Apakah harus mengulang salatnya dari awal? Berikut jawabannya.

Gambar terkait
sijunjung.go.id
[read more]

 

Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah menceritakan, suatu ketika Rasulullah SAW lupa jumlah rakaat ketika salat. Selepas salat beliau ditanya para sahabat, apakah ada perubahan jumlah rakaat salat?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Saya hanyalah manusia biasa. Saya bisa lupa sebagaimana kalian lupa. Jika saya lupa, ingatkanlah saya. Jika kalian ragu tentang jumlah rakaat shalat kalian, pilih yang paling meyakinkan, dan selesaikan shalatnya. Kemudian lakukan sujud sahwi.” (HR. Bukhari & Muslim).

Begitulah solusi yang dianjurkan oleh Rasulullah ketika lupa jumlah rakaat dalam salat. Bahkan, Rasul telah memerintahkan untuk melakukan sujud sahwi.

Apa yang Dimaksud dengan Sujud Sahwi?

Sujud sahwi merupakan sujud yang dilakukan ketika seseorang lupa dengan jumlah rakaat dalam salat. Sujud ini dilakukan guna menutup kekurangan ketika salat dikarenakan lupa.

Namun, ada kondisi tertentu seseorang diwajibkan melakukan sujud sahwi, yaitu:

1. Apabila seseorang kekurangan jumlah rakaat dan baru sadar ketika selesai salat, maka diharuskan segera menambahkan jumlah rakaat yang kurang, kemudian sujud sahwi setelah salam.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami kami salah satu shalat siang, Zhuhur atau Ashar. Ketika pada rakaat kedua, beliau salam. Kemudian, beliau pergi ke sebatang pohon kurma di arah kiblat masjid. Sementara, diantara jamaah ada Abu Bakar dan Umar, namun keduanya tidak berani berkomentar. Sementara jamaah yang punya urusan sudah keluar sambil mengatakan, ‘Shalatnya diqoshor.’ Hingga datang sahabat yang bergelar Dzul Yadain mendekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah shalat diqashar ataukah Anda lupa?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menengok ke kanan kirinya, ‘Betulkan apa yang dikatakan oleh Dzul Yadain?’ Jawab mereka, ‘Betul, Ya Rasulullah. Anda shalat hanya dua rakaat.’ Lalu, beliau langsung nambahi dua rakaat lagi sampai salam. Dan beliau sujud sahwi dua kali, dipisah dengan duduk sebentar. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain, dari Imran bin Hushain radhiallahu’anhu disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengimami shalat Asar lalu beliau salam pada raka’at ketiga. Selepas itu beliau pulang. Seorang sahabat bernama al-Khirbaq menyusul beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, memanggil, ‘Ya Rasulullah!’ Lalu dia menyebutkan kejadian tadi. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali ke tempat imam dan menanyakan, ‘Apakah benar yang dikatakan orang ini?’ Mereka menjawab, ‘Ya benar’. Beliaupun menambahkan satu rakaat, hingga salam. Setelah itu beliau melakukan sujud sahwi dengan dua kali. Kemudian beliau salam lagi.” (HR. Muslim).

2. Apabila seseorang kelebihan jumlah rakaat, maka segera lakukan sujud sahwi setelah salam.

Sahabat Ibnu Mas’ud pernah menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat bersama kami lima raka’at. Seusai shalat, kami bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah anda menambah dalam shalat?’ Lalu beliau pun mengatakan, ‘Apa yang terjadi?’ Sahabat menjawab, ‘Anda telah mengerjakan shalat lima raka’at.’ Lalu beliau bersabda, ‘Sesungguhnya aku hanyalah manusia semisal kalian. Aku bisa memiliki ingatan yang baik sebagaimana kalian. Begitu pula aku bisa lupa sebagaimana kalian pun demikian.’ Setelah itu beliau melakukan dua kali sujud sahwi.” (HR. Muslim).

3. Apabila seseorang meninggalkan tasyahud awal. Namun, meninggalkan tasyahud awal karena lupa ada dua keadaan, yakni:

Ketika baru teringat setelah berdiri sempurna ke akaat berikutnya. Dalam keadaan ini, ia tak perlu turun lagi, dan langsung melanjutkan salatnya sampai rakaat terakhir. Kemudian, lakukan sujud sahwi setelah salam.

Teringat sebelum bangkit ke rakaat berikutnya. Dalam keadaan ini dia langsung duduk tasyahud dan melanjutkan salat sampai selesai.

Sahabat al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengimami kami shalat dzuhur dan asar. Tiba-tiba beliau berdiri (lupa tasyahud awal) lalu kami mengingatkan, ‘Subhanallah’. Beliaupun mengucapkan ‘Subhanallah’. Dan berisyarat dengan tangannya menuruh kami untuk berdiri. Lalu kami berdiri ke rakaat ketiga. Ketika selesai tasyahud, beliau sujud sahwi sebelum salam. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Apabila kalian bangkit setelah mendapat 2 rakaat, dan belum berdiri sempurna maka hendaknya dia kembali duduk tasyahud. Dan jika dia sudah berdiri sempurna, maka jangan duduk, dan lakukan sujud sahwi dua kali.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

4. Apabila ragu dengan jumlah rakaat. Dalam hal ini ada dua keadaan, yakni:

Seseorang yang ragu dengan jumlah rakaatnya, ia bisa menentukan dengan memilih yang lebih meyakinkan.

Setelah menentukan yang lebih meyakinkan, kemudian lakukanlah sujud sahwi setelah salam. Sebagaimana yang telah diriwayatkan dalam hadist dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’ anhu, Nabi shallaullahu’alaihi wa sallam bersabda,

“Jika kalian ragu dengan jumlah rakaat ketika shalat, pilih yang paling meyakinkan, dan selesaikan shalatnya, sampai salam. Kemudian lakukan sujud sahwi dua kali.” (HR. Bukhari & Muslim).

Jika seseorang ragu dengan jumlah rakaat yang telah dikerjakan, dan dia tidak menentukan mana yang meyakinkan. Maka, dalam keadaan ini, bisa memilih yang lebih sedikit rakaatnya dan sujud sahwi sebelum salam. Sebagimana yang telah diriwayatkan dalam hadist dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila kalian ragu dalam salatnya, dan tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat, tiga ataukah empat rakaat maka buanglah keraguan itu, dan ambilah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan shalatnya. Lalu jika ternyata shalatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan.” (HR. Muslim).

Maka, dalam keadaan apapun, ketika lupa rakaat salat solusinya adalah melakukan sujud sahwi.

[/read]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.