Noor Tagouri, Muslimah Pertama yang Menjadi Pembaca Berita di Amerika

new.bbmessagging.com

Seruni.id – Noor Tagouri merupakan jurnalis asal Amerika yang sudah cukup terkenal. Wanita keturunan Libya-Amerika ini menjadi Muslimah pertama yang menjadi pembaca berita berhijab di sebuah stasiun televisi komersial di Amerika. Perjuangan Noor untuk sampai ke titik ini, tentu tidak mudah. Banyak rintangan yang harus ia lewati.

Hasil gambar untuk noor tagouri  hijab tertutup
dzargon.com

Noor telah menanamkan mimpinya sejak ia berusia delapan tahun, usai menonton Oprah Winfrey Show. Saat itu, dia langsung menetapkan cita-citanya menjadi penyiar berita di media nasional AS. Setelah berhijab, tekadnya semakin kuat, menjadi pembaca berita pertama yang berhijab di AS.

[read more]

 

Sebelumnya, Noor tidak terpikir untuk mengenakahan hijab. Namun, setelah masuk sekolah Islam, mau tidak mau, Noor harus mengenakannya. Saat sudah menentukan mimpinya, dengan semangat yang luar biasa, Noor belajar dengan keras demi mewujudkan apa yang ia cita-citakan.

Tak bosan-bosannya Noor mengirimkan puluhan lamaran beasiswa hingga magang ke sebuah stasiun radio dan TV di AS. Hasilnya, awal SMA dirinya masuk kelas akselerasi perseiapan kuliah selama dua tahun di Prince George Community College dan ia berhasil memecahkan rekor menjadi lulusan termuda di sana. Tak tanggung-tanggung, indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna yakni 4,00.

Atas prestasi yang ia raih, akhirnya ia mengantongi beasiswa untuk melanjutkan study ke Universitas Marryland. Noor mengambil jurusan Jurnalisme Penyiaran, Pembangunan Internasional, dan Menajemen Konflik. Ia menargetkan lulus dalam waktu 2 tahun saja saat usianya 20 tahun.

Masa-masa kuliah dimanfaatkan Noor merangkap sebagai tutor Matematika dan Humas bicara Asosiasi Mahasiswa Muslim. Ia juga aktif dalam komunitas pers mahasiswa. Kegiatan sehari-harinya bisa dikatakan sangat padat. Ia juga mendirikan klub di bidang lingkungan, memberikan seminar tentang hijab, dan menjadi aktivis anti perdangan manusia. Tak lupa, semasa kuliah dia mengirimkan lamaran ke beberapa ke stasiun radio dan TV berita.

Alhasil, ia diterima magang disalah satu stasiun radio musik di Washington DC, stasiun TV berita ABC, CBS dan WUSA9. Noor sempat berpose di meja presenter dan memotretnya, kemudian mengunggah ke media sosial, Facebook. Ia menuliskan dengan keterangan:

“Ini adalah foto impian saya. Menjadi pembaca berita muslim berhijab pertama di televisi Amerika. Ini adalah apa yang saya ingin kan di masa depan, Insya Allah. Untuk kalian yang tahu saya sejak lama, kalian tahu bahwa ini yang saya inginkan bertahun-tahun! Sejak saya kecil! Dan inilah yang sedang saya kerjakan menuju ke sana. Jadi, terima kasih kepada semua teman dan keluarga yang mendukung saya. Saya sangat menghargai kalian.” tulis Noor.

Noor tak menyangka, ternyata postingan itu mendapatkan ribuan ‘like’ dan komentar yang berisikan dukungan. Dia juga bertemu dengan Anderson Cooper, penyiar berita CNN yang sangat tersohor. Saat itu, Noor mengungkapkan keinginannya menjadi penyiar berita dan tak segan-segan memberikan CV kepada Anderson. Desember 2012 lalu, dia membuat gerakan di Twitter dengan hastag #LetNoorShine dan membagikan impiannya dengan pengikutnya serta membentuk sebuah komunitas.

Ketika ditanya apakah dirinya selama magang dan kuliah mengalami diskriminasi kerena menjadi perempuan Muslim dan berhijab yang merupakan kombinasi sempurna untu minoritas? Namun, menurut Noor tantangan terberat yang ia hadapi bukanlah diskriminasi, melainkan orang-orang yang mengatakan bahwa ‘Kamu tidak mungkin bisa menggapai impianmu’.

Noor mengaku tidak pernah mengalami diskriminasi selama tumbuh dan besar di AS. Ketika ditanya bagaimana dirinya bisa tumbuh menjadi seorang Muslimah di AS yang dasarnya adalah Yahudi-Kristen, ia mengatakan bahwa baik Islam, Kristen dan Yahudi memiliki nilai-nilai yang smaa. Dia lebih suka melihat kesamaan nilai ini daripada perbedaaannya.

“Akhirnya ya lakumdinukumwaliyaddin. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Amerika sangat menjamin kebebasan beragama kok,’‘ tutur Noor.

Salah satu cara agar ia bisa bertahan di benua yang multikultur itu adalah memiliki pikiran terbuka dan menghilangkan segala prasangka buruk. “Hal paling penting dan besar dalam mengerti orang adalah berpikiran terbuka dan belajar mendengarkan,” tutur perempuan cantik yang tinggi semampai ini.

Dia juga percaya pada hukum tarik menarik alias ‘law of attraction’. Baginya dalam mengejar mimpi, menyerah bukanlah pilihan. “Saya percaya law of attraction. Bila kamu sangat menginginkan sesuatu, percaya pada dirimu sendiri dulu. Semesta akan membalas hasratmu,” ujar Noor.

[/read]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.