7 Pelajaran Penting yang Bisa Diambil dari Kisah Nabi Musa

  • Bagikan
7 Pelajaran Penting yang Bisa Diambil dari Kisah Nabi Musa
republika.co.id

Seruni.id – Ada sebuah pristiwa besar yang terjadi dalam sejarah umat manusia, yakni peristiwa di mana Allah SWT berbicara langsung kepada Nabi Musa di sebuah gunung. Peristiwa tersebut dikisahkan dalam Al-Qur’an.

7 Pelajaran Penting yang Bisa Diambil dari Kisah Nabi Musa
rumasyo.com

“Dan apakah telah sampai kepadamu kisah Musa? Ketika dia melihat api, maka dia berkata kepada keluarganya, ‘Tinggallah kalian, sungguh aku melihat api, mudah-mudahan aku datangkan pada kalian darinya dengan nyala api atau aku mendapatkan atas api petunjuk.’ Maka ketika dia mendatanginya, dia dipanggil, ‘Wahai Musa.’ Sungguh Aku, Aku Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompahmu; sungguh kamu di lembah yang suci, Thuwa. Dan Aku memilih kamu, maka dengarkanlah terhadap apa yang diwahyukan. Sungguh Aku, Aku Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Sesungguhnya hari kiamat pasti datang, Aku hampir sembunyikan, untuk dibalas tiap-tiap diri dengan apa yang dia usahakan. Maka janganlah memalingkan kamu darinya orang yang tidak beriman dengannya dan dia mengikuti hawa nafsunya maka kamu akan binasa.” (QS Thaha: 9-16)

Berdasarkan kisah percakapan Allah SWT dengan Nabi Musa, ada pelajaran yang dapat kita ambil. Hal tersebut demi mempekuat keimanan kita. Terlebih, kita hanyalah manusia biasa di mana keimanan kita tak selalu stabil, kadang naik dan turun. Adapun tujuh pelajaran yang dapat kita ambil adalah sebagai berikut:

1. Seringlah Berdoa kepada Allah SWT

Sebagai manusia, kita tentu membutuhkan Allah SWT setiap saat. Sehingga kita tidak boleh melupakkan-Nya begitu saja. Sebagaimana yang disampaikan kepada Nabi Musa, Allah SWT mengingatkan kepadanya untuk mendirikan salat agar ia dapat mengingat Allah. Padahal, saat itu kali pertamanya Nabi Musa mendengar Allah berbicara secara langsung. Namun Allah tetap memerintahkan Nabi Musa berdoa untuk selalu mengingat-Nya.

Meskipun Allah telah memberikan kesempatan padanya untuk berbicara, tapi saat itu, Musa tetap menangkat kedua tangannya layaknya sedang berdoa. Melihat dari kisah tersebut, seharusnya bisa menjadi refleksi bagi kita, seberapa seringkah kita berbicara kepada Allah ketika diberi kesempatan? Apakah kita benar-benar mencoba meluangkan waktu untuk berbicara dengan Tuhan atau hanya sekadarnya?

2. Hanya Menyembah Allah SWT

Seperti yang kita tahu, bahwa tidak ada Tuhan yang harus disembah selain Allah SWT. Kemudian Allah menjelaskan kepada Nabi Musa untuk tidak meninggalkan salat untuk mengingat Allah dan kemudian menyebutkan Hari Penghakiman. Inilah yang kita butuhkan untuk masuk surga. Sembahlah hanya kepada Allah Subhanahu wa Taala, shalatlah, ingatlah akan Allah dan ingatlah akan akhirat, dan Firdaus akan menjadi milik kita. InsyaAllah.

3. Allah SWT Memberikan Kita Tanda-tanda

Sama halnya seperti Nabi Musa yang diberikan tanda oleh Allah SWT, yakni berupa api yang menyala. Sebenarnya, kita pun diberikan tanda oleh-Nya. Mulai dari ayat Al-Qur’an yang menyentuh hati, atau sekadar pengingat yang menembus ke hati. Hal tersebut bisa kita dapatkan dari mana saja, tak terkecuali dari seseorang yang kita temui atau dari sebuah peristiwa kehidupan.

4. Allah SWT Memilih Siapa yang Dikehendaki

Allah SWT juga memberitahu Musa bahwa ia dipilih untuk menjadi Nabi. Ia dipilih di antara ribuan bayi yang dibunuh Fir’aun yang kemudian diselamatkan. Segala kehendak hanyalah milik Allah SWT. Termasuk dijadikannya kita sebagai Muslim, adalah kehendak-Nya di antara banyak orang yang tidak.

5. Segala Hal dalam Hidup Dapat Menjadi Pisau Bermata Dua

Suatu ketika Allah memerintahkan Nabi Musa untuk melempar tongkatnya, tiba-tiba tongkat kayu itu menjadi ular – sesuatu yang sangat berbahaya. Dari sebuah tongkat tersebut kita bisa mengambil pelajaran, bahwasanya segala sesuatu di dunia bisa berubah. pisau bisa dipakai untuk memotong sayuran atau bisa digunakan untuk membunuh. Apa pun yang Allah berikan kepada kita tergantung pada bagaimana kita menggunakannya.

6. Percayalah kepada Allah

Dalam Al-Qur’am disebutkan bahwa Nabi Musa berlari ketika dia melihat ular. Namun, Allah Subhanahu wa Taala justru memintanya untuk mengambil ular tersebut. Itu perintah dari Allah. Musa mendengarkan perintah Tuhan dan ular kembali menjadi tongkat. Allah Subhanahu wa Taala baru saja mengajarkan Musa dan juga kepada kita untuk percaya kepada-Nya. Apa pun yang Dia perintahkan harus ditaati, sekalipun kita tidak tahu maksudnya. Namun jika kita benar-benar percaya kepada-Nya, maka percayalah mukjizat akan terjadi.

7. Orang-orang terbaik pun membutuhkan nasihat

Allah SWT pun memberikan peringatan kepada Nabi Musa apabila ia berbalik, maka dia mungkin akan dihukum. Orang-orang terbaik juga perlu diingatkan akan azab dan api neraka. Orang-orang terbaik juga perlu diingatkan bahwa orang lain mungkin memalingkan diri mereka dari Allah Subhanahu wa Taala, jadi jangan biarkan itu terjadi.

Baca Juga: 5 Sholawat Nabi yang Dibaca Saat Memperingati Maulid

Jika Nabi Musa diingatkan langsung oleh Allah SWT tentang Hari Penghakiman, maka kita tak boleh merasa sombong setiap kali kita diingatkan akan pembalasan. Semoga bermanfaat.

  • Bagikan
seruni.id