6 Pejalaran Penting yang Bisa Dipetik dari Film Wedding Agreement

  • Bagikan
6 Pejalaran Penting yang Bisa Dipetik dari Film Wedding Agreement
pedomantangerang.pikiran-rakyat.com

Seruni.id – Wedding Agreement adalah sebuah film bergengre romantis, yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Mia Chuzaimiah. Kisah dalam novel ini, kemudian dirilis pada pertengahan tahun 2019 dan disutradari oleh Archie Hekagery.

6 Pejalaran Penting yang Bisa Dipetik dari Film Wedding Agreement
cineverse.id

Wedding Agreement menjadi salah satu tayangan yang paling banyak diperbincangan, terlebih usai dirilisnya versi series dengan cerita yang lebih kompleks. Dikisahkan, Bian yang diperankan oleh Refal Hady, yang terpaksa dijodohkan dengan seorang wanita bernama Tari (Indah Permatasari). Pernikahan terpaksa dilakukan hanya untuk membahagiakan orangtuanya. Sementara di sisi lain, BIan sudah memiliki hubungan dengan wanita lain yang sudah berjalan selama lima tahun.

Film Wedding Agreement disajikan secara ringan, tapi penuh dengan pesan moral seputar penikahan yang disampaikan secara cerdas oleh penulisnya. Ada beberapa pelajaran penting yang bisa kamu petik, di antaranya:

 

1. Menikah adalah Perjanjian Sakral

Kalau kamu pernah menyaksikan film ini, pasti kamu sudah tahu, bahwa Bian sangat terpaksa menikahi Tari, hal tersebut ia lakukan hanya untuk membahagiakan orangtuanya saja. Padahal, Bian sudah memiliki kekasih bernama Sarah. Pernikahannya dengan Tari, ia lakukan seolah hanya pura-pura. Bahkan, ia telah merencanakan untuk berpisah ketika usia pernikahan mereka sudah satu tahun.

Sementara Tari, ia tak tidak diam. Tari justru tak ingin perceraian terjadi. Ia berusaha berjuang dengan segala cara untuk mempertahankan pernikahannya. Sebab menurutnya, perniakahan adalah ibadah suci yang hanya dilakukan satu kali seumur hidup. Dari sinilah kita bisa memetik pelajaran, bahwa betapa berharganya sebuah pernikahan sehingga kita harus mempertahankannya bagaimanapun caranya.

 

2. Jangan Mudah Mengucapkan Janji yang Tak Pasti

Adalah hal yang menyakitkan ketika tahu seseorang kita kita cintai menikah dengan orang lain. Itulah yang mungkin dirasakan oleh Sarah ketika mengetahui hal tersebut. Sarah pun berusaha untuk ikhlas dan merelakan Bian, jika memang itu jalan yang terbaik.

Namun sayang, Bian selalu memberikan banyak janji kepada Sarah. Salah satunya adalah menceraikan Tari. Janji tersebut tentu menjadi harapan tersendiri bagi Sarah untuk menunggu Bian menceraikan Tari. Akan tetapi, semakin hari, Bian justru jatuh cinta terhadap Tari.

 

3. Mental dan Kesabaran adalah Bekal Utama untuk Memulai Pernikahan

Pernikahan bukan hal yang bisa dimainkan. Jadi, sebelum benar-benar yakin untuk menikah, sebaiknya siapkanlah banyak bekal untuk menjalaninya. Wajar jika di awal pernikahan akan ada banyak masalah yang datang, saat itulah mental dan kesabaran diuji.

Tari, yang menjalani cinta satu pihak pun sangat diuji mental dan kesabarannya. Mulai dari perlakuan Bian yang ketus, kedapatan melihat Bian berpelukan dengan Sarah, dan lainnya. Meski demikian, ia tetap mempertahankan pernikahan tersebut atas dasar cinta.

 

4. Baik Menurut Manusia Belum Tentu Baik Menurut Allah SWT

Bian dan Sarah memang sudah menjalin hubungan sejak lama. Apalagi, keduanya sudah sama-sama merasa cocok, hingga memutuskan untuk ke jenjang pernikahan. Istilah ‘menjaga jodoh orang’ bisa mendefinisikan apa yang terjadi di antara Bian dan Sarah. Dengan ini, bisa kita simpulkan, bahwa yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah SWT. Sebab, Allah adalah sebaik-baiknya penentu takdir seseorang.

 

5. Hal Sederhana Bisa Menumbuhkan Benih-benih Cinta

Meski menjalani cinta sepihak, Tari tak seolah tak pernah lelah untuk melayani suami tercinta. Berbagai cara pun ia lakukan agar Bian dapat luluh. Mulai dari membuat masakan sesuai selera sang suami, memaksa halus untuk menemani belanja, hingga menonton film bersama di rumah. Tak disangka, hal sederhana itulah yang dapat membangun kedekatan dengan pasangan. Hal ini terbukti saat Bian mulai perhatian hingga memperlakukan Tari seperti seorang istri seutuhnya.

 

6. Pentingnya Agama untuk Menjadi Fondasi Pernikahan

Karakter Tari digambarkan dengan sosok perempuan muslimah yang sangat taat dengan agamanya. Karakternya Tari dengan Bian berbanding terbalik, tetapi Tari tetap berusaha menuntun suaminya untuk selalu menjalankan kewajiban ibadah. Adegan yang sering muncul ialah saat Tari membangunkan Bian di waktu subuh. Di satu momen Bian diminta untuk pergi salat subuh ke masjid dan mengikuti kajian di dalamnya. Dengan keimanan dan keyakinan yang kuat, Tari dan Bian bisa saling jatuh hati meskipun di awal mereka belum kenal dekat.

Baca Juga:

Itulah enam pelajaran penting yang bisa kita petik dari fil Wedding Agreement. Meski banyak dibumbui dengan adegan romantis, tetapi juga mengandung nilai religinya, loh. Sangat cocok dinikmati oleh pasangan yang sudah ataupun belum menikah.

  • Bagikan