Nur Izzati, Wanita Tangguh yang Bekerja Sebagai Tukang Las Bawah Laut

  • Bagikan
google.com

Seruni.id – Nama Nur Izzati (22) baru-baru ini menjadi perbincangan hangat publik. Lantaran, ia bekerja sebagai tukang las bawah laut, yang umumnya pekerjaan tersebut didominasi oleh kaum pria. Ia menjadi tukang las bawah laut pertama di Malaysia. Profesi tukang las bawah laut sendiri memiliki risiko yang sangat tinggi.

suar.id

Menjadi Wanita Pertama yang Melakoni Pekerjaan Tersebut

Keselamatan para pekerja bisa terancam sengatan arus listrik tegangan tinggi. Ditambah lagi, mereka juga bisa terkena gangguan muskuloskeletal tubuh lantaran terlalu lama berada di bawah air. Namun, wanita tersebut berhasil membuat warganet kagum dengan dirinya.

Pekerjaan yang dilakukannya itu terbilang tidaklah mudah, ia harus menyambung dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi panas. Pengelasan bawah laut sering sekali digunakan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada badan kapal, konstruksi pipa air, konstruksi pipa minyak dan gas, jembatan di atas aiar maupun konstruksi rig atay pengeboran lepas pantai, bangunan lepas pantai serta konstruksi lainnya yang terendam air.

Karena risikonya yang sangat tinggi, tak heran profesi ini memiliki gaji yang tinggi, yakni sebesar 54.750 dolar AS atau sekitar Rp 771 juta. Anak kedua dari empat bersaudara itu, lahir dan dibesarkan di Kampung Kuala Sungai Rambutan, Rantau Panjang di distrik Selama, Perak. Mengenang masa lalunya, Nur Izzati bercerita, bahwa sejak kecil, ia tak pernah suka bermain boneka.

“Saya agak kasar dan kekanak-kanakan. Alih-alih bermain dengan boneka, saya akan memainkan apa yang akan dimainkan anak laki-laki lain di desa saya,” kata Nur Izzati.

Ingin Mencoba Hal Baru

Sebagai “wanita besi”, impian Nur Izzati untuk menjelajah dunia pengelasan bawah air dimulai ketika dia mendaftar sebagai mahasiswa di Kolej Vokasional Taiping, di Kemunting, Taiping, Perak. Dia menjadi satu-satunya perempuan yang melakukan pengelasan di sana pada tahun 2013. Awalnya, dia tidak mengerti tentang pengelasan. Namun, dia tak mundur begitu saja, dia justru memutuskan mengambil pekerjaan itu seketika dia ingin mencoba sesuatu yang baru.

“Selama tahun terakhir studi saya, saya masih tidak tahu apa yang ingin saya lakukan setelah lulus.”

“Tapi semuanya berubah ketika saya mengunjungi Weldzone Training Center selama kunjungan lapangan,” kata Nur Izzati.

“Saya sangat terkesan dengan demonstrasi pengelasan bawah air.”

“Saya terpesona dengan konsep dan kecanggihan pengelasan di bawah laut.”

Setelah menyelesaikan kursus pengelasan bawah airnya setahun yang lalu, Nur Izzati sekarang menjadi asisten instruktur di pusat di mana semua muridnya adalah laki-laki. Dia merasa sangat beruntung, karena orangtuanya tidak melarang, justru mereka mendukung dan pengertian, menginspirasi dia untuk unggul dalam hal apapun yang dilakukannya. Dia juga menambahkan bahwa melakukan pekerjaan pengelasan bawah air di luar negeri pada suatu hari nanti adalah impiannya.

  • Bagikan
seruni.id